Klinik Apollo – Melihat kencing keluar darah tentu dapat menimbulkan rasa khawatir.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai hematuria dan terjadi ketika darah muncul di dalam urine. Darah tersebut dapat terlihat secara langsung atau hanya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
Meskipun tidak selalu menandakan penyakit berbahaya, Anda tetap tidak boleh mengabaikan kencing keluar darah. Selain itu, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian karena dapat menunjukkan adanya gangguan kesehatan tertentu. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menjadi gejala awal dari gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis segera.
Lalu, benarkah kencing keluar darah bisa menjadi tanda penyakit serius? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Kencing Keluar Darah?
Kencing keluar darah atau hematuria adalah kondisi ketika urine mengandung sel darah merah.
Akibatnya, darah dalam urine dapat menyebabkan warna urine berubah menjadi merah muda, merah terang, atau kecokelatan.
Selanjutnya, secara umum hematuria terbagi menjadi dua jenis:
- Hematuria makroskopik, yaitu darah terlihat jelas dalam urine.
- Hematuria mikroskopik, yaitu kondisi ketika darah tidak terlihat dengan mata telanjang dan dokter hanya menemukannya melalui pemeriksaan urine.
Oleh karena itu, dokter perlu mengevaluasi kedua kondisi tersebut untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Penyebab Kencing Keluar Darah
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya darah saat buang air kecil, di antaranya:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi bakteri pada saluran kemih dapat memicu iritasi dan peradangan. Akibatnya, darah dapat muncul dalam urine.
Selain hematuria, kondisi ini biasanya menimbulkan gejala seperti:
- Nyeri atau perih saat buang air kecil
- Anyang-anyangan
- Frekuensi buang air kecil meningkat
- Urine berbau tidak sedap
2. Batu Ginjal atau Batu Saluran Kemih
Batu ginjal atau batu saluran kemih dapat melukai jaringan di sekitarnya. Akibatnya, perdarahan dapat terjadi dan darah muncul saat buang air kecil.
Gejala yang sering muncul meliputi:
- Nyeri hebat di pinggang atau perut bagian bawah
- Mual dan muntah
- Kesulitan buang air kecil
3. Pembesaran atau Peradangan Prostat
Pada pria, gangguan pada prostat seperti prostatitis atau pembesaran prostat dapat menyebabkan darah dalam urine.
Selain itu, kondisi ini sering disertai gangguan aliran urine dan nyeri panggul.
4. Penyakit Ginjal
Berbagai penyakit ginjal, termasuk glomerulonefritis, dapat membuat sel darah merah masuk ke dalam urine. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat mengganggu fungsi ginjal.
Selain hematuria, penderita mungkin mengalami pembengkakan dan tekanan darah tinggi.
5. Cedera pada Saluran Kemih
Sementara itu, benturan keras atau trauma pada ginjal dan kandung kemih juga dapat mengakibatkan perdarahan yang muncul saat buang air kecil.
6. Kanker Saluran Kemih
Dalam beberapa kasus, kencing keluar darah dapat menjadi gejala awal kanker kandung kemih, ginjal, atau prostat.
Selain itu, risiko ini umumnya lebih tinggi pada perokok, usia lanjut, dan individu dengan riwayat keluarga tertentu.
Kapan Kencing Keluar Darah Dianggap Berbahaya?
Segera periksakan diri jika Anda mengalami:
- Darah terlihat jelas dalam urine
- Nyeri hebat saat buang air kecil
- Demam tinggi
- Nyeri pinggang yang tidak kunjung membaik
- Kesulitan buang air kecil
- Darah dalam urine yang terjadi berulang
Oleh karena itu, Anda perlu menjalani pemeriksaan sedini mungkin agar dokter dapat memastikan penyebabnya dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyebab Kencing Keluar Darah?
Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
1. Analisis Urine
Pertama, dokter melakukan analisis urine untuk mendeteksi infeksi, darah, atau kelainan lainnya dalam urine.
2. Tes Darah
Selanjutnya, dokter menggunakan tes darah untuk menilai fungsi ginjal sekaligus mendeteksi tanda-tanda infeksi.
