Klinik Apollo – Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan. Namun, ketika keputihan berubah warna, berbau tidak biasa, atau di sertai nyeri perut bagian bawah, kamu perlu mewaspadai kemungkinan adanya infeksi pada organ reproduksi, termasuk penyakit radang panggul (PID).

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi pada organ reproduksi perempuan, seperti rahim, saluran tuba, dan ovarium.

Kondisi ini sering berkaitan dengan infeksi bakteri yang naik dari vagina atau leher rahim menuju organ reproduksi bagian atas.

Lantas, bagaimana ciri keputihan pada radang panggul (PID)? Apakah keputihan berbau dan nyeri perut selalu menandakan penyakit ini? Artikel ini membahas gejala yang perlu kamu kenali, penyebab, cara diagnosis, pilihan pengobatan, dan langkah pencegahan berdasarkan informasi medis tepercaya.

Apa Itu Keputihan akibat Radang Panggul?

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina untuk membantu menjaga kelembapan dan kebersihan area kewanitaan.

Keputihan yang normal umumnya berwarna bening atau putih, tidak berbau menyengat, serta tidak di sertai gatal atau nyeri yang mengganggu.

Sebaliknya, perubahan keputihan yang di sertai gejala lain dapat menandakan infeksi.

Pada penyakit radang panggul, keputihan abnormal (tidak normal) bisa muncul ketika infeksi pada leher rahim atau vagina berkaitan dengan infeksi yang telah menyebar ke organ reproduksi bagian atas.

Namun, keputihan saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami radang panggul.

Kondisi seperti vaginosis bakterialis (BV), kandidiasis vagina, dan infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.

Karena itu, dokter ahli perlu menilai keputihan bersama gejala lain dan hasil pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya.

Ciri Keputihan Radang Panggul yang Perlu Diwaspadai

Ciri keputihan yang berkaitan dengan radang panggul tidak selalu sama pada setiap perempuan.

Selain perubahan cairan vagina, infeksi dapat menimbulkan keluhan pada perut bagian bawah, saat berhubungan intim, atau ketika kencing.

Berikut beberapa tanda yang perlu kamu kenali.

1. Keputihan berbau tidak sedap

Keputihan dapat berbau tidak biasa atau lebih menyengat daripada biasanya.

Pada sebagian kasus, cairan dari leher rahim tampak seperti lendir bernanah.

Namun, bau tidak sedap juga bisa terjadi akibat vaginosis bakterialis (BV) atau trikomoniasis.

Oleh karena itu, dokter perlu memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan.

2. Warna dan tekstur keputihan berubah

Cairan vagina dapat terlihat kekuningan, kehijauan, atau lebih kental daripada biasanya, terutama jika terdapat peradangan pada leher rahim.

Meskipun demikian, warna keputihan saja tidak cukup untuk menentukan jenis infeksi.

Hindari menyimpulkan bahwa setiap keputihan kuning atau hijau merupakan tanda radang panggul.

3. Nyeri perut bagian bawah atau panggul

Nyeri pada perut bagian bawah merupakan salah satu gejala penting penyakit radang panggul.

Rasa nyeri dapat muncul secara perlahan, terasa menetap, atau memburuk saat beraktivitas maupun berhubungan intim.

Jika keluhan ini muncul bersamaan dengan keputihan abnormal (tidak normal), segera periksakan diri ke dokter ahli.

4. Nyeri saat berhubungan seksual

Peradangan pada organ reproduksi dapat menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan intim, terutama ketika penetrasi terasa dalam.

Jangan mengabaikan keluhan tersebut jika terjadi berulang atau di sertai perdarahan maupun keputihan yang tidak biasa.

5. Perdarahan di luar menstruasi

Radang panggul dapat di sertai perdarahan di antara periode menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

Perubahan ini bisa berkaitan dengan peradangan pada leher rahim atau jaringan reproduksi lainnya.

