Klinik Apollo – Banyak orang menganggap sifilis dan gonore adalah penyakit yang sama karena keduanya termasuk infeksi menular seksual (IMS).
Padahal, keduanya di sebabkan oleh bakteri yang berbeda, memiliki gejala yang tidak selalu sama, serta membutuhkan penanganan medis yang sesuai. Jika salah diagnosis, pengobatan bisa menjadi tidak efektif dan risiko komplikasi pun meningkat.
Oleh karena itu, memahami perbedaan sifilis dan gonore sangat penting, terutama bagi Anda yang mengalami keluhan setelah melakukan hubungan seksual berisiko.
Dengan mengenali ciri-cirinya sejak dini, Anda dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh terapi yang tepat.
Apa Itu Sifilis?
Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Penyakit ini berkembang secara bertahap melalui beberapa stadium, yaitu primer, sekunder, laten, hingga tersier jika tidak di obati.
Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami luka kecil yang tidak terasa nyeri (chancre).
Karena tidak menimbulkan rasa sakit, banyak orang mengabaikannya. Akibatnya, infeksi terus berkembang tanpa di sadari.
Apa Itu Gonore?
Gonore atau kencing nanah merupakan infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Berbeda dengan sifilis, gonore lebih sering menyerang saluran kemih, leher rahim, rektum, hingga tenggorokan.
Selain itu, gejalanya cenderung muncul lebih cepat setelah seseorang terpapar bakteri, meskipun sebagian penderita, terutama wanita, dapat tidak mengalami gejala sama sekali.
1. Perbedaan Sifilis dan Gonore
Walaupun sama-sama termasuk penyakit menular seksual (PMS), terdapat sejumlah perbedaan penting yang perlu di ketahui.
2. Penyebab
Sifilis: Treponema pallidum.
Gonore: Neisseria gonorrhoeae.
3. Masa Inkubasi
Sifilis: Sekitar 10 hingga 90 hari (rata-rata 21 hari).
Gonore: Sekitar 2 hingga 14 hari.
4. Gejala Awal
Sifilis: Luka tidak nyeri.
Gonore: Nyeri saat kencing dan keluar cairan bernanah.
5. Organ yang Sering Terkena
Sifilis: Kelamin, mulut, anus, seluruh tubuh.
Gonore: Saluran kemih, serviks, rektum, tenggorokan.
6. Perjalanan Penyakit
Sifilis: Bertahap (primer–tersier).
Gonore: Infeksi akut.
7. Risiko Komplikasi
Sifilis: Kerusakan saraf, otak, jantung.
Gonore: Radang panggul (PID), infertilitas (kemandulan), epididymitis.
Perbedaan Gejala Sifilis dan Gonore
Berikut beberapa perbedaannya:
1. Gejala Sifilis
Pada stadium awal, sifilis sering kali hanya menimbulkan 1 atau beberapa luka yang tidak terasa sakit.
Setelah itu, gejala dapat berkembang menjadi:
- Ruam pada telapak tangan dan kaki.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Demam ringan.
- Nyeri tenggorokan.
- Rambut rontok pada beberapa bagian.
- Kelelahan.
Apabila tidak di obati selama bertahun-tahun, sifilis dapat menyerang sistem saraf, jantung, mata, bahkan otak.
2. Gejala Gonore
Sementara itu, gonore biasanya menimbulkan keluhan yang lebih jelas, seperti:
- Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
- Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau hijau dari penis maupun vagina.
- Nyeri pada panggul.
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi.
- Nyeri atau bengkak pada testis.
- Nyeri saat buang air besar (BAB) apabila menyerang rektum.
Namun demikian, sebagian wanita tidak mengalami gejala sehingga infeksi baru di ketahui setelah terjadi komplikasi.
Apakah Sifilis dan Gonore Bisa Terjadi Bersamaan?
Ya.
Seseorang dapat mengalami sifilis dan gonore secara bersamaan.
Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki satu infeksi menular seksual (IMS) memiliki risiko lebih tinggi terkena IMS (infeksi menular seksual) lainnya.
