Klinik Apollo – Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan. Namun, perubahan warna keputihan menjadi hijau, meskipun tidak berbau, perlu mendapat perhatian.

Keputihan normal umumnya berwarna bening hingga putih dan dapat berubah sesuai siklus menstruasi. Sebaliknya, warna hijau dapat menunjukkan adanya proses infeksi atau peradangan pada vagina maupun leher rahim.

Jadi, apakah keputihan hijau tidak berbau selalu berarti penyakit menular seksual (PMS)? Belum tentu.

Warna dan bau saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya. Pemeriksaan dokter ahli dan, bila di perlukan, pemeriksaan cairan vagina dapat membantu memastikan diagnosis.

Apakah Keputihan Hijau Tidak Berbau Normal?

Keputihan berwarna hijau bukan perubahan yang sebaiknya di abaikan, walaupun tidak menimbulkan bau tidak sedap. Keputihan yang berubah warna dapat berkaitan dengan infeksi vagina seperti trikomoniasis.

Infeksi Trichomonas vaginalis dapat menyebabkan cairan vagina berwarna kuning hingga kehijauan dan pada sebagian orang di sertai gatal, kemerahan, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri ketika berhubungan seksual.

Namun, tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bahkan, sebagian besar orang dengan trikomoniasis hanya mengalami gejala ringan atau tidak memiliki gejala sama sekali.

Karena itu, keputihan hijau tanpa bau tetap perlu di perhatikan, terutama jika berlangsung terus-menerus atau di sertai keluhan lain.

Penyebab Keputihan Hijau Tidak Berbau

Beberapa kondisi dapat menyebabkan perubahan warna cairan vagina.

1. Trikomoniasis

Salah satu penyebab yang perlu di pertimbangkan adalah trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Pada perempuan, infeksi ini dapat menyebabkan keputihan yang tampak kuning atau kehijauan.

Keluhan lain dapat berupa:

  • Gatal pada vagina atau vulva.
  • Kemerahan dan iritasIi.
  • Rasa perih ketika kencing.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan yang lebih banyak dari biasanya.

WHO menyebut trikomoniasis sebagai salah satu penyebab umum keputihan abnormal (tidak normal).

Pada 2020 di perkirakan terdapat sekitar 156 juta kasus baru infeksi T. vaginalis pada kelompok usia 15 hingga 49 tahun di seluruh dunia.

Menariknya, tidak adanya bau tidak otomatis menyingkirkan trikomoniasis.

Gejala dapat berbeda pada setiap orang.

2. Infeksi pada vagina atau leher rahim

Selain trikomoniasis, perubahan cairan vagina juga dapat berkaitan dengan infeksi atau peradangan lain.

WHO menjelaskan bahwa penyebab keputihan abnormal (tidak normal) yang umum meliputi bacterial vaginosis (BV), trikomoniasis, dan kandidiasis.

Infeksi seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia juga dapat menyebabkan masalah pada leher rahim dan terkadang menghasilkan cairan abnormal (tidak normal).

Karena itu, dokter ahli mungkin perlu mempertimbangkan beberapa kemungkinan sebelum menentukan penyebabnya.

3. Ketidakseimbangan bakteri vagina

Bacterial vaginosis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina berubah.

Kondisi ini dapat menyebabkan cairan vagina menjadi lebih tipis dan berwarna putih atau abu-abu, sehingga warna hijau tidak merupakan gambaran khas BV.

BV juga lebih sering di kaitkan dengan bau amis yang kuat.

Dengan demikian, jika cairan tampak hijau tetapi tidak berbau, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah BV.

4. Iritasi atau peradangan

Penggunaan produk tertentu di area genital, seperti sabun berpewangi, cairan pembersih vagina, atau kebiasaan melakukan vaginal douching, dapat mengganggu keseimbangan alami vagina dan menyebabkan iritasi.

Namun, warna hijau tetap perlu di evaluasi, terutama jika perubahan tersebut menetap.

Keputihan Hijau Tidak Berbau dan Trikomoniasis

Banyak orang mengira bahwa trikomoniasis pasti menyebabkan keputihan yang sangat bau.

Padahal, gejalanya tidak selalu seperti itu.

Menurut CDC, keputihan akibat trikomoniasis dapat berwarna kuning-hijau, dan dapat muncul dengan atau tanpa iritasi pada vulva.

Selain itu, sekitar 70 hingga 85% orang yang terinfeksi mengalami gejala minimal atau tidak mengalami gejala sama sekali.

Artinya, tidak berbau atau tidak gatal bukan jaminan bahwa keputihan tersebut bukan akibat infeksi.

Ciri Keputihan Hijau yang Perlu Diwaspadai

Keputihan hijau semakin perlu di periksa apabila di sertai:

  • Gatal atau rasa terbakar pada vagina.
  • Vagina atau vulva kemerahan.
  • Nyeri saat kencing.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Keputihan keluar lebih banyak dari biasanya.
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko.

