Klinik Apollo – Luka di mulut sering kali dianggap sebagai sariawan biasa. Padahal, dalam beberapa kasus, luka tersebut dapat menjadi tanda sifilis, yaitu infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Karena keduanya sama-sama dapat menimbulkan luka pada mulut, tidak sedikit orang yang sulit membedakannya.
Lantas, apa perbedaan sariawan dan sifilis? Memahami ciri khas masing-masing kondisi sangat penting agar Anda tidak terlambat mendapatkan penanganan yang sesuai.
Artikel ini akan membahas perbedaan sariawan dan sifilis berdasarkan penyebab, gejala, cara diagnosis, hingga pilihan pengobatannya.
Apa Itu Sariawan?
Sariawan atau stomatitis aftosa adalah luka kecil yang muncul pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti bibir bagian dalam, pipi, lidah, atau gusi.
Kondisi ini bukan penyakit menular dan umumnya dapat sembuh dalam waktu 7 hingga 14 hari.
Sariawan dapat di picu oleh berbagai faktor, antara lain:
- Luka akibat tergigit atau gesekan behel.
- Kekurangan vitamin B12, zat besi, atau asam folat.
- Stres.
- Perubahan hormon.
- Daya tahan tubuh yang menurun.
- Konsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam.
Apa Itu Sifilis?
Sifilis adalah infeksi bakteri yang paling sering menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung).
Selain menyerang area kelamin, sifilis juga dapat menyebabkan luka pada mulut, terutama jika penularan terjadi melalui seks oral.
Menurut World Health Organization (WHO), sifilis masih menjadi salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang banyak di temukan di berbagai negara.
Jika tidak di tangani, infeksi ini dapat berkembang ke tahap yang lebih serius dan menyerang organ tubuh lainnya.
Gejala Sifilis yang Perlu Diwaspadai
Selain luka pada mulut, sifilis juga dapat menimbulkan berbagai gejala lain sesuai dengan tahap infeksinya.
1. Sifilis Primer
- Luka tunggal atau lebih pada area yang terinfeksi.
- Luka umumnya tidak terasa nyeri.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar lokasi infeksi.
2. Sifilis Sekunder
Jika tidak di tangani, infeksi dapat berkembang menjadi sifilis sekunder dengan gejala seperti:
- Ruam pada telapak tangan atau telapak kaki.
- Demam.
- Nyeri tenggorokan.
- Kelelahan.
- Rambut rontok tidak merata.
- Luka pada mulut atau area genital.
Kapan Luka di Mulut Perlu Dicurigai Sebagai Sifilis?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami kondisi berikut:
- Luka di mulut tidak sembuh lebih dari 2 minggu.
- Luka tidak terasa nyeri tetapi terus menetap.
- Memiliki riwayat hubungan seksual berisiko.
- Di sertai ruam pada kulit atau pembengkakan kelenjar getah bening.
- Pasangan di diagnosis mengalami sifilis atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
Diagnosis yang cepat membantu mencegah perkembangan infeksi ke tahap yang lebih berat.
Bagaimana Dokter Membedakan Sariawan dan Sifilis?
Dokter ahli akan melakukan beberapa langkah untuk memastikan penyebab luka pada mulut, di antaranya:
- Wawancara mengenai riwayat kesehatan dan gejala.
- Pemeriksaan fisik pada rongga mulut dan area tubuh lainnya.
- Pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah untuk mendeteksi sifilis apabila terdapat indikasi.
Pemeriksaan menyeluruh sangat penting karena luka akibat sifilis dapat menyerupai sariawan biasa.
Pengobatan Sariawan dan Sifilis
Pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.
1. Penanganan Sariawan
- Menjaga kebersihan mulut.
- Menghindari makanan yang terlalu pedas atau asam.
- Menggunakan obat-obatan kumur atau obat-obatan oles sesuai anjuran tenaga medis bila di perlukan.
- Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
2. Penanganan Sifilis
Sifilis memerlukan pengobatan dengan antibiotik yang direkomendasikan dokter ahli.
Selain itu, pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan sesuai indikasi untuk membantu mencegah penularan kembali.
Hindari mengobati sifilis secara mandiri tanpa pemeriksaan karena dapat menyebabkan infeksi terus berkembang meskipun luka tampak membaik.
Bisakah Sifilis Dicegah?
Risiko sifilis dapat di kurangi dengan beberapa langkah berikut:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten saat berhubungan seksual.
- Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Menjalani pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala apabila memiliki faktor risiko.
- Tidak berbagi alat yang dapat terkontaminasi darah.
- Segera memeriksakan diri jika muncul gejala yang mencurigakan.
Data Medis yang Mendukung
Menurut World Health Organization (WHO), di perkirakan terdapat sekitar 8 juta kasus baru sifilis pada orang dewasa secara global pada tahun 2022, sehingga deteksi dini dan pengobatan menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi maupun penularan lebih lanjut.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa sifilis primer umumnya di tandai dengan munculnya chancre, yaitu luka yang sering kali tidak terasa nyeri pada lokasi masuknya bakteri.
Karena tidak menimbulkan keluhan berarti, banyak penderita tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Kesimpulan
Perbedaan sariawan dan sifilis terletak pada penyebab, karakteristik luka, cara penularan, serta penanganannya. Sariawan umumnya tidak menular dan dapat sembuh sendiri dalam waktu 1 hingga 2 minggu.
Sebaliknya, sifilis merupakan infeksi bakteri yang memerlukan diagnosis dan pengobatan medis agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Jika Anda mengalami luka di mulut yang tidak kunjung sembuh, tidak terasa nyeri, di sertai riwayat hubungan seksual berisiko, atau muncul gejala lain yang mengarah pada sifilis, jangan menunda pemeriksaan.
Klinik Apollo Jakarta siap membantu Anda dengan konsultasi yang mengutamakan privasi pasien, pemeriksaan diagnostik yang menyeluruh, serta penanganan sesuai pedoman medis terkini.
Dengan diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai, peluang pemulihan menjadi lebih baik sekaligus membantu mengurangi risiko penularan kepada pasangan seksual.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
JAM OPERASIONAL
| Senin – Minggu | 09.00 – 19.00 |