6. Demam dan rasa tidak enak badan

Pada kondisi tertentu, infeksi dapat menimbulkan demam, lemas, atau rasa tidak nyaman pada tubuh.

Namun, sebagian perempuan dengan radang panggul hanya mengalami gejala ringan, bahkan tidak menyadari adanya infeksi.

Segera ke IGD jika kamu mengalami nyeri panggul hebat atau mendadak, demam tinggi, muntah terus-menerus, pingsan, atau nyeri dan perdarahan ketika mungkin sedang hamil.

Gejala tersebut dapat menunjukkan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.

Apa Penyebab Keputihan yang Berkaitan dengan Radang Panggul?

Penyakit radang panggul terjadi ketika bakteri menginfeksi organ reproduksi bagian atas.

Infeksi menular seksual (IMS), khususnya klamidia dan gonore (kencing nanah), merupakan penyebab penting.

Namun, bakteri lain yang berasal dari flora vagina juga dapat terlibat.

Menurut CDC, dalam penelitian yang di rangkum pada pedoman klinisnya, sekitar 50% perempuan yang di diagnosis mengalami radang panggul akut memiliki hasil tes positif untuk klamidia atau gonore (kencing nanah).

Artinya, tidak semua kasus radang panggul di sebabkan oleh kedua bakteri tersebut.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko meliputi:

  • Infeksi klamidia atau gonore (kencing nanah) yang tidak terdiagnosis atau tidak di obati.
  • Riwayat penyakit radang panggul sebelumnya.
  • Pasangan seksual yang terinfeksi IMS (infeksi menular seksual).
  • Paparan infeksi melalui hubungan seksual tanpa penghalang pelindung.

Perlu di ketahui, radang panggul bukan berarti seseorang pasti tertular melalui hubungan seksual.

Dokter ahli tetap perlu menilai riwayat kesehatan dan hasil pemeriksaan untuk mencari penyebab yang paling mungkin.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan akibat Radang Panggul?

Cara mengatasi keputihan akibat radang panggul harus di sesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan infeksi.

Tujuannya bukan hanya mengurangi keputihan, tetapi juga mengatasi infeksi pada organ reproduksi dan mencegah komplikasi.

1. Menjalani pemeriksaan dokter ahli

Dokter ahli akan mengevaluasi gejala, memeriksa area panggul sesuai kebutuhan, serta mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi infeksi seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).

Dokter ahli juga dapat menyarankan tes kehamilan, pemeriksaan urine, atau USG jika di perlukan untuk mengevaluasi kondisi lain dan kemungkinan komplikasi.

2. Mengonsumsi antibiotik sesuai resep

Jika dokter ahli mencurigai penyakit radang panggul, dokter ahli dapat memberikan kombinasi antibiotik yang mencakup bakteri penyebab yang umum.

Pengobatan sebaiknya di mulai sedini mungkin ketika diagnosis klinis mengarah pada radang panggul.

Minum obat-obatan sesuai petunjuk dan selesaikan seluruh pengobatan yang di resepkan, meskipun gejala sudah membaik.

Jangan membeli antibiotik sendiri karena pilihan obat dan durasi terapi harus sesuai dengan kondisi medis.

CDC merekomendasikan evaluasi ulang apabila tidak ada perbaikan dalam waktu 72 jam setelah terapi rawat jalan di mulai.

3. Menghindari hubungan seksual sementara waktu

Selama pengobatan, hindari hubungan seksual sampai terapi selesai, gejala mereda, dan pasangan seksual yang perlu di periksa atau diobati telah mendapatkan penanganan.

Langkah ini membantu mengurangi risiko penularan dan infeksi berulang (kambuh).

4. Melakukan pemeriksaan ulang

Jangan menganggap infeksi sudah sembuh hanya karena keputihan berkurang.

Dokter ahli perlu menilai respons terhadap pengobatan, terutama jika sebelumnya terdapat nyeri panggul atau dugaan infeksi menular seksual (IMS).

Jika gejala memburuk atau tidak membaik, segera kembali ke dokter ahli untuk evaluasi lebih lanjut.