WHO menyebut keputihan abnormal (tidak normal), nyeri saat kencing, nyeri saat berhubungan intim, dan gatal sebagai beberapa keluhan yang dapat muncul pada infeksi trikomoniasis.

Apakah Keputihan Hijau Berarti IMS?

Tidak selalu.

Keputihan abnormal (tidak normal) dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, sehingga warna cairan saja tidak dapat memastikan seseorang mengalami IMS (infeksi menular seksual).

Namun, apabila keputihan warna hijau muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung), memiliki pasangan seksual baru, atau di sertai gejala genital lainnya, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) layak di pertimbangkan.

Beberapa IMS (infeksi menular seksual) bahkan dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas.

WHO menegaskan bahwa sebagian besar IMS (infeksi menular seksual) tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan dan diagnosis dini berperan penting dalam mencegah penularan serta komplikasi.

Bagaimana Dokter Ahli Menentukan Penyebabnya?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan:

  • Kapan perubahan keputihan mulai terjadi.
  • Warna, jumlah, dan tekstur cairan.
  • Ada atau tidaknya bau.
  • Apakah muncul gatal, nyeri, atau rasa terbakar.
  • Riwayat menstruasi dan hubungan seksual.
  • Riwayat infeksi atau pengobatan sebelumnya.

Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan area genital dan, jika di perlukan, mengambil sampel cairan vagina untuk pemeriksaan laboratorium.

Untuk trikomoniasis, pemeriksaan dapat di lakukan menggunakan pemeriksaan mikroskopis atau tes molekuler seperti NAAT (nucleic acid amplification test).

WHO menyebut pemeriksaan molekuler sebagai salah satu metode diagnostik penting untuk mendeteksi T. vaginalis. Karena penyebab keputihan dapat berbeda, pengobatan sebaiknya tidak di lakukan hanya berdasarkan warna cairan.

Cara Mengatasi Keputihan Hijau Tidak Berbau

Penanganan bergantung pada penyebabnya.

Jika dokter ahli menemukan trikomoniasis, kondisi tersebut dapat di obati dengan obat-obatan antimikroba sesuai resep dan evaluasi tenaga medis.

Trikomoniasis termasuk IMS (infeksi menular seksual) yang dapat di obati dan di sembuhkan.

Sementara itu, kondisi lain seperti BV atau kandidiasis membutuhkan penanganan yang berbeda.

Karena itu, menggunakan obat-obatan antijamur atau antibiotik secara sembarangan justru dapat membuat penanganan menjadi tidak tepat.

Jika terbukti mengalami IMS (infeksi menular seksual), pasangan seksual juga mungkin perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan untuk mencegah terjadinya infeksi berulang (kambuh).

Cara Mencegah Keputihan Abnormal

Beberapa langkah yang dapat di lakukan untuk menjaga kesehatan vagina antara lain:

  • Jaga kebersihan area genital tanpa menggunakan produk yang terlalu keras.
  • Hindari vaginal douching tanpa anjuran dokter ahli.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten untuk mengurangi risiko IMS (infeksi menular seksual).
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan vagina tanpa pemeriksaan.
  • Segera periksa jika terjadi perubahan warna atau jumlah keputihan yang menetap.

Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten dapat membantu mencegah penularan trikomoniasis dan berbagai IMS (infeksi menular seksual) lainnya.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera periksakan diri jika keputihan hijau tidak berbau:

  • Tidak membaik atau semakin banyak.
  • Di sertai gatal atau rasa terbakar.
  • Menimbulkan nyeri saat kencing.
  • Menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual.
  • Di sertai nyeri perut bagian bawah.
  • Di sertai perdarahan yang tidak normal (abnormal).
  • Muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung).

Terlebih lagi, jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, jangan menunda pemeriksaan ketika mengalami keputihan yang tidak normal (abnormal).

Beberapa infeksi genital dapat berkaitan dengan komplikasi kehamilan.

WHO juga mencatat bahwa trikomoniasis berhubungan dengan risiko luaran kehamilan yang kurang baik.

Kesimpulan

Keputihan hijau tidak berbau tetap perlu di waspadai, karena tidak adanya bau bukan berarti vagina pasti bebas dari infeksi. Trikomoniasis merupakan salah satu kemungkinan penyebab, tetapi kondisi lain juga dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.

Oleh sebab itu, pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui penyebab secara akurat dan menentukan pengobatan yang sesuai. Jika Anda mengalami perubahan warna keputihan, konsultasikan segera dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta.

Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui penyebab keluhan lebih dini, memperoleh terapi yang sesuai, serta mendapatkan layanan medis yang profesional dan menjaga privasi pasien.

Jangan menunggu keputihan semakin parah, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.