Karena alasan tersebut, dokter ahli biasanya menyarankan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) secara menyeluruh, termasuk tes HIV, klamidia, hepatitis B, dan hepatitis C apabila terdapat faktor risiko tertentu.
Bagaimana Dokter Membedakan Sifilis dan Gonore?
Diagnosis tidak hanya berdasarkan gejala.
Dokter ahli akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan sifilis umumnya meliputi:
- Tes VDRL.
- Tes RPR.
- Tes TPHA atau pemeriksaan treponemal lainnya.
Sedangkan pemeriksaan gonore dapat berupa:
- Swab uretra atau serviks.
- Pemeriksaan NAAT (Nucleic Acid Amplification Test), yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi.
- Kultur bakteri pada kondisi tertentu.
Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting karena beberapa gejala IMS dapat saling menyerupai.
Perbedaan Pengobatan Sifilis dan Gonore
Karena penyebabnya berbeda, pengobatan kedua penyakit ini juga tidak sama. Sifilis umumnya di obati menggunakan antibiotik sesuai stadium penyakit. Semakin cepat terapi di mulai, semakin besar peluang mencegah kerusakan organ permanen.
Sementara itu, gonore biasanya di terapi menggunakan antibiotik sesuai pedoman klinis terbaru dan mempertimbangkan pola resistensi bakteri yang terus berkembang.
Oleh sebab itu, pasien tidak di anjurkan membeli antibiotik sendiri tanpa pemeriksaan dokter ahli.
Selain menjalani pengobatan, pasangan seksual juga perlu di periksa dan mendapatkan terapi bila di perlukan. Langkah ini bertujuan mencegah penularan ulang (kambuh).
Apa yang Terjadi Jika Terlambat Diobati?
Baik sifilis maupun gonore dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera di tangani.
Komplikasi sifilis meliputi:
- Neurosifilis.
- Gangguan penglihatan.
- Kerusakan jantung dan pembuluh darah.
- Gangguan fungsi otak.
Sementara itu, komplikasi gonore dapat berupa:
- Penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease atau PID).
- Kehamilan ektopik.
- Infertilitas (kemandulan).
- Epididimitis pada pria.
- Infeksi gonokokus diseminata yang dapat menyerang sendi maupun kulit.
Karena itu, jangan menunda pemeriksaan jika muncul gejala sekecil apa pun.
Cara Mencegah Sifilis dan Gonore
Risiko penularan dapat di kurangi dengan beberapa langkah berikut:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten.
- Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Melakukan skrining IMS (infeksi menular seksual) secara berkala jika memiliki faktor risiko.
- Tidak melakukan hubungan seksual hingga pengobatan selesai.
- Mengajak pasangan seksual menjalani pemeriksaan bersama.
Deteksi dini berperan besar dalam mencegah komplikasi dan memutus rantai penularan.
Kesimpulan
Perbedaan sifilis dan gonore terletak pada penyebab, gejala, perjalanan penyakit, metode diagnosis, hingga pengobatannya. Sifilis biasanya di awali dengan luka yang tidak nyeri dan berkembang secara bertahap, sedangkan gonore lebih sering menyebabkan nyeri saat kencing di sertai keluarnya cairan bernanah.
Meskipun demikian, keduanya sama-sama dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera di tangani oleh tenaga medis. Jika Anda mengalami luka pada area genital, keluar cairan yang tidak normal (abnormal), nyeri saat kencing, atau memiliki riwayat hubungan seksual berisiko, jangan menunda pemeriksaan.
Semakin cepat diagnosis di tegakkan, semakin besar peluang pengobatan berhasil dan risiko komplikasi dapat di minimalkan. Konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) yang menyeluruh, diagnosis yang akurat, penanganan oleh dokter ahli berpengalaman, menjaga kerahasiaan pasien, serta terapi yang di sesuaikan dengan kondisi Anda.
Penanganan sejak dini membantu mempercepat pemulihan, mencegah komplikasi, dan mengurangi risiko penularan kepada pasangan seksual.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
JAM OPERASIONAL
| Senin – Minggu | 09.00 – 19.00 |


