Klinik Apollo – Banyak wanita bertanya, keputihan sifilis seperti apa? Pertanyaan ini muncul karena keputihan sering dikaitkan dengan berbagai infeksi pada organ intim, termasuk infeksi menular seksual (IMS).

Namun, penting untuk diketahui bahwa keputihan bukanlah gejala utama sifilis. Meski demikian, pada beberapa kasus, wanita yang mengalami sifilis juga dapat mengalami keputihan akibat infeksi lain yang terjadi bersamaan atau karena adanya peradangan pada area genital.

Oleh sebab itu, Anda tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa setiap keputihan merupakan tanda sifilis.

Sebaliknya, kenali ciri-ciri sifilis pada wanita, perhatikan perubahan yang terjadi pada organ intim, dan lakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.

Apakah Sifilis Menyebabkan Keputihan?

Sifilis merupakan infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan umumnya di tularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman (kondom atau pelindung) atau kontak langsung dengan luka sifilis.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala awal sifilis biasanya berupa luka kecil (chancre) yang tidak nyeri pada area genital, anus, atau mulut.

Sementara itu, keputihan bukan termasuk gejala khas sifilis primer.

Namun, beberapa wanita dapat mengalami keputihan apabila:

  • Terjadi infeksi menular seksual (IMS) lain secara bersamaan, seperti gonore (kencing nanah) atau klamidia.
  • Sifilis menyebabkan peradangan pada organ reproduksi.
  • Terdapat ketidakseimbangan flora normal vagina akibat infeksi lain.

Dengan kata lain, keputihan pada penderita sifilis lebih sering berkaitan dengan infeksi penyerta di bandingkan sifilis itu sendiri.

Keputihan Sifilis Seperti Apa?

Tidak ada bentuk keputihan yang secara spesifik hanya menandakan sifilis.

Akan tetapi, apabila sifilis di sertai infeksi lain, keputihan dapat memiliki karakteristik berikut:

  • Berwarna kekuningan, kehijauan, atau keruh.
  • Berbau tidak sedap.
  • Jumlahnya lebih banyak dari biasanya.
  • Di sertai rasa gatal atau iritasi.
  • Menimbulkan nyeri saat kencing.
  • Menyebabkan nyeri saat berhubungan intim.

Karena ciri-ciri tersebut juga dapat di temukan pada berbagai penyakit lain, pemeriksaan laboratorium tetap di perlukan agar diagnosis tidak keliru.

Gejala Sifilis pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Selain perubahan pada cairan vagina, sifilis dapat menimbulkan gejala lain sesuai stadium penyakitnya.

1. Sifilis Primer

Gejala awal biasanya muncul sekitar 10 hingga 90 hari setelah terpapar bakteri.

Ciri-cirinya meliputi:

  • Luka kecil yang tidak terasa nyeri.
  • Luka dapat muncul di vagina, leher rahim, anus, atau mulut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area infeksi.

Karena luka sering berada di bagian dalam vagina, banyak wanita tidak menyadarinya.

2. Sifilis Sekunder

Jika tidak di obati, infeksi dapat berkembang menjadi sifilis sekunder dengan gejala seperti:

  • Ruam pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Demam.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Rambut rontok sebagian.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

3. Sifilis Laten dan Tersier

Pada tahap laten, penderita dapat tidak mengalami gejala sama sekali, meskipun bakteri masih berada di dalam tubuh.

Apabila tetap tidak mendapatkan pengobatan, sifilis dapat berkembang menjadi stadium tersier yang berisiko menyebabkan:

  • Gangguan otak.
  • Kerusakan saraf.
  • Penyakit jantung.
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Penyebab Keputihan Selain Sifilis

Apabila Anda mengalami keputihan yang berubah warna atau berbau, penyebabnya tidak selalu sifilis.

Beberapa kondisi lain yang lebih sering menjadi penyebab antara lain:

  • Vaginosis bakterialis (BV).
  • Infeksi jamur (Candida).
  • Trikomoniasis.
  • Gonore (kencing nanah).
  • Klamidia.
  • Radang leher rahim (servisitis).
  • Radang vagina (vaginitis).

Karena gejalanya dapat saling menyerupai, dokter ahli biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk menentukan penyebab pastinya.

Baca juga: Informasi mengenai keputihan abnormal (tidak normal), vaginitis, dan penyakit menular seksual (PMS) di Klinik Apollo Jakarta untuk memahami berbagai penyebab dan pilihan penanganannya.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Sifilis?

Untuk memastikan diagnosis, dokter ahli dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Wawancara riwayat kesehatan dan aktivitas seksual.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan luka pada area genital.
  • Tes darah sifilis, seperti VDRL, RPR, atau tes treponemal.
  • Pemeriksaan cairan vagina apabila di curigai terdapat infeksi lain.

Diagnosis yang akurat akan membantu menentukan terapi yang paling sesuai.

Apakah Sifilis Bisa Diobati?

Ya. Sifilis dapat di obati, terutama jika terdeteksi pada tahap awal.

Terapi utama menggunakan antibiotik sesuai rekomendasi dokter ahli.

Selain itu, pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan dan, bila di perlukan, pengobatan agar tidak terjadi penularan ulang (kambuh).

Semakin cepat sifilis di tangani, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Kapan Harus Segera ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Keputihan yang berbau menyengat.
  • Keputihan berwarna kuning, hijau, atau bercampur darah.
  • Luka pada area genital.
  • Nyeri saat kencing.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Ruam pada telapak tangan atau kaki.
  • Memiliki riwayat hubungan seksual berisiko.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah infeksi berkembang menjadi lebih serius.

Cara Mencegah Sifilis

Beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko sifilis:

  • Menggunakan kondom (pengaman secara konsisten (meski tidak menghilangkan risiko sepenuhnya).
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala apabila memiliki faktor risiko.
  • Menghindari hubungan seksual ketika terdapat luka pada area genital.
  • Segera memeriksakan diri jika pasangan seksual di diagnosis mengalami infeksi menular seksual (IMS).

Kesimpulan

Keputihan sifilis seperti apa? Pada dasarnya, keputihan bukan merupakan gejala khas sifilis.

Namun, penderita sifilis dapat mengalami keputihan apabila terdapat infeksi lain yang menyertai atau terjadi peradangan pada organ reproduksi.

Oleh karena itu, perubahan warna, bau, atau jumlah keputihan tidak boleh di jadikan dasar untuk mendiagnosis sifilis tanpa pemeriksaan medis.

Jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal (abnormal), luka pada area genital, atau gejala lain yang mengarah pada infeksi menular seksual (IMS), segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat di ketahui dan di tangani sejak dini.

Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Utama Apollo Jakarta

Jangan abaikan perubahan pada keputihan atau gejala lain yang muncul pada area kewanitaan.

Klinik Utama Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dengan dokter ahli berpengalaman, pemeriksaan laboratorium yang akurat, serta penanganan yang di sesuaikan dengan penyebab keluhan Anda.

Dengan pelayanan profesional, fasilitas yang memadai, dan privasi pasien yang terjaga, Anda dapat memperoleh diagnosis yang tepat, terapi yang sesuai, serta edukasi untuk membantu mencegah kekambuhan dan menjaga kesehatan reproduksi secara optimal.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.