Klinik Apollo – Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan. Cairan vagina secara alami membantu menjaga kelembapan dan melindungi vagina dari infeksi.

Namun, keputihan encer dan berwarna kuning perlu di perhatikan, terutama jika di sertai bau tidak sedap, gatal, nyeri, atau rasa terbakar.

Lantas, apakah keputihan encer berwarna kuning normal? Jawabannya bergantung pada kondisi yang menyertainya.

Perubahan warna, tekstur, jumlah, atau bau keputihan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada vagina maupun leher rahim.

Apakah Keputihan Encer dan Berwarna Kuning Normal?

Keputihan normal umumnya berwarna bening atau putih, tidak memiliki bau menyengat, dan dapat terasa licin atau lebih encer pada waktu tertentu, misalnya sekitar ovulasi.

Jumlahnya juga dapat berubah mengikuti siklus menstruasi, aktivitas seksual, penggunaan kontrasepsi, atau kehamilan.

Sebaliknya, cairan vagina yang berubah menjadi warna kuning, terutama jika warnanya semakin pekat atau di sertai gejala lain, sebaiknya tidak langsung di anggap sebagai keputihan normal.

Warna kuning dapat muncul karena berbagai penyebab. Karena itu, dokter ahli perlu melihat keseluruhan gejala dan, bila di perlukan, melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya.

Penyebab Keputihan Encer Berwarna Kuning

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning dan encer antara lain:

1. Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Pada perempuan, infeksi ini dapat menyebabkan cairan vagina berwarna kuning hingga kuning kehijauan, terkadang berbusa dan berbau tidak sedap.

Keluhan lain dapat berupa gatal, kemerahan, rasa terbakar, nyeri saat kencing, atau nyeri ketika berhubungan seksual.

Menariknya, CDC menyebutkan bahwa sekitar 70 hingga 85% orang dengan trikomoniasis dapat mengalami gejala minimal atau bahkan tidak mengalami gejala.

Karena itu, seseorang dapat memiliki infeksi tanpa menyadarinya.

2. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore adalah IMS (infeksi menular seksual) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Pada perempuan, salah satu gejalanya dapat berupa cairan vagina berwarna kuning atau kehijauan.

Selain keputihan, gonore dapat menyebabkan rasa terbakar ketika kencing, nyeri perut bagian bawah, atau perdarahan di antara menstruasi.

Namun, tidak semua orang mengalami gejala yang jelas.

Jika terdapat kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual), pemeriksaan menjadi penting karena gejala saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.

3. Bacterial Vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina mengalami perubahan.

Menurut CDC, BV merupakan kondisi vagina yang umum dan dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.

Gejala yang mungkin muncul meliputi cairan yang tipis berwarna putih atau abu-abu serta bau amis yang lebih kuat, terutama setelah berhubungan seksual.

Namun, BV tidak selalu menimbulkan gejala. NHS juga menyebutkan sekitar setengah perempuan dengan BV tidak mengalami gejala.

Karena itu, keputihan yang berubah sebaiknya tidak langsung di diagnosis sendiri hanya berdasarkan warna cairannya.

4. Infeksi atau Peradangan pada Vagina

Peradangan vagina atau vaginitis dapat menyebabkan perubahan warna, bau, dan tekstur keputihan.

Penyebabnya beragam, termasuk infeksi, iritasi akibat produk tertentu, perubahan hormonal, maupun kondisi kulit di sekitar vagina.

Gejala yang menyertai dapat berupa gatal, rasa perih, kemerahan, nyeri saat kencing, atau nyeri ketika berhubungan seksual.

5. Infeksi pada Leher Rahim

Keputihan yang tidak biasa juga dapat berasal dari serviks atau leher rahim.

Misalnya, peradangan pada serviks (cervicitis) dapat menyebabkan keluarnya cairan vagina yang abnormal (tidak normal).

CDC menekankan bahwa penyebab keputihan tidak selalu dapat di tentukan hanya berdasarkan riwayat gejala.

Pemeriksaan dan tes laboratorium dapat di perlukan untuk menemukan penyebab yang tepat.

Keputihan Kuning yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua keputihan kuning berarti infeksi menular seksual.

Namun, Anda sebaiknya lebih waspada apabila perubahan cairan di sertai:

  • Bau amis atau bau menyengat.
  • Gatal pada vagina atau vulva.
  • Rasa terbakar.
  • Nyeri saat kencing.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan semakin banyak.
  • Cairan berwarna kuning kehijauan.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Nyeri perut bagian bawah atau panggul.
  • Luka, lepuhan, atau iritasi di area genital.

