- Apa Itu Keputihan Karena Jamur?
- Ciri-Ciri Keputihan Karena Jamur
- Apa Penyebab Keputihan Karena Jamur?
- Apakah Keputihan Karena Jamur Menular?
- Bagaimana Dokter Ahli Memastikan Keputihan Disebabkan Jamur?
- Cara Mengatasi Keputihan Karena Jamur
- Apakah Boleh Mengobati Keputihan Jamur Sendiri?
- Cara Membantu Mencegah Keputihan Karena Jamur
- Kapan Harus Periksa ke Dokter Ahli?
- Konsultasi Keputihan Karena Jamur di Klinik Apollo Jakarta
Apa Itu Keputihan Karena Jamur?
Klinik Apollo – Keputihan karena jamur adalah kondisi ketika jamur Candida tumbuh berlebihan di vagina dan menyebabkan infeksi yang disebut vulvovaginal candidiasis (VVC) atau kandidiasis vagina.
Sebenarnya, Candida dapat hidup secara alami di tubuh, termasuk di area vagina, tanpa menimbulkan masalah. Namun, perubahan keseimbangan lingkungan vagina dapat membuat jamur berkembang berlebihan dan memicu infeksi. Kondisi ini cukup umum.
Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 75% wanita pernah mengalami setidaknya 1 episode kandidiasis vagina, sedangkan sekitar 40 hingga 45% mengalami 2 episode atau lebih.
Meskipun sering di anggap sepele, keluhan seperti vagina gatal, kemerahan, dan keputihan yang berubah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, penting mengetahui cirinya agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Ciri-Ciri Keputihan Karena Jamur
Tidak semua keputihan menandakan infeksi jamur.
Keputihan normal biasanya tidak menyebabkan gatal, nyeri, atau iritasi.
Sebaliknya, kandidiasis vagina dapat menimbulkan beberapa gejala khas.
Berikut beberapa ciri keputihan karena jamur yang perlu di perhatikan:
1. Keputihan Berwarna Putih dan Kental
Keputihan akibat Candida sering berwarna putih dan memiliki tekstur kental atau menggumpal.
Konsistensinya terkadang di gambarkan seperti keju.
Namun, tampilan cairan saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.
Infeksi vagina lain juga dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.
2. Vagina Terasa Sangat Gatal
Rasa gatal pada vagina atau vulva merupakan salah satu keluhan yang sering muncul.
Gatal dapat terasa ringan hingga cukup intens sehingga membuat penderitanya ingin terus menggaruk area intim.
Akibatnya, kulit sekitar vagina dapat mengalami iritasi.
3. Area Vagina Kemerahan dan Bengkak
Infeksi yang cukup berat dapat menyebabkan vulva menjadi merah, bengkak, terasa nyeri, atau mengalami luka kecil dan pecah-pecah.
4. Terasa Perih Saat Kencing
Sebagian penderita mengalami rasa perih atau tidak nyaman ketika kencing, terutama ketika urine mengenai jaringan vulva yang sedang mengalami iritasi.
5. Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Infeksi jamur dapat menyebabkan vagina dan vulva terasa sensitif sehingga hubungan seksual menjadi tidak nyaman atau menimbulkan rasa nyeri.
Apa Penyebab Keputihan Karena Jamur?
Penyebab utamanya adalah pertumbuhan berlebihan jamur Candida, terutama Candida albicans.
Namun, beberapa spesies Candida lainnya juga dapat menyebabkan infeksi.
Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan jamur berkembang berlebihan, antara lain:
- Penggunaan antibiotik.
- Perubahan hormon.
- Kehamilan.
- Penggunaan kontrasepsi tertentu.
- Diabetes (kencing manis) yang tidak terkontrol.
- Sistem kekebalan tubuh yang melemah.
- Perubahan keseimbangan alami vagina.
Antibiotik, misalnya, dapat mengganggu bakteri normal yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di vagina.
Kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan bagi Candida untuk berkembang lebih banyak.
Apakah Keputihan Karena Jamur Menular?
Kandidiasis vagina tidak di kategorikan sebagai infeksi menular seksual (IMS) yang tipikal.
Infeksi ini lebih sering berkaitan dengan pertumbuhan berlebihan Candida di area vagina.
Aktivitas seksual dapat berperan pada sebagian kasus, tetapi kandidiasis vagina tidak biasanya di dapatkan melalui hubungan seksual.
CDC juga tidak merekomendasikan pengobatan rutin terhadap pasangan seksual pada kasus kandidiasis vagina tanpa komplikasi.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa keputihan akibat jamur muncul karena pasangan seksual.
Bagaimana Dokter Ahli Memastikan Keputihan Disebabkan Jamur?
Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan area genital dan mengambil sampel cairan vagina untuk diperiksa menggunakan mikroskop atau di kirim ke laboratorium untuk pemeriksaan kultur jamur.
Pemeriksaan menjadi semakin penting apabila:
- Gejala sering kambuh.
- Keluhan tidak membaik setelah pengobatan.
- Gejala tergolong berat.
- Terapi sebelumnya tidak berhasil.
- Dokter ahli mencurigai spesies Candida selain albicans.
Hal ini penting karena tidak semua keputihan di sebabkan oleh jamur.
Bacterial vaginosis (BV), trikomoniasis, dan beberapa kondisi lainnya juga dapat menyebabkan keputihan atau iritasi vagina.
Jadi, jangan hanya mengandalkan warna atau tekstur cairan untuk menentukan jenis infeksi.
Cara Mengatasi Keputihan Karena Jamur
Pengobatan kandidiasis vagina umumnya menggunakan obat-obatan antijamur (antifungal).
Pilihan obat-obatan, dosis, dan lama terapi bergantung pada tingkat keparahan serta kondisi pasien.
