Klinik Apollo, Jakarta – Mengenali cara membedakan keputihan dan nanah pada area kelamin, sangat penting. Mengapa? Karena perbedaan warna, tekstur, dan bau cairan bisa membantu mengetahui penyebabnya secara pasti.
Meskipun terlihat mirip, keduanya memiliki penyebab dan ciri yang berbeda. Keputihan bisa menjadi bagian dari proses alami tubuh, sedangkan keluarnya nanah sering kali menandakan adanya infeksi yang perlu diperiksakan.
Lantas, bagaimana cara membedakan keputihan dan nanah pada area kelamin? Simak penjelasannya berikut ini.
- Cara Membedakan Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
- Penyebab Keluar Cairan Seperti Nanah dari Kelamin
- Kapan harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
- Pentingnya Tahu Cara Membedakan Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
- Cara Mencegah Keputihan Tidak Normal dan Infeksi Kelamin
- FAQ Seputar Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
- Konsultasikan Cara Membedakan Keputihan dan Nanah di Klinik Apollo Jakarta
Cara Membedakan Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
Keputihan normal umumnya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, serta memiliki tekstur encer atau sedikit kental.
Kondisi ini merupakan proses alami untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Sementara itu, cairan seperti nanah biasanya memiliki ciri berikut:
- Warna kuning, kehijauan, atau putih kekuningan
- Bertekstur lebih kental dan terkadang menyerupai lendir berwarna
- Bisa berbau tidak sedap atau menyengat
- Disertai rasa gatal, perih, nyeri saat buang air kecil, hingga nyeri pada area kelamin
Namun, warna dan tekstur saja tidak cukup untuk memastikan apakah cairan tersebut merupakan nanah atau keputihan akibat infeksi. Pemeriksaan medis perlu untuk mengetahui penyebabnya.
Penyebab Keluar Cairan Seperti Nanah dari Kelamin
Keluarnya cairan menyerupai nanah dari area kelamin, bisa terjadi karena beberapa kondisi, terutama infeksi berikut:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan infeksi menular seksual akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada wanita, infeksi ini bisa menyebabkan keputihan tidak normal, nyeri saat buang air kecil, dan perdarahan di luar menstruasi.
Pada pria, gonore lebih sering menyebabkan keluarnya cairan kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
2. Klamidia
Klamidia terjadi akibat bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Jika muncul gejala, penderitanya bisa mengalami keputihan tidak normal, nyeri saat buang air kecil, nyeri panggul, atau keluarnya cairan dari penis.
3. Uretritis
Uretritis merupakan peradangan pada uretra atau saluran keluarnya urine. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi bakteri, termasuk gonore dan klamidia.
Gejalanya meliputi keluarnya cairan seperti nanah dari lubang penis atau vagina, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan iritasi di sekitar lubang kencing.
Kapan harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Jangan mengabaikan perubahan cairan pada area kelamin, terutama jika disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Cairan berwarna kuning atau kehijauan dan berbau menyengat
- Keluar cairan kental seperti nanah
- Muncul rasa gatal, perih, atau panas
- Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim
- Mengalami perdarahan di luar menstruasi
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul
Jika Anda atau pasangan mengalami demam, nyeri panggul hebat, atau sedang hamil dan mengalami gejala infeksi, segera cari pertolongan medis.
Pentingnya Tahu Cara Membedakan Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
Mengetahui perbedaan keputihan dan nanah, bisa membantu seseorang lebih waspada terhadap kemungkinan infeksi kelamin. Keputihan normal umumnya tidak membutuhkan pengobatan. Namun, keputihan yang terjadi akibat infeksi, perlu penanganan berdasarkan penyebabnya.
Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik serta tes laboratorium, seperti pemeriksaan sampel cairan atau tes urine, untuk memastikan diagnosis.
Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa resep, karena penggunaan obat yang tidak tepat bisa menyebabkan resistensi antibiotik dan membuat infeksi sulit ditangani.
Cara Mencegah Keputihan Tidak Normal dan Infeksi Kelamin
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa membantu menjaga kesehatan organ intim, antara lain:
1. Bersihkan area kelamin dengan air bersih dan hindari sabun beraroma
2. Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat
3. Hindari berganti-ganti pasangan seksual
4. Gunakan kondom saat berhubungan intim
5. Lakukan pemeriksaan infeksi menular seksual secara berkala jika berisiko
6. Hindari penggunaan antibiotik atau obat keputihan tanpa anjuran dokter
Jika terdiagnosis infeksi menular seksual, pasangan seksual juga perlu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter.
FAQ Seputar Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
1. Apakah Keputihan Berwarna Kuning Selalu Berarti Nanah?
Tidak selalu. Keputihan berwarna kekuningan bisa terjadi akibat perubahan alami atau infeksi. Namun, jika disertai bau tidak sedap, gatal, dan nyeri, sebaiknya lakukan pemeriksaan.
2. Apakah Nanah pada Kelamin Bisa Sembuh Sendiri?
Tidak disarankan untuk menunggu nanah hilang sendiri. Jika terjadi akibat infeksi bakteri seperti gonore atau klamidia, kondisi tersebut membutuhkan pengobatan medis yang tepat.
3. Apakah Gonore Bisa Menyebabkan Keputihan?
Ya. Pada wanita, gonore bisa menyebabkan peningkatan cairan vagina yang tidak normal. Sementara pada pria, infeksi ini bisa menyebabkan keluarnya cairan menyerupai cairan dari penis.
4. Apakah Keputihan dan Nanah Bisa Menyebabkan Kemandulan?
Keputihan normal tidak menyebabkan kemandulan. Namun, infeksi seperti gonore dan klamidia yang tidak tertangani bisa menyebabkan radang panggul dan kerusakan organ reproduksi sehingga meningkatkan risiko infertilitas.
5. Apakah Pria Juga Bisa Mengalami Keluarnya Cairan Seperti Keputihan?
Pria tidak mengalami keputihan seperti wanita. Namun, pria bisa mengeluarkan cairan dari penis akibat infeksi, seperti gonore, klamidia, atau uretritis.
Baca Juga: Keputihan ISK Seperti Apa? Kenali Ciri-Ciri Fisiknya Disini
Konsultasikan Cara Membedakan Keputihan dan Nanah di Klinik Apollo Jakarta
Mengetahui cara membedakan keputihan dan nanah pada area kelamin, bisa membantu Anda untuk mengetahui penyebabnya dengan pasti.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
- Cara Membedakan Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
- Penyebab Keluar Cairan Seperti Nanah dari Kelamin
- Kapan harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
- Pentingnya Tahu Cara Membedakan Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
- Cara Mencegah Keputihan Tidak Normal dan Infeksi Kelamin
- FAQ Seputar Keputihan dan Nanah pada Area Kelamin
- Konsultasikan Cara Membedakan Keputihan dan Nanah di Klinik Apollo Jakarta
JAM OPERASIONAL
| Senin – Minggu | 09.00 – 19.00 |