3. USG atau CT Scan
Selain itu, melalui USG atau CT Scan, dokter dapat melihat keberadaan batu ginjal, tumor, maupun kelainan pada saluran kemih.
4. Sistoskopi
Jika diperlukan, dokter menggunakan sistoskopi untuk memeriksa kondisi kandung kemih dan bagian dalam saluran kemih secara lebih rinci.
Cara Mengatasi Kencing Keluar Darah
Penanganan hematuria bergantung pada penyebabnya. Oleh sebab itu, dokter akan menyesuaikan terapi dengan kondisi masing-masing pasien, antara lain:
- Antibiotik untuk infeksi saluran kemih
- Terapi penghancur batu atau tindakan medis untuk batu ginjal
- Pengobatan gangguan prostat
- Terapi khusus untuk penyakit ginjal
- Penanganan kanker sesuai stadium dan kondisi pasien
Karena penyebabnya sangat beragam, Anda tidak boleh melakukan pengobatan secara sembarangan. Sebaliknya, dokter perlu menentukan diagnosis yang tepat terlebih dahulu.
Cara Mencegah Kencing Keluar Darah
Untuk mengurangi risiko terjadinya hematuria, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih:
- Minum air putih yang cukup setiap hari
- Menjaga kebersihan area genital
- Tidak menahan buang air kecil terlalu lama
- Menghindari kebiasaan merokok
- Menjalani pola hidup sehat dan olahraga teratur
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
Kesimpulan
Kencing keluar darah bukanlah kondisi yang boleh dianggap sepele. Meskipun infeksi saluran kemih sering memicu kondisi ini, kencing keluar darah juga dapat menjadi tanda penyakit yang lebih serius, seperti batu ginjal, gangguan prostat, penyakit ginjal, hingga kanker saluran kemih.
Oleh karena itu, Anda perlu menjalani pemeriksaan medis sedini mungkin agar dokter dapat mengetahui penyebab pasti sekaligus memberikan penanganan yang tepat. Dengan demikian, jika Anda mengalami kencing keluar darah atau gejala gangguan saluran kemih lainnya, jangan menunda pemeriksaan.
Selain itu, segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan diagnosis yang akurat serta pengobatan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, segera hubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0812-1230-6882 atau kunjungi kontak kami di website untuk informasi lebih lanjut.
FAQ Seputar Kencing Keluar Darah
1. Apakah kencing keluar darah selalu berbahaya?
Tidak selalu. Pada beberapa kasus, infeksi ringan atau aktivitas fisik berat dapat memicu kondisi ini. Meskipun demikian, karena kondisi ini juga dapat menjadi tanda penyakit serius, pemeriksaan dokter tetap diperlukan.
2. Apakah kencing keluar darah bisa sembuh sendiri?
Tergantung penyebabnya. Sebagai contoh, hematuria akibat olahraga berat terkadang dapat hilang sendiri. Namun, jika infeksi, batu ginjal, atau penyakit lain menjadi penyebabnya, dokter perlu memberikan pengobatan yang sesuai.
3. Apakah kencing berdarah tanpa nyeri berbahaya?
Ya, kondisi ini tetap perlu diperiksa. Bahkan, kencing berdarah tanpa nyeri dapat menjadi tanda gangguan serius seperti tumor atau kanker saluran kemih.
4. Apakah batu ginjal selalu menyebabkan kencing berdarah?
Tidak selalu. Namun demikian, batu ginjal sering menyebabkan iritasi dan luka pada saluran kemih sehingga darah dapat muncul dalam urine.
5. Kapan harus ke dokter jika mengalami kencing keluar darah?
Segera periksakan diri jika darah terlihat jelas dalam urine, muncul berulang kali, disertai nyeri hebat, demam, atau kesulitan buang air kecil.
6. Apakah kurang minum air putih dapat menyebabkan kencing berdarah?
Ya, karena itu, kurang minum air putih dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan infeksi saluran kemih yang pada akhirnya dapat menyebabkan hematuria.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
JAM OPERASIONAL
| Senin – Minggu | 09.00 – 19.00 |


