Klinik Apollo, Jakarta – Keputihan selama setahun tentu perlu mendapatkan perhatian, terutama jika cairan yang keluar mengalami perubahan warna, tekstur, jumlah, atau aroma. Meskipun keputihan merupakan kondisi normal pada wanita, keluhan yang berlangsung terus-menerus bisa menandakan adanya gangguan kesehatan pada organ reproduksi.

Pada kondisi tertentu, keputihan berkepanjangan bisa berkaitan dengan infeksi jamur, infeksi bakteri, hingga infeksi menular seksual (IMS). Sayangnya, sebagian wanita menganggap kondisi ini sebagai hal biasa, sehingga mereka menunda pemeriksaan.

Lantas, apa keputihan selama setahun berbahaya? Apa saja kemungkinan penyebabnya? Simak penjelasan medis berikut ini.

Apakah Normal Mengalami Keputihan Selama Setahun?

Keputihan merupakan cairan alami yang diproduksi oleh vagina dan leher rahim. Cairan ini berfungsi membantu menjaga kelembapan serta membersihkan vagina dari sel-sel mati dan mikroorganisme.

Keputihan normal bisa muncul secara rutin, bahkan selama bertahun-tahun, selama tidak disertai keluhan yang mengganggu. Ciri-ciri keputihan normal meliputi:

  • Berwarna bening atau putih susu
  • Tidak memiliki bau menyengat
  • Tidak menyebabkan gatal atau rasa terbakar
  • Teksturnya bisa berubah mengikuti siklus menstruasi
  • Jumlahnya bisa meningkat saat ovulasi atau perubahan hormon

Namun, jika keputihan berlangsung terus-menerus selama setahun, dan disertai perubahan yang tidak biasa, kondisi tersebut perlu Anda periksa.

Penting: Lamanya keputihan saja tidak cukup untuk menentukan adanya penyakit. Dokter perlu menilai karakteristik cairan dan gejala lain yang menyertainya.

Penyebab Keputihan Selama Setahun yang Perlu Wanita Waspadai

Keputihan yang berlangsung lama, bisa terjadi karena beberapa kondisi. Berikut kemungkinan penyebab yang perlu wanita ketahui:

1. Infeksi Jamur Candida

Infeksi jamur Candida atau kandidiasis vagina, terjadi ketika jamur berkembang secara berlebihan di area vagina. Kondisi ini bisa menyebabkan keputihan berulang, terutama jika faktor pemicunya belum tertangani. Beberapa gejala yang bisa muncul berupa:

  • Keputihan berwarna putih kental seperti susu atau gumpalan
  • Rasa gatal di sekitar vagina
  • Kemerahan dan pembengkakan pada vulva
  • Sensasi perih saat buang air kecil atau berhubungan intim

Menurut Centers for Diseases Control and Prevention (CDC), kandidiasis vagina berulang bisa berkaitan dengan penggunaan antibiotik, diabetes, maupun faktor lain yang memengaruhi kondisi tubuh.

2. Bacterial Vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis merupakan kondisi ketika keseimbangan bakteri alami di vagina mengalami perubahan, sehingga bakteri tertentu berkembang secara berlebihan. Kondisi ini termasuk salah satu penyebab keputihan yang paling umum. Gejalanya berupa:

  • Keputihan encer berwarna putih keabu-abuan
  • Aroma amis yang cukup kuat
  • Bau lebih terasa setelah berhubungan intim
  • Terkadang disertai iritasi atau rasa tidak nyaman

Menurut World Health Organization (WHO), bacterial vaginosis bisa meningkatkan risiko infeksi menular seksual dan penyakit radang panggul apabila tidak tertangani dengan tepat.

3. Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual, yang terjadi akibat parasit Trichomonas vaginalis. Infeksi ini bisa berlangsung tanpa gejala yang jelas. Namun, sebagian wanita bisa mengalami keputihan abnorml dalam waktu lama apabila infeksinya tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan pengobatan. Gejalanya berupa:

  • Keputihan berwarna kuning kehijauan
  • Cairan vagina berbusa atau berbau tidak sedap
  • Gatal atau iritasi pada vagina
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Tidak nyaman ketika berhubungan intim

WHO menjelaskan bahwa trikomoniasis bisa menyebabkan keputihan, rasa gatal, dan nyeri saat buang air kecil maupun berhubungan seksual.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, juga bisa menyebabkan perubahan cairan vagina. Infeksi tersebut bisa menyerang leher rahim, sehingga memicu peradangan atau servisitis. Jika tidak terdeteksi, keluhan bisa menetap atau muncul kembali. Gejalanya berupa:

  • Keputihan lebih banyak dari biasanya
  • Cairan vagina berwarna kekuningan atau menyerupai nanah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah

5. Iritasi atau Reaksi Alergi pada Area Vagina

Tidak semua keputihan berkepanjangan disebabkan oleh infeksi. Penggunaan produk tertentu juga bisa memicu iritasi pada vagina dan vulva. Beberapa pemicunya antara lain:

  • Sabun pembersih kewanitaan dengan pewangi
  • Pantyliner atau pembalut beraroma
  • Cairan antiseptik untuk vagina
  • Produk pembersih yang digunakan terlalu sering
  • Kebiasaan membersihkan bagian dalam vagina

Iritasi bisa menimbulkan rasa gatal, perih, kemerahan, dan peningkatan cairan akibat peradangan. Oleh karena itu, penting membedakan keputihan akibat infeksi dengan keluhan akibat iritasi.

