Klinik ApolloSifilis kongenital pada bayi merupakan infeksi serius yang terjadi ketika bakteri Treponema pallidum di tularkan dari ibu hamil kepada janin selama kehamilan.

Tanpa diagnosis dan pengobatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan keguguran, lahir mati (stillbirth), kelahiran prematur, hingga gangguan kesehatan jangka panjang pada bayi.

Dalam praktik klinis, banyak kasus sifilis kongenital sebenarnya dapat di cegah melalui skrining kehamilan dan pengobatan sifilis pada ibu sedini mungkin. Oleh karena itu, pemeriksaan antenatal yang rutin menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan ibu sekaligus mencegah penularan kepada bayi.

Artikel ini membahas penyebab sifilis kongenital pada bayi, gejala yang perlu di waspadai, cara diagnosis, pengobatan, serta langkah pencegahan berdasarkan pedoman medis terkini.

Apa Itu Sifilis Kongenital?

Sifilis kongenital adalah infeksi sifilis yang sudah terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, yaitu bakteri yang juga menyebabkan sifilis pada orang dewasa.

Penularan biasanya terjadi melalui plasenta ketika ibu hamil menderita sifilis yang belum di obati atau belum mendapatkan terapi yang memadai.

Risiko penularan meningkat pada sifilis primer dan sekunder karena jumlah bakteri dalam tubuh ibu lebih tinggi.

Menurut World Health Organization (WHO), sifilis pada kehamilan masih menjadi penyebab utama kematian janin dan komplikasi neonatal yang sebenarnya dapat di cegah melalui deteksi dini dan terapi antibiotik yang tepat.

Penyebab Sifilis Kongenital pada Bayi

Penyebab utama sifilis kongenital adalah penularan bakteri Treponema pallidum dari ibu ke janin selama kehamilan.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penularan meliputi:

  • Ibu hamil tidak menjalani pemeriksaan sifilis.
  • Sifilis pada ibu tidak terdiagnosis.
  • Pengobatan sifilis di lakukan terlambat.
  • Terjadi infeksi sifilis baru selama kehamilan.
  • Pasangan seksual juga terinfeksi tetapi tidak mendapatkan pengobatan.

Karena itu, skrining sifilis menjadi bagian penting dari pemeriksaan kehamilan untuk mengurangi risiko komplikasi pada bayi.

Bagaimana Penularannya?

Bakteri penyebab sifilis dapat menembus plasenta sejak trimester awal kehamilan.

Penularan juga dapat terjadi saat proses persalinan pervaginam apabila terdapat luka sifilis aktif pada jalan lahir, meskipun mekanisme utama tetap melalui plasenta.

Semakin lama infeksi pada ibu tidak di obati, semakin besar risiko bayi mengalami gangguan kesehatan.

Gejala Sifilis Kongenital pada Bayi

Tidak semua bayi langsung menunjukkan gejala saat lahir.

Bahkan, sebagian bayi tampak sehat meskipun sudah terinfeksi.

Gejala dapat muncul dalam beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan.

1. Gejala sifilis kongenital dini

Beberapa tanda yang sering di temukan antara lain:

  • Ruam pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Hidung berair yang mengandung bakteri (snuffles).
  • Berat badan sulit bertambah.
  • Demam.
  • Pembesaran hati dan limpa.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Penyakit kuning.
  • Anemia.
  • Gangguan pertumbuhan tulang.

2. Gejala sifilis kongenital lanjut

Apabila infeksi tidak segera di obati, bayi dapat mengalami:

  • Gangguan pendengaran permanen.
  • Kelainan bentuk gigi (Hutchinson teeth).
  • Kelainan bentuk hidung (saddle nose).
  • Gangguan penglihatan.
  • Kelainan tulang.
  • Keterlambatan perkembangan.
  • Gangguan saraf.

Semakin cepat pengobatan di berikan, semakin besar peluang mencegah komplikasi tersebut.

