Klinik Apollo – Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Banyak orang tidak menyadari telah terinfeksi karena gejala sifilis sering kali tidak langsung muncul setelah terpapar bakteri.

Akibatnya, penderita tetap beraktivitas seperti biasa dan tanpa sadar dapat menularkan infeksi kepada pasangan seksualnya. Lalu, kapan gejala sifilis muncul?

Jawabannya bergantung pada masa inkubasi penyakit dan respons sistem kekebalan tubuh setiap individu. Oleh karena itu, memahami tahapan sifilis sangat penting agar diagnosis dan pengobatan dapat di lakukan sedini mungkin.

Apa Itu Masa Inkubasi Sifilis?

Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak seseorang terpapar bakteri penyebab sifilis hingga munculnya gejala pertama.

Pada sifilis, masa inkubasi umumnya berlangsung sekitar 21 hari, tetapi dapat berkisar antara 10 hingga 90 hari.

Selama periode ini, bakteri berkembang biak di dalam tubuh tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Inilah alasan mengapa banyak penderita tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seseorang tetap berpotensi menularkan sifilis meskipun belum merasakan gejala.

Kapan Gejala Sifilis Muncul?

Pada sebagian besar kasus, gejala pertama muncul sekitar 3 minggu setelah terpapar bakteri.

Namun, waktu kemunculannya bisa lebih cepat atau lebih lambat tergantung pada:

  • Jumlah bakteri yang masuk ke tubuh.
  • Kondisi sistem kekebalan tubuh.
  • Riwayat penyakit tertentu.
  • Penggunaan antibiotik yang dapat mengubah tampilan gejala.

Karena itu, seseorang tidak dapat memastikan dirinya bebas dari sifilis hanya karena belum mengalami keluhan dalam beberapa hari setelah melakukan hubungan seksual berisiko.

Tahapan Gejala Sifilis

Gejala sifilis berkembang secara bertahap.

Setiap stadium memiliki tanda dan tingkat keparahan yang berbeda.

1. Sifilis Primer

Tahap pertama biasanya di tandai dengan munculnya luka kecil (chancre) pada area masuknya bakteri, seperti:

  • Penis.
  • Vagina.
  • Serviks.
  • Anus.
  • Mulut.
  • Bibir.

Luka tersebut umumnya:

  • Tidak terasa nyeri.
  • Berbentuk bulat atau oval.
  • Bertepi tegas.
  • Dapat sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 6 minggu tanpa pengobatan.

Meskipun luka menghilang, bakteri tetap berada di dalam tubuh.

2. Sifilis Sekunder

Beberapa minggu setelah luka primer sembuh, penderita dapat mengalami gejala seperti:

  • Ruam pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan.
  • Rambut rontok pada sebagian area kepala.

Ruam sifilis sering kali tidak terasa gatal sehingga kerap di abaikan.

3. Sifilis Laten

Pada fase laten, penderita tidak mengalami gejala sama sekali.

Namun, bakteri tetap berada di dalam tubuh.

Tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun apabila tidak mendapatkan pengobatan.

4. Sifilis Tersier

Jika tidak ditangani, sekitar 15 hingga 30% penderita sifilis yang tidak diobati dapat mengalami komplikasi serius pada tahap lanjut.

Komplikasi dapat meliputi:

  • Gangguan jantung dan pembuluh darah.
  • Kerusakan otak.
  • Gangguan saraf.
  • Kerusakan mata.
  • Gangguan pendengaran.
  • Kelumpuhan.

Oleh sebab itu, diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan organ permanen.

Apakah Semua Orang Mengalami Gejala yang Sama?

Tidak.

Gejala sifilis dapat berbeda pada setiap orang.

Bahkan, sebagian penderita hanya mengalami luka kecil yang sulit terlihat karena berada di dalam vagina, anus, atau mulut.

Akibatnya, infeksi sering terlambat diketahui hingga memasuki stadium berikutnya.

Faktor yang Memengaruhi Munculnya Gejala

Beberapa faktor dapat memengaruhi kapan gejala sifilis muncul, antara lain:

  • Daya tahan tubuh.
  • Lokasi masuknya bakteri.
  • Jumlah bakteri yang menginfeksi.
  • Adanya infeksi menular seksual (IMS) lain.
  • Penggunaan antibiotik sebelum diagnosis.

Karena itu, pemeriksaan laboratorium tetap di perlukan untuk memastikan diagnosis.

Bagaimana Cara Memastikan Sifilis?

Dokter ahli biasanya akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan, antara lain:

  • Wawancara mengenai riwayat hubungan seksual.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan luka atau ruam.
  • Tes darah sifilis, seperti VDRL, RPR, serta tes konfirmasi TPHA atau FTA-ABS bila di perlukan.

Diagnosis yang akurat membantu dokter menentukan terapi yang sesuai dengan stadium penyakit.

Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami kondisi berikut:

  • Muncul luka pada area kelamin, anus, atau mulut.
  • Mengalami ruam tanpa penyebab yang jelas.
  • Pernah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung).
  • Pasangan seksual di diagnosis sifilis.
  • Sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil.

Semakin cepat sifilis di diagnosis, semakin besar peluang pengobatan berhasil dan semakin kecil risiko komplikasi maupun penularan kepada pasangan seksual.

Bisakah Sifilis Disembuhkan?

Ya.

Sifilis dapat di obati secara efektif, terutama jika di temukan pada stadium awal.

Pengobatan umumnya menggunakan antibiotik sesuai rekomendasi dokter ahli.

Namun, perlu di pahami bahwa pengobatan hanya menghilangkan infeksi.

Kerusakan organ yang telah terjadi akibat sifilis stadium lanjut mungkin tidak dapat di pulihkan sepenuhnya.

Selain menjalani pengobatan, pasangan seksual juga sebaiknya menjalani pemeriksaan agar tidak terjadi penularan kembali (kambuh).

Cara Mencegah Sifilis

Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko infeksi.

Beberapa upaya yang dapat di lakukan meliputi:

  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten saat berhubungan seksual.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan skrining IMS (infeksi menular seksual) secara berkala jika memiliki faktor risiko.
  • Tidak melakukan hubungan seksual hingga pengobatan di nyatakan selesai oleh dokter ahli.
  • Mengajak pasangan seksual untuk menjalani pemeriksaan jika salah satu terdiagnosis sifilis.

Kesimpulan

Kapan gejala sifilis muncul?

Pada umumnya, gejala pertama muncul sekitar 21 hari setelah terpapar bakteri, meskipun masa inkubasinya dapat berkisar antara 10 hingga 90 hari.

Gejala berkembang melalui beberapa tahap, mulai dari luka yang tidak nyeri hingga komplikasi serius jika tidak di tangani.

Oleh karena itu, jangan menunggu gejala semakin berat untuk melakukan pemeriksaan, terutama jika Anda memiliki riwayat hubungan seksual berisiko.

Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta

Apabila Anda mengalami luka pada area kelamin, ruam yang mencurigakan, atau memiliki kekhawatiran setelah melakukan hubungan seksual berisiko, segera konsultasikan kondisi Anda di Klinik Utama Apollo Jakarta.

Tim dokter ahli berpengalaman akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, memberikan diagnosis yang akurat, serta menyusun pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Klinik Utama Apollo Jakarta mengutamakan privasi pasien, di dukung fasilitas pemeriksaan yang lengkap, pelayanan profesional, serta penanganan yang cepat sehingga Anda dapat memperoleh kepastian diagnosis dan memulai terapi sedini mungkin untuk mengurangi risiko komplikasi dan penularan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.