Klinik Apollo – Keputihan sebenarnya merupakan kondisi yang normal. Cairan vagina membantu menjaga kelembapan dan membersihkan vagina.

Namun, keputihan bau busuk, terutama jika di sertai perubahan warna, tekstur, gatal, nyeri, atau rasa terbakar, perlu di perhatikan karena dapat menandakan infeksi atau gangguan pada vagina.

Bau yang tidak biasa juga tidak selalu berarti penyakit menular seksual (IMS).

Bacterial vaginosis (BV), misalnya, terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri vagina dan bukan di kategorikan sebagai IMS (infeksi menular seksual), meskipun aktivitas seksual dapat meningkatkan risikonya.

Apakah Keputihan Bau Busuk Normal?

Keputihan normal umumnya berwarna bening atau putih dan tidak memiliki bau yang kuat atau menyengat.

Jumlah dan konsistensinya dapat berubah mengikuti siklus menstruasi, ovulasi, kehamilan, aktivitas seksual, maupun penggunaan kontrasepsi.

Sebaliknya, perubahan bau, warna, atau tekstur dapat menjadi tanda adanya masalah.

Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, dokter biasanya perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.

7 Penyebab Keputihan Bau Busuk

Berikut penyebabnya:

1. Bacterial Vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis (BV) merupakan salah satu penyebab paling umum dari keputihan dengan bau tidak sedap.

BV terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina berubah sehingga bakteri tertentu berkembang secara berlebihan.

Keputihan biasanya tampak tipis, warna putih atau abu-abu, dengan aroma amis yang lebih kuat setelah berhubungan seksual.

Menariknya, sebagian perempuan dengan BV tidak mengalami gejala.

Karena itu, seseorang tidak dapat memastikan BV hanya berdasarkan bau keputihan.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Infeksi ini dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap, terkadang berbusa, serta di sertai gatal, kemerahan, nyeri saat kencing, atau nyeri ketika berhubungan seksual.

CDC mencatat bahwa sekitar 70 hingga 85% orang dengan trikomoniasis memiliki gejala minimal atau bahkan tidak mengalami gejala. Artinya, seseorang dapat membawa infeksi tanpa menyadarinya.

3. Infeksi Jamur Vagina

Infeksi jamur atau kandidiasis vulvovaginal lebih sering menyebabkan keputihan putih kental seperti keju yang di sertai gatal dan kemerahan.

Berbeda dengan BV atau trikomoniasis, bau menyengat bukan merupakan ciri utama kandidiasis.

Karena itu, apabila keputihan sangat bau, sebaiknya jangan langsung menganggap penyebabnya adalah jamur.

Pemeriksaan dapat membantu menentukan penyebab sebenarnya.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS) Lain

Keputihan abnormal (tidak normal) juga dapat berkaitan dengan klamidia atau gonore (kencing nanah), terutama jika di sertai nyeri panggul, perdarahan di luar menstruasi, perdarahan setelah berhubungan seksual, atau nyeri ketika kencing.

Karena itu, keputihan berbau tidak sedap setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung) sebaiknya tidak hanya di tangani dengan obat-obatan keputihan yang di jual bebas.

5. Servisitis

Servisitis adalah peradangan pada leher rahim atau serviks.

Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan cairan vagina dan terkadang berkaitan dengan infeksi seperti klamidia atau gonore (kencing nanah).

Gejala lain dapat berupa perdarahan setelah berhubungan seksual atau perdarahan di luar jadwal menstruasi.

6. Iritasi atau Gangguan pada Vagina

Tidak semua keputihan abnormal (tidak normal) di sebabkan oleh infeksi.

Penggunaan sabun berpewangi, pembersih kewanitaan, vaginal douche, atau produk tertentu dapat mengiritasi area genital dan mengganggu keseimbangan alami vagina.

NHS menyarankan untuk tidak mencuci bagian dalam vagina atau menggunakan produk berpewangi karena dapat menyebabkan iritasi.

7. Benda Asing yang Tertinggal di Vagina

Dalam kasus tertentu, benda asing yang tertinggal di vagina, seperti tampon, dapat menyebabkan cairan vagina berbau sangat tidak sedap.

