Klinik Apollo – Jika Anda bertanya cek sifilis ke dokter apa?”, pilihan yang tepat adalah dokter ahli yang menangani penyakit kulit dan kelamin atau infeksi menular seksual (IMS).

Dokter ahli akan mengevaluasi gejala, riwayat paparan, melakukan pemeriksaan fisik bila di perlukan, serta menentukan tes laboratorium untuk memastikan diagnosis.

Sifilis juga tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Bahkan, WHO menyebutkan bahwa banyak infeksi sifilis tidak bergejala atau tidak di kenali.

Karena itu, pemeriksaan dapat menjadi langkah penting bagi seseorang yang memiliki risiko paparan.

Cek Sifilis ke Dokter Apa?

Untuk pemeriksaan sifilis, Anda dapat berkonsultasi dengan:

  • Dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK/ Sp.DVE), terutama jika terdapat luka, ruam, atau perubahan pada kulit dan area genital.
  • Dokter ahli yang menangani infeksi menular seksual (IMS), terutama jika Anda memiliki keluhan setelah aktivitas seksual berisiko.
  • Dokter kandungan (Sp.OG) pada wanita, khususnya jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan dan membutuhkan skrining sifilis.

Jadi, jika Anda mengalami luka pada kelamin, ruam yang tidak biasa, atau khawatir terkena sifilis, dokter ahli spesialis kulit dan kelamin merupakan salah satu pilihan utama untuk melakukan evaluasi.

Mengapa Sebaiknya Tidak Mendiagnosis Sifilis Sendiri?

Sifilis berkembang melalui beberapa tahap, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier. Setiap tahap dapat memberikan gejala yang berbeda.

Pada tahap awal, misalnya, sifilis klasik dapat menyebabkan luka yang tidak terasa sakit sehingga seseorang mungkin tidak menyadarinya.

Selain itu, gejalanya dapat menyerupai penyakit lain. Karena itu, melihat bentuk luka atau ruam saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena sifilis.

Pemeriksaan dokter ahli dan tes laboratorium tetap di perlukan untuk memastikan diagnosis.

Kapan Harus Cek Sifilis?

Pertimbangkan pemeriksaan jika Anda:

  • Memiliki luka atau lecet yang tidak biasa pada area genital, anus, atau mulut.
  • Mengalami ruam tanpa penyebab yang jelas.
  • Memiliki pasangan seksual yang di diagnosis sifilis.
  • Pernah melakukan hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung) dengan pasangan seksual yang status IMS (infeksi menular seksual) nya tidak di ketahui.
  • Memiliki riwayat IMS (infeksi menular seksual).
  • Sedang hamil dan belum melakukan skrining sifilis.

Sifilis dapat terjadi tanpa gejala yang mudah di kenali.

WHO juga merekomendasikan pemeriksaan pada kelompok dan situasi tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi.

Apa Saja Pemeriksaan Sifilis?

Setelah konsultasi, dokter ahli dapat menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan kondisi Anda.

1. Tes Darah Sifilis

Tes darah merupakan salah satu pemeriksaan utama untuk mendeteksi infeksi sifilis.

Pemeriksaan serologis dapat menggunakan jenis tes treponemal dan nontreponemal.

Tes tersebut membantu dokter ahli menilai apakah terdapat bukti infeksi dan, dalam konteks yang tepat, membantu menentukan tindak lanjut serta pemantauan pengobatan.

WHO menyebutkan bahwa pemeriksaan sifilis dapat di lakukan menggunakan tes laboratorium maupun rapid test.

Beberapa rapid test dapat memberikan hasil dalam waktu singkat sehingga memungkinkan evaluasi dan penanganan lebih cepat.

2. Pemeriksaan Luka atau Kelainan Kulit

Jika terdapat luka atau kelainan kulit yang mencurigakan, dokter ahli akan melakukan pemeriksaan fisik dan dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi.

Namun, tidak semua luka pada kelamin merupakan sifilis.

Herpes genital, iritasi, dan kondisi lainnya juga dapat menimbulkan luka atau keluhan serupa.

3. Pemeriksaan IMS (Infeksi Menular Seksual) Lain

Jika dokter ahli menilai terdapat risiko infeksi menular seksual (IMS) lainnya, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan tambahan.

Langkah ini penting karena seseorang dapat mengalami lebih dari 1 IMS (infeksi menular seksual) secara bersamaan.

WHO juga menekankan bahwa banyak IMS (infeksi menular seksual) dapat tidak menunjukkan gejala.

Apakah Sifilis Bisa Disembuhkan?

Ya. Sifilis merupakan infeksi bakteri yang dapat di sembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Pengobatan bergantung pada stadium dan kondisi pasien.

Pengobatan ini merupakan terapi pilihan untuk sifilis, sedangkan jenis dan lama pengobatan di tentukan dokter ahli berdasarkan stadium penyakit serta kondisi klinis.

Karena itu, jangan membeli atau menggunakan antibiotik sendiri. Dokter ahli perlu menentukan diagnosis dan regimen pengobatan yang sesuai.

Bagaimana Jika Sedang Hamil?

Jika Anda sedang hamil dan memiliki kemungkinan terkena sifilis, jangan menunda pemeriksaan.

Sifilis yang tidak di tangani selama kehamilan dapat menimbulkan komplikasi serius pada kehamilan dan bayi.

WHO menyebutkan bahwa pengobatan merupakan terapi utama dan satu-satunya terapi yang direkomendasikan WHO untuk ibu hamil dengan sifilis.

Karena itu, ibu hamil sebaiknya menyampaikan riwayat paparan dan hasil pemeriksaan kepada dokter ahli agar dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Apakah Pasangan Seksual Juga Perlu Diperiksa?

Jika seseorang terbukti mengalami sifilis, pasangan seksualnya juga mungkin perlu menjalani evaluasi.

Pemeriksaan dan penanganan pasangan seksual membantu mengurangi risiko penularan kembali (kambuh).

CDC merekomendasikan evaluasi klinis dan serologis bagi pasangan seksual pada kondisi tertentu sesuai stadium sifilis dan waktu terjadinya kontak.

Jangan Menunggu Gejala Sifilis Menjadi Berat

Salah satu alasan pemeriksaan sifilis penting adalah karena infeksi ini tidak selalu memberikan tanda yang mudah di kenali.

Infeksi yang tidak di tangani dapat berkembang ke tahap berikutnya dan pada kondisi tertentu menyebabkan komplikasi serius.

Sifilis tersier, misalnya, dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dan saraf.

Karena itu, apabila Anda memiliki risiko paparan atau menemukan gejala yang mencurigakan, lebih baik melakukan konsultasi daripada mencoba memastikan diagnosis sendiri.

Cek Sifilis di Klinik Apollo Jakarta

Jika Anda masih bingung cek sifilis ke dokter apa, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter ahli yang menangani penyakit kulit, kelamin, dan infeksi menular seksual (IMS).

Di Klinik Apollo Jakarta, pasien dapat berkonsultasi mengenai keluhan yang berkaitan dengan sifilis dan penyakit menular seksual (PMS) lainnya.

Pemeriksaan dapat membantu mengevaluasi keluhan, menentukan pemeriksaan yang di perlukan, dan memberikan arahan penanganan berdasarkan kondisi pasien. Jangan biarkan rasa khawatir membuat Anda menunda pemeriksaan.

Konsultasikan keluhan sifilis di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih terarah, mengetahui penyebab keluhan, serta memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.