Gejala Keputihan Tidak Normal yang Perlu Wanita Perhatikan

Selain berlangsung lama, keputihan perlu Anda waspadai apabila mengalami perubahan tertentu. Berikut beberapa tanda yang sebaiknya tidak Anda abaikan:

  • Perubahan warna seperti kuning, kehijauan, abu-abu, atau bercampur darah
  • Berbau menyengat
  • Perubahan tekstur menjadi sangat kental, menggumpal, atau berbusa
  • Terasa gatal, panas, atau mengalami iritasi
  • Nyeri saat berkemih
  • Nyeri pada area panggul

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Terlebih jika keluhan berlangsung berulang atau tidak membaik setelah mendapatkan pengobatan.

Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Keputihan Selama Setahun?

Untuk mengetahui penyebab keputihan selama setahun, dokter perlu melakukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan kondisi pasien. Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan:

  • Wawancara Medis – Dokter menanyakan durasi keputihan, warna, aroma, tekstur, serta keluhan lain yang menyertainya.
  • Pemeriksaan Area Genital – Bertujuan melihat tanda peradangan, iritasi, atau perubahan pada organ reproduksi.
  • Pemeriksaan Sampel Cairan Vagina – Sampel diperiksa untuk mengetahui kemungkinan infeksi jamur, bakteri atau parasit.
  • Tes Infeksi Menular Seksual – Pemeriksaan tambahan bisa dilakukan jika terdapat dugaan klamidia, gonore, atau IMS lainnya.

Menurut CDC, riwayat keluhan saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebab keputihan. Pemeriksaan fisik dan tes laboratorium bisa membantu memastikan diagnosis, sehingga pengobatan lebih tepat.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jangan menunda pemeriksaan apabila keputihan sudah berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun, terutama jika disertai perubahan warna, bau, gatal, atau nyeri.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami keputihan disertai demam, nyeri panggul yang berat, atau perdarahan tidak normal. Gejala tersebut membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, pemeriksaan sejak dini bisa membantu mengetahui penyebab keputihan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Klinik Apollo menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan organ intim wanita, dengan bantuan tenaga medis profesional. Jangan menunggu sampai keluhan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

FAQ Seputar Keputihan Selama Setahun

1. Apakah Keputihan Selama Setahun Berbahaya?

Belum tentu. Keputihan normal bisa terjadi secara rutin. Namun, jika disertai bau tidak sedap, gatal, perubahan warna, atau nyeri, kondisi tersebut perlu diperiksa.

2. Kenapa Keputihan Tidak Kunjung Sembuh?

Keputihan bisa menetap karena infeksi belum tertangani, penyebabnya belum diketahui secara tepat, terjasi infeksi berulang, atau terdapat iritasi akibat produk kewanitaan.

3. Apakah Keputihan Berkepanjangan Bisa Menyebabkan Kemandulan?

Tidak semua keputihan menyebabkan kemandulan. Namun, infeksi tertentu seperti klamidia dan gonore yang tidak tertangani bisa berkembang menjadi penyakit radang panggul dan meningkatkan risiko gangguan kesuburan.

4. Apakah Keputihan Selama Setahun Bisa Sembuh?

Bisa, bergantung penyebabnya. Infeksi jamur, bacterial vaginosis, dan beberapa infeksi menular seksual bisa tertangani dengan pengobatan yang sesuai berdasarkan diagnosis dokter.

5. Apakah Keputihan Berkepanjangan Harus Menjalani Pemeriksaan Laboratorium?

Tidak selalu. Dokter akan menentukan kebutuhan pemeriksaan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan sampel cairan vagina atau tes IMS, bisa dokter perlukan untuk memastikan penyebabnya.

Baca Juga: Keputihan Kanker Serviks: Ciri-ciri yang Perlu Diwaspadai

Cek Penyebab Pasti Keputihan Selama Setahun di Klinik Apollo Jakarta

Berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman, bisa membantu Anda untuk mengetahui apa saja penyebab pasti dari keputihan selama setahun yang Anda alami. Dengan fasilitas dan juga peralatan yang lengkap di Klinik Apollo Jakarta, tim medis kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh.

Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang membantu pasien lebih mudah dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja secara melalui Chat WhatsApp gratis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat ya.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.