Klinik Apollo – Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan. Cairan vagina membantu menjaga kelembapan dan membersihkan area kewanitaan secara alami.

Namun, perubahan warna, bau, tekstur, atau jumlah keputihan terkadang menandakan adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Lalu, seperti apa ciri-ciri keputihan yang berbahaya? Keputihan yang berbau menyengat, berwarna kuning kehijauan, di sertai gatal, rasa terbakar, nyeri saat kencing, atau nyeri perut bagian bawah perlu di waspadai, terutama jika keluhan tersebut baru muncul atau semakin parah.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), keluhan keputihan abnormal (tidak normal) dapat berkaitan dengan beberapa kondisi, seperti vaginosis bakterialis (BV), kandidiasis vagina, trikomoniasis, maupun peradangan pada leher rahim.

Karena gejalanya dapat saling menyerupai, pemeriksaan di perlukan untuk mengetahui penyebab yang tepat. Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari ciri-ciri keputihan yang perlu di waspadai, penyebabnya, tanda bahaya yang membutuhkan penanganan segera, serta cara menjaga kesehatan organ intim.

Apa Saja Ciri-ciri Keputihan yang Berbahaya?

Keputihan yang tidak normal (abnormal) tidak selalu menandakan penyakit serius.

Meski demikian, perubahan tertentu sebaiknya tidak di abaikan, terutama jika muncul bersama keluhan lain.

1. Keputihan berwarna kuning atau kehijauan

Keputihan yang berubah menjadi kuning pekat atau kehijauan, terutama jika di sertai bau tidak sedap, iritasi, atau nyeri, dapat mengindikasikan infeksi.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual (IMS) akibat parasit Trichomonas vaginalis.

Infeksi ini dapat menyebabkan keputihan berbau, iritasi, dan rasa tidak nyaman saat kencing.

Namun, warna cairan saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Oleh karena itu, periksakan diri ke dokter ahli apabila perubahan warna berlangsung terus-menerus atau di sertai gejala lain.

2. Keputihan berbau amis atau menyengat

Keputihan yang mengeluarkan bau amis, terutama setelah berhubungan intim, dapat berkaitan dengan vaginosis bakterialis (bacterial vaginosis atau BV).

Kondisi ini terjadi ketika keseimbangan bakteri di vagina berubah sehingga bakteri tertentu tumbuh berlebihan.

Keputihan akibat BV biasanya bertekstur tipis dan berwarna putih keabu-abuan.

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa BV merupakan salah satu penyebab keputihan yang umum pada perempuan usia reproduktif.

Kondisi ini dapat di obati, tetapi membutuhkan penanganan yang sesuai.

Perlu di ingat, bau vagina dapat berubah karena berbagai faktor.

Namun, jika baunya menetap, menyengat, atau di sertai iritasi, jangan hanya mengandalkan produk penghilang bau kewanitaan.

3. Keputihan disertai rasa gatal dan perih

Rasa gatal, perih, kemerahan, atau pembengkakan di sekitar vagina dapat menjadi tanda peradangan atau infeksi.

Salah satu penyebabnya adalah kandidiasis vagina, yaitu pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan.

Kondisi ini sering menyebabkan keputihan warna putih kental menyerupai gumpalan, di sertai rasa gatal dan nyeri.

Menurut CDC, kandidiasis vagina juga dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan intim dan rasa tidak nyaman ketika kencing.

Namun, gejala tersebut tidak khusus untuk infeksi jamur sehingga pemeriksaan tetap di perlukan.

Hindari menggaruk area kewanitaan atau menggunakan obat-obatan antijamur secara berulang (kambuh) tanpa memastikan penyebabnya.

Penanganan yang tidak sesuai dapat membuat keluhan tidak kunjung membaik.