Kondisi seperti ini memerlukan pemeriksaan medis agar penyebabnya dapat di temukan dan di tangani dengan tepat.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Keputihan Bau Busuk?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan gejala, riwayat menstruasi, aktivitas seksual, penggunaan produk kewanitaan, serta obat yang pernah di gunakan.

Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan area genital dan mengambil sampel cairan vagina apabila di perlukan.

CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan seperti pengukuran pH vagina, pemeriksaan mikroskopis, tes KOH, maupun pemeriksaan laboratorium tertentu dapat membantu menentukan penyebab vaginitis.

Riwayat gejala saja tidak selalu cukup untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Pada pemeriksaan BV, misalnya, pH vagina lebih dari 4,5 sering di temukan, meskipun hasil pH saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Cara Mengatasi Keputihan Bau Busuk

Penanganannya harus di sesuaikan dengan penyebabnya.

1. Jika disebabkan bacterial vaginosis (BV)

Dokter ahli dapat memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.

Pengobatan sebaiknya di habiskan sesuai petunjuk meskipun gejala sudah membaik.

2. Jika disebabkan trikomoniasis

Trikomoniasis memerlukan pengobatan yang sesuai dan pasangan seksual juga perlu di evaluasi agar risiko penularan atau infeksi berulang (kambuh) dapat di kurangi.

3. Jika disebabkan infeksi jamur

Dokter ahli dapat memberikan obat antijamur sesuai kondisi pasien.

Namun, sebaiknya jangan langsung menggunakan obat-obatan antijamur hanya karena melihat adanya keputihan.

4. Jika disebabkan IMS (infeksi menular seksual)

Dokter ahli akan menentukan pemeriksaan dan terapi berdasarkan organisme penyebabnya.

Pasangan seksual mungkin juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Jangan sembarangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan vagina, karena pengobatan yang tidak sesuai dapat membuat gejala tidak tertangani dan berpotensi mengganggu diagnosis berikutnya.

Cara Mencegah Keputihan Berbau Tidak Sedap

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan vagina:

  • Bersihkan area luar vagina dengan lembut.
  • Hindari mencuci bagian dalam vagina.
  • Hindari sabun, pewangi, dan pembersih kewanitaan yang dapat mengiritasi.
  • Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat.
  • Ganti pakaian setelah berkeringat.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) untuk membantu mengurangi risiko IMS (infeksi menular seksual).
  • Jangan menggunakan obat-obatan keputihan tanpa mengetahui penyebabnya.
  • Lakukan pemeriksaan apabila perubahan cairan vagina terus berulang (kambuh).

NHS secara khusus menyarankan menghindari vaginal douche, deodorant genital, serta produk berpewangi di sekitar vagina.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Ahli?

Segera lakukan konsultasi jika keputihan bau busuk tidak kunjung membaik atau terus berulang (kambuh), terutama jika di sertai:

  • Gatal atau rasa terbakar.
  • Nyeri ketika kencing.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan berwarna kuning atau hijau.
  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Luka atau lepuhan di sekitar genital.

Jika sedang hamil, perubahan keputihan juga sebaiknya di konsultasikan.

BV pada kehamilan dapat berkaitan dengan beberapa komplikasi kehamilan sehingga evaluasi dan penanganan medis penting di lakukan.

Kesimpulan

Keputihan bau busuk bukan kondisi yang sebaiknya terus di tutupi dengan pewangi atau obat-obatan bebas.

Penyebabnya dapat berupa bacterial vaginosis (BV), trikomoniasis, kandidiasis, IMS (infeksi menular seksual), servisitis, iritasi, hingga kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan.

Karena setiap penyebab membutuhkan penanganan berbeda, pemeriksaan medis merupakan langkah terbaik untuk mengetahui penyebab keputihan dan menentukan terapi yang tepat.

Jika Anda mengalami keputihan berbau busuk, berubah warna, berulang (kambuh), atau di sertai gatal dan nyeri, konsultasikan segera ke Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, pemeriksaan yang sesuai, penanganan berdasarkan penyebab, serta menjaga privasi selama proses konsultasi dan pengobatan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.