1. Obat-obatan Antijamur Topikal
Dokter ahli dapat merekomendasikan obat-obatan antijamur yang di gunakan pada vagina.
Pada kandidiasis tanpa komplikasi, terapi topikal jangka pendek dapat efektif.
CDC mencatat terapi memberikan perbaikan gejala dan hasil kultur negatif pada sekitar 80 hingga 90% pasien yang menyelesaikan terapi.
2. Obat-obatan Antijamur Oral
Dalam kondisi tertentu, dokter ahli dapat meresepkan obat-obatan antijamur oral.
Namun, obat-obatan oral tidak boleh di gunakan sembarangan karena dokter ahli perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, obat-obatan lain yang sedang di konsumsi, serta kemungkinan kehamilan.
Khusus ibu hamil, pilihan obat-obatan perlu di konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli.
CDC merekomendasikan terapi topikal selama 7 hari pada kehamilan dan tidak merekomendasikan obat-obatan oral untuk kondisi tersebut.
3. Penanganan Keputihan Jamur yang Berulang (Kambuh)
Jika infeksi terjadi berulang kali (kambuh), dokter ahli perlu mencari kemungkinan penyebab atau faktor yang mendasarinya.
CDC mendefinisikan recurrent vulvovaginal candidiasis sebagai 3 episode atau lebih dalam waktu kurang dari 1 tahun.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan penggunaan antibiotik, diabetes (kencing manis), atau faktor lainnya, meskipun banyak kasus tidak memiliki penyebab yang jelas.
Pada kondisi berulang (kambuh), pemeriksaan kultur atau pemeriksaan lain dapat membantu mengidentifikasi spesies Candida dan menentukan terapi yang lebih sesuai.
Apakah Boleh Mengobati Keputihan Jamur Sendiri?
Sebaiknya jangan langsung menganggap semua keputihan sebagai infeksi jamur.
Walaupun obat-obatan antijamur tertentu tersedia tanpa resep di beberapa tempat, gejala yang menyerupai kandidiasis dapat di sebabkan oleh kondisi lain.
Pengobatan yang tidak tepat dapat membuat diagnosis terlambat.
Terutama jika gejala tidak membaik, semakin berat, atau kembali dalam waktu kurang dari 2 bulan setelah pengobatan, pemeriksaan medis di anjurkan.
Cara Membantu Mencegah Keputihan Karena Jamur
Tidak semua kasus dapat di cegah.
Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kesehatan area vagina, seperti:
- Menjaga area genital tetap bersih dan kering.
- Menggunakan pakaian dalam yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik.
- Menghindari pakaian terlalu ketat dalam waktu lama.
- Tidak menggunakan antibiotik tanpa indikasi atau resep dokter ahli.
- Mengontrol kadar gula darah jika memiliki diabetes (kencing manis).
- Menghindari penggunaan produk pembersih vagina secara berlebihan.
CDC juga menyarankan penggunaan pakaian dalam berbahan katun, pakaian yang dapat bernapas, serta menjaga area genital tetap bersih dan kering.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Ahli?
Sebaiknya segera berkonsultasi jika mengalami:
- Keputihan di sertai gatal hebat.
- Vagina terasa perih atau terbakar.
- Keputihan menggumpal dan terus berulang (kambuh).
- Vagina atau vulva bengkak dan kemerahan.
- Nyeri saat kencing.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Keputihan tidak membaik setelah pengobatan.
- Keluhan muncul berulang kali (kambuh) dalam 1 tahun.
- Anda sedang hamil dan mengalami gejala infeksi vagina.
Terlebih lagi, jika keputihan di sertai bau menyengat, warna kuning atau hijau, nyeri panggul, perdarahan di luar menstruasi, atau demam, jangan langsung menganggap penyebabnya jamur.
Pemeriksaan di perlukan untuk mencari kemungkinan penyebab lain.
Konsultasi Keputihan Karena Jamur di Klinik Apollo Jakarta
Keputihan memang bisa menjadi bagian dari kondisi normal. Namun, ketika cairan vagina berubah di sertai gatal, perih, kemerahan, bengkak, atau nyeri, pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebabnya secara lebih tepat.
Di Klinik Apollo Jakarta, Anda dapat berkonsultasi mengenai keluhan kulit dan kelamin dengan dokter ahli serta mendapatkan pemeriksaan sesuai kondisi. Pemeriksaan membantu membedakan kandidiasis dengan penyebab keputihan lainnya sehingga pengobatan dapat di sesuaikan.
Dengan diagnosis yang tepat, Anda dapat memperoleh penanganan yang lebih terarah, mengurangi keluhan yang mengganggu, dan mengetahui langkah pencegahan agar masalah tidak mudah berulang.
Jangan biarkan keputihan dan rasa gatal terus mengganggu aktivitas Anda. Segera konsultasikan keluhan keputihan di Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan, pengobatan yang sesuai, dan layanan medis profesional dengan tetap menjaga privasi Anda.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
- Apa Itu Keputihan Karena Jamur?
- Ciri-Ciri Keputihan Karena Jamur
- Apa Penyebab Keputihan Karena Jamur?
- Apakah Keputihan Karena Jamur Menular?
- Bagaimana Dokter Ahli Memastikan Keputihan Disebabkan Jamur?
- Cara Mengatasi Keputihan Karena Jamur
- Apakah Boleh Mengobati Keputihan Jamur Sendiri?
- Cara Membantu Mencegah Keputihan Karena Jamur
- Kapan Harus Periksa ke Dokter Ahli?
- Konsultasi Keputihan Karena Jamur di Klinik Apollo Jakarta
JAM OPERASIONAL
| Senin – Minggu | 09.00 – 19.00 |