4. Keputihan bercampur darah di luar menstruasi

Keputihan yang di sertai bercak darah di luar jadwal menstruasi perlu di perhatikan, terutama jika terjadi berulang (kambuh), muncul setelah berhubungan intim, atau di sertai nyeri panggul.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan perubahan hormon, iritasi, peradangan pada leher rahim, atau penyebab lain yang memerlukan pemeriksaan.

Keputihan bercampur darah tidak otomatis berarti kanker serviks.

Namun, perdarahan yang tidak biasa perlu di evaluasi oleh dokter ahli untuk mengetahui sumber dan penyebabnya.

5. Keputihan disertai nyeri saat kencing

Rasa perih saat kencing yang muncul bersamaan dengan keputihan abnormal (tidak normal) dapat berkaitan dengan iritasi, infeksi vagina, infeksi saluran kemih (ISK), atau infeksi menular seksual (IMS) tertentu.

Perhatikan apakah keluhan juga di sertai sering kencing, nyeri panggul, atau perubahan bau dan warna cairan vagina.

Jika gejala menetap atau semakin parah, lakukan pemeriksaan medis.

Dokter ahli dapat menentukan apakah Anda membutuhkan pemeriksaan urine, pemeriksaan cairan vagina, atau tes infeksi menular seksual (IMS) berdasarkan gejala dan faktor risiko.

6. Keputihan disertai nyeri perut bagian bawah

Nyeri perut bagian bawah atau panggul yang di sertai keputihan abnormal (tidak normal) dapat menjadi tanda infeksi pada organ reproduksi, termasuk penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease atau PID).

Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk gangguan kesuburan.

Segera cari pertolongan medis jika nyeri panggul terasa berat, di sertai demam, muntah, pingsan, atau perdarahan banyak.

Jangan menunggu keputihan menghilang dengan sendirinya apabila terdapat tanda bahaya tersebut.

Warna Keputihan yang Normal dan Tidak Normal (Abnormal)

Untuk membantu mengenali perubahan cairan vagina, perhatikan perbandingan berikut.

Namun, warna dan tekstur saja tidak dapat memastikan apakah seseorang mengalami infeksi.

Ilustrasi Keputihan yang Berbahaya.

img: klinikapollojakarta.com

Keputihan normal dapat berubah sepanjang siklus menstruasi, termasuk saat ovulasi, menjelang menstruasi, atau selama kehamilan.

Karena itu, perubahan cairan vagina perlu di nilai bersama gejala lain dan kondisi kesehatan Anda.

Apa Penyebab Keputihan yang Berbahaya?

Keputihan abnormal (tidak normal) dapat muncul akibat infeksi maupun gangguan non infeksi.

Berikut beberapa penyebab yang perlu di ketahui.

1. Vaginosis bakterialis (BV)

Vaginosis bakterialis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri alami vagina berubah.

Gejala yang sering muncul meliputi keputihan tipis berwarna putih keabu-abuan dan bau amis.

Kondisi ini bukan semata-mata akibat kurang menjaga kebersihan.

Penggunaan cairan pembersih vagina untuk membilas bagian dalam vagina justru dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme alami.

2. Infeksi jamur vagina

Infeksi jamur akibat Candida dapat menyebabkan gatal, kemerahan, perih, serta keputihan putih kental.

Meski sering di anggap sepele, keluhan yang berulang atau tidak membaik membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.

3. Infeksi menular seksual (IMS)

Beberapa infeksi menular seksual (IMS), seperti trikomoniasis, gonore (kencing nanah), dan klamidia, dapat menimbulkan keputihan abnormal (tidak normal) atau peradangan pada leher rahim.

Sebagian infeksi bahkan tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Oleh karena itu, dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) berdasarkan riwayat paparan dan gejala yang di alami.

4. Iritasi atau reaksi terhadap produk kewanitaan

Sabun berpewangi, antiseptik, pewangi area intim, dan produk yang di masukkan ke dalam vagina dapat memicu iritasi pada sebagian orang.