Perubahan warna, bau, atau tekstur keputihan yang tidak biasa merupakan alasan untuk mendapatkan pemeriksaan medis, terutama jika keluhan menetap atau semakin berat.

Apakah Keputihan Kuning Pasti IMS?

Tidak. Keputihan berwarna kuning dapat di sebabkan oleh beberapa kondisi dan tidak otomatis berarti seseorang mengalami IMS (infeksi menular seksual).

Misalnya, perubahan keseimbangan bakteri vagina dapat menyebabkan BV, sedangkan iritasi atau peradangan juga dapat mengubah karakter cairan vagina.

Namun, trikomoniasis, gonore, dan beberapa infeksi lainnya juga dapat menyebabkan keputihan abnormal (tidak normal).

Karena itu, apabila terdapat riwayat hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung) atau pasangan seksual baru, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) sebaiknya di pertimbangkan.

Bagaimana Dokter Ahli Mengetahui Penyebab Keputihan?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan beberapa hal, seperti:

  • Kapan keputihan mulai muncul.
  • Warna, jumlah, dan konsistensinya.
  • Ada atau tidaknya bau.
  • Keluhan gatal atau nyeri.
  • Siklus menstruasi.
  • Riwayat hubungan seksual.
  • Penggunaan produk pembersih vagina atau obat-obatan tertentu.

Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan area genital dan mengambil sampel cairan vagina apabila di perlukan.

CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan seperti pH vagina, pemeriksaan mikroskopis, KOH, kultur, atau tes molekuler tertentu dapat di gunakan sesuai dugaan penyebab.

Pemeriksaan penting karena riwayat gejala saja tidak selalu cukup untuk menentukan diagnosis vaginitis secara akurat.

Cara Mengatasi Keputihan Encer dan Kuning

Penanganan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.

Jangan sembarangan menggunakan antibiotik, obat-obatan antijamur, atau obat-obatan vagina tanpa mengetahui penyebab keputihan.

Sambil menunggu pemeriksaan, beberapa langkah yang dapat di lakukan yaitu:

  • Jaga kebersihan area genital dengan membersihkan bagian luar secara lembut.
  • Hindari sabun atau produk pewangi yang dapat mengiritasi area vagina.
  • Jangan melakukan vaginal douching, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri normal.
  • Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat.
  • Jika terdapat kemungkinan IMS (infeksi menular seksual), hindari hubungan seksual sampai mendapatkan evaluasi medis.

NHS juga menyarankan untuk tidak menggunakan sabun berpewangi, gel pewangi, tisu pewangi, atau melakukan douching di dalam vagina.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera pertimbangkan pemeriksaan apabila keputihan encer berwarna kuning tidak kunjung membaik, muncul berulang, atau di sertai bau tidak sedap, gatal, nyeri, rasa terbakar, perdarahan, maupun nyeri panggul.

Pemeriksaan semakin penting apabila keluhan muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung) atau bersama pasangan seksual baru.

Sebab, beberapa IMS (infeksi menular seksual) dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas dan tetap dapat menular kepada pasangan seksual.

Kesimpulan

Keputihan encer dan berwarna kuning tidak selalu berarti kondisi berbahaya, tetapi juga tidak sebaiknya di abaikan.

Keputihan normal biasanya bening atau warna putih dan tidak berbau menyengat.

Jika cairan berubah menjadi warna kuning, terutama di sertai bau, gatal, nyeri, atau rasa terbakar, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan infeksi vagina, BV, trikomoniasis, gonore, atau masalah pada serviks.

Daripada menebak penyebab berdasarkan warna keputihan saja, pemeriksaan dokter ahli dapat membantu memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat.

Jangan Biarkan Keputihan Mengganggu Aktivitas

Jika Anda mengalami keputihan encer dan berwarna kuning, terutama jika di sertai bau, gatal, nyeri, atau keluhan lain, lakukan konsultasi di Klinik Apollo Jakarta.

Pemeriksaan oleh dokter ahli dan evaluasi yang sesuai dapat membantu menemukan penyebab keluhan sehingga Anda mendapatkan penanganan yang lebih tepat, terarah, serta menjaga kesehatan dan kenyamanan organ intim.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.