Diagnosis Sifilis Kongenital

Dokter ahli akan menegakkan diagnosis berdasarkan kombinasi riwayat ibu, pemeriksaan fisik bayi, dan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan yang dapat di lakukan meliputi:

  • Tes VDRL atau RPR.
  • Tes TPHA atau TPPA.
  • Pemeriksaan darah lengkap.
  • Analisis cairan serebrospinal bila di curigai keterlibatan sistem saraf.
  • Foto rontgen tulang panjang.
  • Pemeriksaan fungsi hati.

Evaluasi juga di lakukan terhadap riwayat pengobatan sifilis pada ibu selama kehamilan.

Pengobatan Sifilis Kongenital

Pengobatan utama menggunakan antibiotik golongan penisilin karena hingga saat ini masih menjadi terapi paling efektif untuk membunuh Treponema pallidum.

Bayi yang terdiagnosis sifilis kongenital biasanya memerlukan:

  • Injeksi sesuai dosis berdasarkan usia dan berat badan.
  • Pemantauan laboratorium secara berkala.
  • Evaluasi tumbuh kembang.
  • Pemeriksaan lanjutan apabila terdapat gangguan pendengaran atau penglihatan.

Selain bayi, ibu dan pasangan seksual juga harus menjalani pengobatan agar infeksi tidak berulang.

Apakah Sifilis Kongenital Bisa Disembuhkan?

Ya.

Jika di diagnosis sejak dini dan segera mendapatkan terapi antibiotik yang tepat, sifilis kongenital dapat di obati.

Namun, beberapa kerusakan organ yang sudah terjadi sebelum pengobatan mungkin bersifat permanen.

Oleh sebab itu, deteksi dini tetap menjadi langkah terbaik.

Cara Mencegah Sifilis Kongenital

Pencegahan merupakan upaya paling efektif untuk melindungi bayi dari komplikasi serius.

Beberapa langkah yang dapat di lakukan meliputi:

  • Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin.
  • Melakukan skrining sifilis sejak awal kehamilan.
  • Mengulangi pemeriksaan pada trimester ketiga jika berisiko tinggi.
  • Menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran dokter ahli.
  • Memastikan pasangan seksual juga mendapatkan terapi.
  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) untuk mengurangi risiko infeksi baru.
  • Menghindari hubungan seksual berisiko selama kehamilan.

Berdasarkan rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO, semua ibu hamil sebaiknya menjalani pemeriksaan sifilis sedini mungkin selama kehamilan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera periksakan diri apabila:

  • Anda sedang hamil dan belum pernah menjalani tes sifilis.
  • Pasangan seksual di diagnosis menderita sifilis.
  • Muncul luka pada area genital.
  • Mengalami ruam yang tidak di ketahui penyebabnya.
  • Bayi baru lahir menunjukkan tanda-tanda infeksi atau gangguan pertumbuhan.

Diagnosis dan terapi yang cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kesimpulan

Sifilis kongenital pada bayi adalah kondisi serius yang terjadi akibat penularan bakteri Treponema pallidum dari ibu selama kehamilan. Infeksi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, mulai dari gangguan pertumbuhan hingga kerusakan organ permanen.

Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat di cegah melalui skrining kehamilan, diagnosis dini, dan pengobatan yang tepat menggunakan antibiotik. Jika Anda sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau memiliki riwayat sifilis, jangan menunda pemeriksaan.

Konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, diagnosis yang akurat, penanganan oleh dokter ahli berpengalaman, serta terapi sesuai standar medis.

Dengan penanganan sejak dini, Anda dapat melindungi kesehatan diri sendiri sekaligus mengurangi risiko penularan kepada bayi, sehingga kehamilan dapat berlangsung lebih aman dan sehat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah semua ibu dengan sifilis akan menularkan penyakit kepada bayinya?

Tidak selalu.

Risiko penularan dapat di tekan secara signifikan apabila ibu mendapatkan pengobatan yang tepat sebelum atau selama kehamilan.

Bisakah sifilis kongenital dicegah?

Ya.

Skrining selama kehamilan, pengobatan dini, dan terapi pada pasangan merupakan langkah pencegahan yang paling efektif.

Apakah bayi perlu kontrol setelah selesai pengobatan?

Ya.

Bayi memerlukan pemeriksaan berkala untuk memastikan infeksi telah sembuh dan memantau tumbuh kembangnya.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.