Apa Risiko Radang Panggul Jika Tidak Diobati?

Radang panggul yang tidak mendapatkan penanganan tepat dapat menyebabkan komplikasi, khususnya ketika infeksi merusak jaringan organ reproduksi.

Beberapa komplikasi yang perlu di waspadai antara lain:

  • Gangguan kesuburan: peradangan dapat menyebabkan jaringan parut dan penyumbatan pada saluran tuba.
  • Kehamilan ektopik: kerusakan saluran tuba dapat meningkatkan risiko kehamilan berkembang di luar rahim.
  • Nyeri panggul kronis: sebagian perempuan mengalami nyeri yang berlangsung lama setelah infeksi.
  • Abses tubo-ovarium: infeksi dapat membentuk kumpulan nanah di sekitar tuba dan ovarium.

CDC menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 8 perempuan dengan riwayat radang panggul mengalami kesulitan untuk hamil.

Angka tersebut merupakan data populasi, bukan prediksi bahwa setiap perempuan yang mengalami radang panggul akan mengalami infertilitas (kemandulan).

Karena itu, pemeriksaan dan pengobatan sejak dini penting untuk membantu mengurangi risiko kerusakan organ reproduksi.

Bagaimana Cara Mencegah Keputihan dan Radang Panggul?

Pencegahan berfokus pada deteksi dini infeksi, kebiasaan seksual yang lebih aman, dan perawatan area kewanitaan yang tepat.

Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan:

  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten untuk membantu mengurangi risiko penularan infeksi menular seksual (IMS).
  • Lakukan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) sesuai faktor risiko, terutama jika kamu atau pasangan seksual mengalami gejala atau memiliki riwayat paparan infeksi.
  • Hindari vaginal douching, yaitu membersihkan bagian dalam vagina menggunakan cairan tertentu, karena tindakan ini dapat mengganggu keseimbangan flora vagina.
  • Jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan keputihan sembarangan. Pengobatan yang tidak sesuai dapat menunda diagnosis penyebab sebenarnya.
  • Segera periksa jika keputihan berubah di sertai nyeri panggul, perdarahan di luar menstruasi, atau demam.

Langkah tersebut membantu menurunkan risiko infeksi dan komplikasi.

Namun, tidak semua kasus radang panggul dapat di cegah, sehingga pemeriksaan medis tetap penting ketika muncul gejala.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Ahli?

Kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli apabila mengalami keputihan berbau tidak sedap, perubahan warna cairan vagina, nyeri perut bagian bawah, nyeri saat berhubungan intim, atau perdarahan di luar menstruasi.

Jangan menunggu sampai gejala menjadi berat.

Radang panggul terkadang menimbulkan keluhan ringan sehingga mudah di salahartikan sebagai keputihan biasa.

Dokter ahli dapat membantu membedakan radang panggul dari kondisi lain, seperti vaginosis bakterialis (BV), kandidiasis vagina, servisitis, dan infeksi menular seksual (IMS).

Dengan demikian, kamu bisa memperoleh pengobatan sesuai penyebabnya.

Konsultasi Keputihan dan Radang Panggul di Klinik Apollo

Keputihan yang di sertai nyeri panggul tidak boleh di anggap sepele. Pemeriksaan medis membantu mengidentifikasi penyebab keluhan, menentukan kebutuhan pengobatan, dan mengurangi risiko komplikasi pada organ reproduksi.

Klinik Apollo menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan reproduksi untuk membantu pasien memperoleh evaluasi medis, rekomendasi penanganan sesuai kondisi, serta informasi mengenai langkah perawatan dan tindak lanjut.

Pelayanan juga memperhatikan privasi pasien. Jangan menunda pemeriksaan jika keputihan di sertai nyeri panggul atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

Segera konsultasikan keluhanmu dengan dokter ahli di Klinik Apollo agar kamu mendapatkan informasi yang tepat, pilihan pengobatan sesuai hasil pemeriksaan, dan panduan untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.