Klinik Apollo, Jakarta – Keputihan akibat infeksi saluran kemih (ISK) seperti apa? Pertanyaan ini sering muncul ketika wanita mengalami perubahan cairan vagina, yang disertai rasa nyeri atau perih saat buang air kecil.

Kedua keluhan tersebut perlu Anda perhatikan, karena bisa berkaitan dengan masalah kesehatan yang berbeda. Meskipun keputihan abnormal bukan gejala khas ISK, kedua kondisi tersebut bisa terjadi bersamaan.

Lantas, bagaimana cara mengenai ciri-ciri keputihan abnormal dan gejala infeksi saluran kemih (ISK)? Mari simak penjelasannya.

Keputihan ISK Seperti Apa? Kenali Ciri-cirinya

Pada umumnya, infeksi saluran kemih tidak secara langsung menyebabkan keputihan abnorlam, karena keduanya melibatkan organ yang berbeda.

Namun, jika keluhan muncul bersamaan dengan ISK, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan infeksi vagina, iritasi, atau infeksi lain. Berikut beberapa perubahan keputihan yang perlu Anda kenali:

1. Keputihan Berwarna Kuning atau Kehijauan

Keputihan yang normal, umumnya berwarna bening atau putih. Sebaliknya, keputihan yang berwarna kuning atau kehijauan, terutama jika berbau tidak sedap, gatal, dan nyeri, keluhan ini perlu Anda perhatikan.

Menurut National Health Service (NHS), keputihan berwarna kuning atau hijau, bisa berkaitan dengan infeksi tertentu, termasuk trikomoniasis yang merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS).

2. Keputihan Berbau Amis atau Menyengat

Keputihan berbau amis atau menyengat, bisa menandakan perubahan keseimbangan bakteri di dalam vagina. Menurut NHS, bau amis bisa berkaitan dengan vaginosis bakterialis, yaitu kondisi yang terjadi ketika keseimbangan bakteri alami vagina mengalami perubahan.

Keluhan ini berbeda dengan infeksi saluran kemih, yang terkadang menyebabkan urine berbau lebih tajam atau menyengat.

3. Keputihan Putih Kental dan Menggumpal

Keputihan putih dengan tekstur kental atau menggumpal menyerupai keju, bisa mengarah pada infeksi jamur vagina. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa gatal, kemerahan, dan juga iritasi.

Berdasarkan informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi jamur vagina bisa menimbulkan gatal, nyeri, kemerahan, pembengkakan, serta perubahan cairan vagina.

4. Keputihan Disertai Rasa Gatal dan Iritasi

Keputihan yang muncul bersamaan dengan rasa gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar bisa menunjukkan gangguan kesehatan organ intim.

Menurut CDC, gejala tersebut bisa berkaitan dengan infeksi jamur vagina, vaginosis bakterialis, dan trikomoniasis. Karena gejalanya terkadang sulit dibedakan, pemeriksaan medis perlu agar penyebabnya diketahui dan penanganannya sesuai.

5. Keputihan Muncul dengan Rasa Nyeri saat Kencing

Keputihan abnormal yang muncul bersamaan dengan rasa nyeri atau perih ssaat buang air kecil, perlu Anda perhatikan. Kedua keluhan tersebut bisa berkaitan dengan ISK, peradangan vagina, atau infeksi menular seksual.

Menurut CDC, infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore, bisa menyebabkan keputihan abnormal serta sensasi terbakar saat buang air kecil.

Ciri-ciri Infeksi Saluran Kemih pada Wanita

Selain mengenali perubahan keputihan, wanita juga perlu memahami gejala infeksi saluran kemih. Berikut beberapa ciri infeksi saluran kemih yang perlu Anda ketahui:

  • Sering buang air kecil
  • Rasa perih atau terbakar saat berkemih
  • Urine keruh atau bercampur darah
  • Nyeri pada perut bagian bawah

Jika infeksi pada saluran kemih tidak tertangani dengan tepat, bakteri penyebabnya bisa terus berkembang dan menyebar hingga ke ginjal. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikannya dan segera cari pertolongan medis jika nyeri pinggang disertai demam atau muntah.

Penyebab Keputihan Muncul Bersamaan dengan Gejala ISK

Keputihan abnormal yang muncul bersamaan dengan gejala infeksi saluran kemih, bisa terjadi karena beberapa kondisi berikut:

1. Infeksi Jamur Vagina

Infeksi jamur vagina terjadi ketika jamur berkembang secara berlebihan, sehingga mengganggu keseimbangan alami mikroorganisme di area intim. Kondisi ini bisa menyebabkan keputihan putih kental, gatal, kemerahan, dan iritasi.

Rasa perih saat buang air kecil, juga bisa muncul ketika urine mengenai jaringan vagina yang meradang. Meskipun keluhannya bisa menyerupai ISK, keduanya merupakan kondisi berbeda sehingga penanganannya tidak selalu sama.

2. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis terjadi ketika keseimbangan bakteri alami di vagina mengalami perubahan. Kondisi ini bisa menyebabkan keputihan tipis berwarna putih keabu-abuan, yang disertai bau amis.

Pada sebagian wanita, bau tersebut bisa lebih kuat setelah berhubungan seksual. Vaginosis bakterialis tidak sama dengan ISK, tetapi kedua kondisi tersebut bisa terjadi bersamaan.

3. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis, bisa menyebabkan perubahan keputihan, rasa perih saat buang air kecil, atau nyeri panggul.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), klamidia dan gonore pada wanita bisa menimbulkan gejala yang menyerupai ISK atau infeksi vagina. Bahkan, sebagian penderita tidak menunjukkan gejala yeng jelas.

4. Infeksi Saluran Kemih

ISK umumnya terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih, seperti uretra atau kandung kemih. Gejalanya berupa rasa perih saat buang air kecil, sering ingin berkemih, serta urine yang keruh atau mengandung darah.

ISK tidak secara langsung menyebabkan keputihan abnormal. Jika kedua keluhan muncul bersamaan, dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya infeksi lain atau iritasi pada area genital.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Keputihan dan ISK?

Untuk mengetahui penyebab keputihan abnormal darn gejala yang menyerupai ISK, dokter akan mengevaluasi keluhan, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan yang diperlukan.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), diagnosis infeksi kandung kemih bisa melibatkan penilaian riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Berikut pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan:

1. Konsultasi Medis – Dokter akan menanyakan gejala, waktu munculnya keluhan, perubahan keputihan, dan riwayat kesehatan.

2. Pemeriksaan Urine – Urinalisis bisa membantu menemukan tanda ISK. Dalam kondisi tertentu, kultur urine juga perlu untuk mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi.

3. Pemeriksaan Cairan Vagina – Pemeriksaan ini membantu mengetahui kemungkinan infeksi jamur, vaginosis bakterialis, atau gangguan lainnya.

4. Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual – Dokter bisa menyarankan tes tertentu jika gejala dan riwayat pasien mengarah pada kemungkinan infeksi tersebut.

Tidak semua pasien memerlukan seluruh pemeriksaan tersebut. Dokter akan menyesuaikannya dengan gejala, serta kondisi masing-masing pasien.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Perubahan keputihan yang muncul dengan keluhan lain, sebaiknya tidak Anda abaikan, terutama jika berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mengganggu aktivitas. Konsultasikan kondisi Anda kepada dokter, apabila mengalami:

  • Keputihan yang berubah warna, tekstur, atau bau
  • Keputihan gatal, iritasi, atau nyeri
  • Rasa perih atau terbakar ketika buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil meningkat atau sensasi kandung kemih belum kosong
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul
  • Perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual

Segera cari pertolongan medis jika keluhan disertai muncul, menggigil, nyeri pinggang, mual, atau muntah. Gejala tersebut bisa menandakan infeksi yang melibatkan ginjal dan membutuhkan penanganan segera.

FAQ Seputar Keputihan Abnormal dan ISK

1. Keputihan ISK Seperti Apa?

ISK tidak memiliki ciri keputihan yang khas, karena infeksi ini bisa menyerang saluran kemih, bukan vagina. Keputihan yang berubah warna, berbau menyengat, atau menggumpal bisa menandakan gangguan pada vagina yang perlu Anda periksakan.

2. Apakah ISK Menyebabkan Keputihan Berwarna Kuning?

Keputihan berwarna kuning, bukan gejala khas ISK. Perubahan tersebut bisa berkaitan dengan infeksi atau gangguan vagina, termasuk infeksi menular seksual tertentu. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

3. Apakah Keputihan dan ISK Bisa Terjadi Bersamaan?

Ya, keputihan abnormal dan ISK bisa terjadi bersamaan. Selain itu, peradangan atau infeksi vagina bisa menyebabkan rasa perih saat buang air kecil, sehingga keluhannya menyerupai ISK.

4. Apakah Keputihan Berbau Amis Merupakan Tanda ISK?

Tidak secara khusus. Batu amis pada keputihan lebih sering berkaitan dengan vaginosis baketrialis, sedangkan ISK bisa menyebabkan urine berbau lebih tajam. Pemeriksaan membantu membedakan kedua kondisi tersebut.

5. Apakah ISK Bisa Sembuh Tanpa Pengobatan?

Penanganan ISK bergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahan infeksi. ISK akibat bakteri sering kali memerlukan antibiotik berdasarkan penilaian dokter. Oleh karena itu, jangan mengandalkan pengobatan sendiri atau menunda pemeriksaan ketika gejala muncul.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Urine Bening: Penyebab dan Bahayanya

Konsultasikan Penyebab Keputihan Abnormal dan ISK di Klinik Apollo Jakarta

Keputihan ISK seperti apa? Penting Anda pahami bahwa infeksi saluran kemih tidak secara langsung menyebabkan keputihan abnormal.

Keputihan yang berubah warna, tekstur, atau bau bisa menandakan gangguan pada vagina, sedangkan ISK lebih sering ditandai dengan rasa perih saat buang air kecil, meningkatnya frekuensi berkemih, dan perubahan urine.

Kedua kondisi tersebut bisa terjadi secara bersamaan atau memiliki gejala, yang menyerupai satu sama lain. Oleh karena itu, diagnosis tidak boleh Anda tentukan hanya berdasarkan warna, bau, atau bentuk keputihan.

Namun, jangan cemas! Klinik Apollo Jakarta bisa menjadi salah satu pilihan, untuk mencari informasi mengenai layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan organ intim. Dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap, Anda bisa mendapatkan penanganan medis yang optimal.

Segera konsultasikan keluhan Anda dengan tenaga medis kami melalui layanan Konsultasi Dokter Online, agar mendapatkan evaluasi dan penanganan sesuai kondisi yang Anda alami.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.