Klinik Apollo – Keputihan merupakan hal yang umum dialami wanita. Cairan yang keluar dari vagina berfungsi membantu menjaga vagina tetap lembap dan membersihkan area tersebut secara alami.

Karena itu, keputihan setiap hari tidak selalu berarti adanya penyakit.

Namun, jumlah, warna, tekstur, dan aroma keputihan dapat berubah sepanjang siklus menstruasi.

Jika perubahan tersebut di sertai gatal, nyeri, bau menyengat, atau perubahan warna yang tidak biasa, kondisi tersebut perlu di perhatikan. Lalu, apakah keputihan setiap hari itu normal? Mari kenali ciri-cirinya.

Apakah Keputihan Setiap Hari Itu Normal?

Ya, keputihan setiap hari bisa normal, selama cairan yang keluar memiliki karakteristik yang masih sesuai dengan keputihan fisiologis.

Menurut NHS, keputihan normal umumnya berwarna bening atau putih, tidak memiliki bau yang kuat atau tidak sedap, dan dapat memiliki tekstur yang lengket, licin, atau basah.

Jumlahnya juga dapat berubah dari waktu ke waktu.

Jadi, frekuensi setiap hari saja tidak cukup untuk menentukan apakah keputihan normal atau tidak.

Yang lebih penting adalah memperhatikan perubahan dari kondisi biasanya.

Ciri keputihan normal

Keputihan yang masih termasuk normal umumnya:

  • Berwarna bening, putih, atau putih susu.
  • Tidak berbau menyengat atau busuk.
  • Tidak menyebabkan gatal.
  • Tidak menimbulkan rasa terbakar.
  • Tidak di sertai nyeri pada vagina atau panggul.
  • Konsistensinya dapat berubah sesuai siklus menstruasi.

Menjelang ovulasi, misalnya, cairan vagina dapat menjadi lebih bening, licin, tipis, dan elastis seperti putih telur.

Perubahan ini merupakan bagian dari perubahan alami selama siklus menstruasi.

Mengapa Keputihan Bisa Keluar Setiap Hari?

Tubuh wanita memang secara alami menghasilkan cairan vagina.

Cairan tersebut membantu menjaga kelembapan serta lingkungan vagina.

Jumlah keputihan dapat meningkat pada kondisi tertentu, misalnya:

1. Menjelang ovulasi

Saat mendekati masa ovulasi, lendir serviks dapat menjadi lebih banyak, bening, dan licin.

Karena itu, wanita mungkin merasa keputihan lebih sering keluar pada periode tertentu dalam siklus menstruasi.

2. Menjelang menstruasi

Perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi dapat menyebabkan jumlah dan tekstur cairan vagina berubah.

3. Kehamilan

Pada kehamilan, produksi cairan vagina dapat meningkat.

Keputihan yang normal selama kehamilan biasanya tipis, bening atau warna putih susu, dan tidak berbau tidak sedap.

4. Penggunaan kontrasepsi

Beberapa wanita dapat mengalami perubahan jumlah keputihan ketika menggunakan kontrasepsi hormonal.

Aktivitas seksual juga dapat memengaruhi jumlah cairan vagina.

Keputihan Banyak Setiap Hari, Apakah Berbahaya?

Belum tentu.

Keputihan yang lebih banyak tidak otomatis berarti penyakit karena jumlah cairan vagina memang dapat berubah akibat siklus menstruasi, kehamilan, aktivitas seksual, dan faktor hormonal.

Namun, jika keputihan menjadi jauh lebih banyak dari biasanya dan di sertai bau tidak sedap, gatal, rasa terbakar, nyeri saat kencing, nyeri saat berhubungan seksual, atau nyeri panggul, sebaiknya lakukan pemeriksaan.

Terlebih lagi, beberapa infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan keputihan abnormal (tidak normal).

CDC juga menekankan bahwa banyak IMS (infeksi menular seksual) dapat tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan di perlukan apabila terdapat faktor risiko atau kekhawatiran terhadap IMS (infeksi menular seksual).

Apakah Keputihan Normal Bisa Menjadi Tanda Infeksi?

Keputihan normal sendiri bukan tanda infeksi.

Namun, perubahan pada keputihan dapat menjadi salah satu tanda adanya infeksi.

Masalahnya, gejala saja terkadang tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.

CDC menyebutkan bahwa riwayat gejala saja tidak selalu dapat menentukan penyebab vaginitis secara akurat.

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan dan, bila di perlukan, pemeriksaan laboratorium untuk mencari penyebabnya.

Karena itu, sebaiknya hindari langsung menggunakan obat-obatan keputihan tanpa mengetahui penyebabnya.

Bagaimana Cara Menjaga Keputihan Tetap Normal?

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan area kewanitaan, antara lain:

  • Bersihkan bagian luar vagina dengan lembut.
  • Hindari sabun atau produk pewangi yang dapat mengiritasi area genital.
  • Jangan melakukan douching atau menyemprotkan cairan pembersih ke dalam vagina.
  • Ganti pakaian dalam ketika sudah lembap.
  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
  • Hindari penggunaan obat-obatan vagina tanpa rekomendasi dokter ahli.
  • Jika aktif secara seksual, gunakan kondom dengan benar untuk membantu mengurangi risiko IMS (infeksi menular seksual).

NHS juga menyarankan untuk tidak menggunakan sabun berpewangi, gel, atau produk pewangi pada area genital dan tidak mencuci bagian dalam vagina.

Kapan Harus Memeriksakan Keputihan ke Dokter Ahli?

Segera pertimbangkan pemeriksaan apabila keputihan:

  • Berubah menjadi kuning, hijau, abu-abu, atau warna yang tidak biasa.
  • Mengeluarkan bau amis atau bau menyengat.
  • Menjadi sangat banyak secara tiba-tiba.
  • Di sertai gatal atau rasa terbakar.
  • Menyebabkan nyeri saat kencing.
  • Di sertai nyeri saat berhubungan seksual.
  • Di sertai nyeri perut bagian bawah atau panggul.
  • Di sertai perdarahan di luar menstruasi.

Keluhan tersebut tidak selalu berarti IMS (infeksi menular seksual) atau infeksi tertentu.

Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai.

Kesimpulan

Apakah keputihan setiap hari itu normal? Bisa, selama keputihan berwarna bening atau putih, tidak berbau menyengat, tidak menyebabkan gatal atau nyeri, dan tidak mengalami perubahan mencolok dari kondisi biasanya.

Sebaliknya, keputihan yang berubah warna, berbau tidak sedap, menggumpal, berbusa, atau di sertai gatal, nyeri, maupun perdarahan sebaiknya tidak di abaikan. Pemeriksaan di perlukan untuk mengetahui apakah penyebabnya merupakan perubahan fisiologis, vaginitis, infeksi jamur, bacterial vaginosis (BV), trikomoniasis, atau kondisi lainnya.

Jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal (abnormal) atau berulang (kambuh), segera konsultasikan keluhan Anda ke dokter ahli di Klinik Apollo.

Dengan pemeriksaan yang sesuai, Anda dapat mengetahui penyebab keputihan secara lebih tepat dan memperoleh penanganan medis yang sesuai, sekaligus menjaga kesehatan reproduksi dan kenyamanan area kewanitaan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.