Klinik Apollo – Sifilis pada pria merupakan salah 1 infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Penyakit ini dapat berkembang secara bertahap dan sering kali tidak di sadari karena gejalanya pada tahap awal cenderung ringan atau bahkan tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika tidak di tangani dengan tepat, sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi berbagai organ tubuh.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda sifilis pada pria dan mengetahui cara penanganannya sejak dini.

Apa Itu Sifilis pada Pria?

Sifilis adalah infeksi bakteri yang umumnya menular melalui kontak seksual, baik vaginal, anal, maupun oral dengan seseorang yang terinfeksi. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan luka sifilis yang sering kali muncul di area kelamin, anus, atau mulut. Penyakit ini berkembang dalam beberapa tahap, yaitu sifilis primer, sekunder, laten, dan tersier. Setiap tahap memiliki gejala yang berbeda-beda dan memerlukan perhatian medis.

Menurut World Health Organization, sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat di tularkan melalui kontak seksual vaginal, anal, maupun oral dengan seseorang yang terinfeksi, serta dari ibu hamil kepada bayinya selama kehamilan.

WHO menjelaskan bahwa sifilis sering kali berkembang dalam beberapa tahap, yaitu primer, sekunder, laten, dan tersier, dengan gejala yang dapat bervariasi pada setiap stadium. Jika tidak terdeteksi dan di tangani sejak dini, sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi sistem saraf, jantung, dan organ tubuh lainnya.

Oleh karena itu, WHO menekankan pentingnya deteksi dini, pemeriksaan rutin pada kelompok berisiko, serta penanganan medis yang tepat untuk membantu mencegah penularan dan komplikasi akibat sifilis.

Tanda dan Gejala Sifilis pada Pria

Gejala sifilis dapat berbeda tergantung pada stadium infeksinya.

Berikut beberapa tanda yang perlu di waspadai:

1. Sifilis Primer

Tahap awal sifilis biasanya di tandai dengan munculnya luka atau borok yang di sebut chancre.

Ciri-cirinya antara lain:

  • Luka berbentuk bulat atau oval.
  • Tidak terasa nyeri.
  • Muncul pada penis, skrotum, anus, atau mulut.
  • Dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu meskipun infeksi masih ada di dalam tubuh.

Karena tidak menimbulkan rasa sakit, banyak pria yang tidak menyadari adanya luka ini.

2. Sifilis Sekunder

Jika tidak di obati, sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dengan gejala seperti:

  • Ruam pada telapak tangan atau telapak kaki.
  • Demam.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Rambut rontok pada beberapa kasus.

Gejala-gejala ini dapat hilang tanpa pengobatan, tetapi infeksi tetap berlanjut.

3. Sifilis Laten

Pada tahap laten, penderita biasanya tidak mengalami gejala yang terlihat.

Namun, bakteri masih berada di dalam tubuh dan dapat berkembang ke tahap yang lebih serius.

4. Sifilis Tersier

Tahap ini dapat terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal jika tidak di tangani.

Komplikasi yang dapat muncul meliputi:

  • Gangguan jantung dan pembuluh darah.
  • Kerusakan saraf.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kerusakan otak.
  • Kelumpuhan pada kasus tertentu.

Penyebab dan Faktor Risiko Sifilis pada Pria

Penyebab utama sifilis adalah infeksi bakteri Treponema pallidum.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tertular sifilis meliputi:

  • Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung).
  • Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
  • Berhubungan seksual dengan pasangan seksual yang terinfeksi sifilis.

Bagaimana Sifilis Didiagnosis?

Untuk memastikan diagnosis sifilis, dokter ahli biasanya akan melakukan:

1. Wawancara Medis

Dokter ahli akan menanyakan gejala yang di alami, riwayat kesehatan, serta aktivitas seksual pasien.

2. Pemeriksaan Fisik

Area yang di curigai mengalami luka atau ruam akan di periksa secara langsung.

3. Tes Laboratorium

Pemeriksaan darah sering di gunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis.

Pada kondisi tertentu, dokter ahli juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan.

Cara Mengobati Sifilis pada Pria

Penanganan sifilis harus di lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

Pengobatan yang tepat bertujuan untuk mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Beberapa langkah yang umumnya di lakukan meliputi:

1. Konsultasi dan Pemeriksaan Menyeluruh

Pemeriksaan dini sangat penting untuk mengetahui stadium sifilis dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

2. Pengobatan Sesuai Anjuran Dokter Ahli

Dokter ahli akan menentukan terapi berdasarkan kondisi pasien dan hasil pemeriksaan yang di lakukan.

Penting untuk mengikuti seluruh anjuran pengobatan hingga selesai.

3. Pemeriksaan Pasangan Seksual

Pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan guna mencegah penularan ulang (kambuh) dan memastikan infeksi tidak terus menyebar.

4. Menghindari Hubungan Seksual Sementara

Pasien biasanya di anjurkan untuk menunda aktivitas seksual sampai pengobatan selesai dan dokter ahli menyatakan kondisi aman.

5. Kontrol Rutin

Pemeriksaan lanjutan di perlukan untuk memantau perkembangan kondisi dan memastikan infeksi telah tertangani dengan baik.

Bisakah Sifilis Dicegah?

Pencegahan sifilis dapat di lakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Menggunakan pengaman (kondom atau pelindung) saat berhubungan seksual.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala.
  • Tidak melakukan kontak seksual dengan pasangan seksual yang memiliki gejala infeksi.
  • Segera memeriksakan diri jika muncul luka atau gejala mencurigakan pada area genital.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera konsultasikan dengan dokter ahli apabila mengalami:

  • Luka pada penis atau area genital yang tidak biasa.
  • Ruam pada kulit yang tidak di ketahui penyebabnya.
  • Keluar cairan abnormal (tidak normal) dari kelamin.
  • Nyeri saat kencing.
  • Riwayat kontak seksual dengan penderita sifilis.

Semakin cepat sifilis di diagnosis dan di tangani, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Sifilis pada pria adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

Tanda-tandanya dapat berupa luka yang tidak nyeri, ruam kulit, demam, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius pada stadium lanjut.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini dan segera melakukan pemeriksaan medis. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi akibat sifilis dapat di minimalkan dan kesehatan reproduksi tetap terjaga.

Baca juga: Cara Pengobatan Sifilis Sesuai Tingkat Keparahan Infeksi

Kesimpulan

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada sifilis pada pria, seperti munculnya luka pada kelamin, ruam pada kulit, atau keluhan lain yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Di Klinik Apollo, pasien dapat menjalani konsultasi dengan dokter ahli berpengalaman, pemeriksaan menyeluruh, serta mendapatkan rekomendasi penanganan yang di sesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan infeksi.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi akibat sifilis dapat di minimalkan, sekaligus membantu menjaga kesehatan reproduksi dan kualitas hidup pasien.

Segera hubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0812-1230-6882 atau kunjungi kontak kami di website untuk informasi lebih lanjut.

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.