Jika keluhan muncul setelah menggunakan produk tertentu, hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter ahli apabila gejala menetap.

Kapan Keputihan Harus Diperiksakan ke Dokter Ahli?

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli apabila mengalami kondisi berikut:

  • Keputihan berubah warna, bau, atau tekstur secara tidak biasa.
  • Muncul rasa gatal, perih, atau kemerahan yang menetap.
  • Keputihan di  sertai nyeri saat kencing atau berhubungan intim.
  • Terdapat bercak darah di luar menstruasi atau setelah berhubungan intim.
  • Keluhan sering kambuh atau tidak membaik setelah pengobatan.
  • Anda sedang hamil dan mengalami keputihan abnormal (tidak normal), perdarahan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

Jika Anda mengalami nyeri panggul berat, demam tinggi, perdarahan banyak, atau merasa akan pingsan, segera cari pertolongan medis.

Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Keputihan Abnormal?

Untuk menentukan penyebab keputihan yang berbahaya, dokter ahli akan menanyakan gejala, lama keluhan, riwayat menstruasi, penggunaan obat-obatan, serta faktor risiko infeksi.

Selanjutnya, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan area genital dan mengambil sampel cairan vagina jika di perlukan.

Pemeriksaan tambahan bisa berupa pengukuran pH vagina, pemeriksaan mikroskopis, atau tes laboratorium untuk mendeteksi infeksi tertentu.

CDC menegaskan bahwa riwayat keluhan saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebab vaginitis secara akurat.

Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan klinis dan laboratorium dapat membantu menentukan terapi yang sesuai.

Pengobatan akan di sesuaikan dengan penyebabnya.

Infeksi bakteri, infeksi jamur, dan infeksi menular seksual (IMS) membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Oleh sebab itu, hindari membeli antibiotik atau obat-obatan antijamur tanpa mengetahui penyebab keluhan.

Cara Mencegah Keputihan Abnormal (Tidak Normal)

Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan vagina dan mengurangi risiko iritasi:

  • Bersihkan bagian luar organ intim dengan lembut menggunakan air dan hindari memasukkan sabun atau cairan pembersih ke dalam vagina.
  • Hindari penggunaan produk kewanitaan berpewangi jika memicu iritasi.
  • Ganti pakaian dalam ketika lembap dan pilih bahan yang nyaman.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar untuk mengurangi risiko penularan IMS (infeksi menular seksual).
  • Jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan vagina tanpa indikasi yang jelas.
  • Lakukan pemeriksaan jika keluhan menetap atau berulang (kambuh).

Perlu di pahami bahwa kebersihan yang baik tidak menjamin seseorang bebas dari infeksi.

Jika muncul gejala yang mencurigakan, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah yang tepat.

Konsultasi Keputihan Abnormal di Klinik Apollo

Keputihan yang berubah warna, berbau menyengat, atau di sertai gatal dan nyeri tidak sebaiknya di abaikan. Semakin cepat penyebabnya di ketahui, semakin cepat pula Anda dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Di Klinik Apollo, Anda dapat berkonsultasi mengenai keputihan abnormal (tidak normal), dugaan infeksi vagina, dan keluhan kesehatan organ intim lainnya.

Tenaga medis akan membantu mengevaluasi keluhan serta menjelaskan pilihan pemeriksaan dan pengobatan berdasarkan kondisi Anda. Melalui pemeriksaan yang tepat, Anda dapat memperoleh informasi mengenai penyebab keputihan, penanganan yang sesuai, dan langkah untuk membantu mencegah kekambuhan.

Kerahasiaan serta kenyamanan pasien juga menjadi hal yang perlu di perhatikan selama proses konsultasi. Jangan menunda pemeriksaan karena malu atau khawatir.

Segera konsultasikan keputihan yang berbahaya kepada dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, informasi pengobatan yang sesuai, dan panduan menjaga kesehatan organ intim.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.