Klinik Apollo – Banyak orang bertanya, apakah sifilis bisa menular lewat air liur? Pertanyaan ini sering muncul karena masih banyak kesalahpahaman mengenai cara penularan penyakit sifilis.

Sebagian orang khawatir tertular hanya karena berbagi makanan, minuman, atau berbicara dengan penderita. Faktanya, sifilis tidak menular hanya melalui air liur dalam aktivitas sehari-hari.

Namun, terdapat kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko penularan apabila terdapat luka sifilis (chancre) di dalam mulut atau bibir dan terjadi kontak langsung saat berciuman atau melakukan seks oral.

Oleh karena itu, memahami cara penularan sifilis berdasarkan bukti medis sangat penting agar Anda dapat melindungi diri sekaligus menghindari informasi yang keliru.

Apa Itu Sifilis?

Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Penyakit ini berkembang secara bertahap melalui beberapa stadium, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier.

Apabila tidak di tangani, sifilis dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk otak, jantung, mata, dan sistem saraf.

Menurut World Health Organization (WHO), di perkirakan terdapat lebih dari 8 juta kasus baru sifilis pada orang dewasa (usia 15 hingga 49 tahun) di seluruh dunia pada tahun 2022, sehingga penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global.

Apakah Sifilis Bisa Menular Lewat Air Liur?

Jawabannya adalah tidak melalui air liur saja.

Hingga saat ini, bukti ilmiah menunjukkan bahwa air liur bukan merupakan media utama penularan sifilis.

Akan tetapi, penularan dapat terjadi apabila air liur bersentuhan langsung dengan luka sifilis yang aktif di area mulut, bibir, lidah, atau tenggorokan. Artinya, risiko lebih besar terjadi ketika seseorang:

  • Berciuman dengan penderita yang memiliki luka sifilis aktif di mulut.
  • Melakukan seks oral dengan pasangan seksual yang terinfeksi.
  • Melakukan kontak langsung dengan luka sifilis pada area genital, anus, atau mulut.

Sebaliknya, berbagi gelas, sendok, makanan, berbicara, bersin, atau berjabat tangan tidak termasuk cara penularan sifilis.

Bagaimana Cara Penularan Sifilis?

Penularan sifilis paling sering terjadi melalui kontak langsung dengan luka sifilis saat melakukan aktivitas seksual.

Beberapa cara penularannya meliputi:

  • Hubungan seksual vaginal tanpa pelindung.
  • Hubungan seksual anal.
  • Seks oral.
  • Kontak langsung dengan luka sifilis.
  • Penularan dari ibu hamil kepada janin (sifilis kongenital).

Karena itu, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) memang dapat membantu menurunkan risiko, tetapi tidak memberikan perlindungan penuh apabila luka berada di area yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

Apakah Ciuman Bisa Menularkan Sifilis?

Ya, tetapi hanya dalam kondisi tertentu.

Apabila penderita memiliki luka sifilis aktif pada bibir, lidah, gusi, atau bagian dalam mulut, maka ciuman yang melibatkan kontak langsung dengan luka tersebut berpotensi menularkan bakteri.

Sebaliknya, apabila tidak terdapat luka aktif di mulut, risiko penularan melalui ciuman menjadi jauh lebih rendah.

Gejala Sifilis yang Perlu Diwaspadai

Gejala sifilis berbeda pada setiap stadium penyakit.

1. Stadium Primer

Pada tahap awal biasanya muncul:

  • Luka kecil (chancre) yang tidak terasa nyeri.
  • Luka dapat muncul pada penis, vagina, anus, bibir, atau mulut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Stadium Sekunder

Selanjutnya penderita dapat mengalami:

  • Ruam pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Demam.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Rambut rontok sebagian.
  • Kelelahan.
  • Luka pada mulut atau area genital.

Apabila tidak di obati, infeksi dapat memasuki fase laten dan akhirnya berkembang menjadi sifilis tersier yang berisiko menyebabkan komplikasi serius.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Penularan

Risiko penularan sifilis menjadi lebih tinggi apabila seseorang:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari 1.
  • Tidak menggunakan kondom (pengaman atau pelindung).
  • Melakukan seks oral tanpa perlindungan.
  • Berhubungan seksual dengan pasangan seksual yang status kesehatannya tidak di ketahui.
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS) sebelumnya.

Bagaimana Cara Mencegah Sifilis?

Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk mengurangi risiko infeksi.

Beberapa upaya yang dapat di lakukan meliputi:

  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten.
  • Menghindari hubungan seksual dengan pasangan seksual yang memiliki luka pada area genital atau mulut.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala apabila memiliki faktor risiko.
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Segera memeriksakan diri apabila muncul luka yang tidak biasa pada organ intim atau mulut.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Luka pada kelamin atau mulut yang tidak kunjung sembuh.
  • Ruam tanpa penyebab yang jelas.
  • Nyeri tenggorokan di sertai luka di mulut setelah melakukan seks oral.
  • Memiliki pasangan seksual yang di diagnosis sifilis.
  • Pernah melakukan hubungan seksual berisiko.

Diagnosis sejak dini memungkinkan pengobatan di lakukan lebih cepat sehingga dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Sifilis?

Dokter ahli akan melakukan evaluasi menyeluruh yang dapat meliputi:

  • Wawancara mengenai riwayat kesehatan dan aktivitas seksual.
  • Pemeriksaan fisik pada area yang di curigai terdapat luka.
  • Tes darah untuk mendeteksi antibodi sifilis.
  • Pemeriksaan tambahan sesuai kondisi pasien bila di perlukan.

Penegakan diagnosis yang akurat sangat penting agar terapi di berikan sesuai dengan stadium penyakit.

Kesimpulan

Apakah sifilis bisa menular lewat air liur? Secara umum, air liur bukan media utama penularan sifilis.

Namun, penularan dapat terjadi apabila terdapat luka sifilis aktif di mulut dan terjadi kontak langsung, misalnya saat berciuman atau melakukan seks oral.

Karena gejala awal sifilis sering tidak di sadari, pemeriksaan dini sangat penting apabila Anda memiliki faktor risiko atau mengalami luka yang mencurigakan.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sifilis dapat di obati sehingga risiko komplikasi maupun penularan dapat di kurangi.

Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta

Jangan biarkan rasa khawatir mengganggu kesehatan dan aktivitas Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai sifilis, mengalami gejala yang mengarah pada infeksi menular seksual (IMS), atau memiliki riwayat kontak berisiko, segera konsultasikan ke Klinik Apollo Jakarta.

Dokter berpengalaman akan melakukan evaluasi secara profesional dengan menjaga kerahasiaan dan privasi pasien, di dukung pemeriksaan yang tepat serta penanganan sesuai kondisi medis Anda.

Semakin cepat di lakukan pemeriksaan, semakin besar peluang mendapatkan penanganan yang efektif dan mencegah komplikasi di kemudian hari.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.