Klinik Apollo – Keputihan saat ovulasi merupakan kondisi yang umum dialami wanita selama siklus menstruasi. Pada masa ini, cairan vagina biasanya menjadi lebih banyak, bening, licin, dan elastis menyerupai putih telur mentah.

Perubahan tersebut berkaitan dengan fluktuasi hormon yang membantu tubuh mempersiapkan pelepasan sel telur. Namun, tidak semua keputihan menandakan masa subur.

Perubahan warna, bau, tekstur, atau munculnya keluhan seperti gatal dan nyeri dapat mengindikasikan infeksi atau masalah kesehatan organ reproduksi.

Lalu, bagaimana cara membedakan keputihan normal saat ovulasi dengan keputihan yang tidak normal (abnormal)? Artikel ini membahas ciri-ciri, penyebab, waktu terjadinya, serta langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan vagina.

Apa Itu Keputihan Saat Ovulasi?

Keputihan saat ovulasi adalah cairan atau lendir serviks yang keluar melalui vagina ketika tubuh mendekati atau mengalami ovulasi.

Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang telah matang dari ovarium.

Sepanjang siklus menstruasi, hormon estrogen dan progesteron mengalami perubahan.

Menjelang ovulasi, peningkatan estrogen membuat lendir serviks menjadi lebih encer, licin, dan elastis.

Kondisi ini membantu sperma bergerak melalui saluran reproduksi sehingga peluang terjadinya pembuahan meningkat.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), lendir serviks biasanya menjadi lebih bening dan elastis sekitar 1 hingga 2 hari sebelum ovulasi.

Oleh karena itu, perubahan keputihan dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengenali masa subur.

Meski demikian, setiap wanita memiliki pola keputihan yang berbeda.

Jumlah dan teksturnya dapat di pengaruhi oleh perubahan hormon, penggunaan kontrasepsi, aktivitas seksual, kehamilan, serta kondisi kesehatan vagina.

Ciri-ciri Keputihan Saat Ovulasi yang Normal

Keputihan yang muncul ketika masa subur umumnya tidak berbahaya apabila tidak di sertai bau menyengat, rasa gatal, atau nyeri.

Berikut beberapa ciri yang perlu Anda ketahui.

1. Berwarna bening atau putih transparan

Keputihan saat ovulasi biasanya terlihat bening, transparan, atau sedikit keputihan.

Warnanya dapat menyerupai putih telur mentah.

Cairan ini merupakan lendir serviks yang mengalami perubahan alami akibat hormon.

Selama tidak di sertai keluhan lain, kondisi tersebut umumnya normal.

2. Teksturnya licin dan elastis

Salah satu ciri lendir masa subur adalah teksturnya yang licin dan elastis.

Jika di rentangkan di antara 2 jari yang bersih, lendir terkadang dapat memanjang seperti putih telur sebelum terputus.

Karakteristik ini membantu sperma bergerak melalui saluran reproduksi.

Karena itu, perubahan tekstur lendir dapat membantu wanita mengenali periode paling subur.

3. Jumlah keputihan meningkat

Menjelang ovulasi, Anda mungkin menyadari bahwa celana dalam terasa lebih lembap atau cairan vagina terlihat lebih banyak daripada biasanya.

Peningkatan jumlah cairan ini berkaitan dengan perubahan hormon estrogen.

Namun, jumlah keputihan setiap wanita berbeda sehingga tidak ada 1 ukuran tertentu yang berlaku untuk semua orang.

4. Tidak menimbulkan bau menyengat

Keputihan normal umumnya tidak memiliki bau yang kuat atau tidak sedap.

Aroma ringan pada area vagina masih dapat di anggap normal.

Sebaliknya, jika cairan berbau amis atau menyengat, terutama jika di sertai perubahan warna dan rasa tidak nyaman, sebaiknya periksakan diri ke dokter ahli.

5. Tidak disertai rasa gatal atau nyeri

Keputihan saat ovulasi yang normal biasanya tidak menyebabkan gatal, sensasi terbakar, pembengkakan, atau nyeri pada vagina.

Jika keluhan tersebut muncul, penyebabnya mungkin bukan sekadar perubahan hormon.

Infeksi jamur, vaginosis bakterialis (BV), dan infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.

Menurut NHS, keputihan normal dapat terlihat bening atau warna putih, terasa licin, dan menjadi lebih jelas ketika ovulasi.

Kapan Keputihan Saat Ovulasi Terjadi?

Waktu ovulasi berbeda pada setiap wanita karena bergantung pada panjang dan keteraturan siklus menstruasi.

Pada wanita dengan siklus menstruasi 28 hari, ovulasi sering terjadi sekitar hari ke-14, di hitung sejak hari pertama menstruasi.

Namun, waktu tersebut bukan patokan mutlak.

Perubahan tersebut merupakan gambaran umum.

Pola aktual dapat berbeda, terutama jika siklus menstruasi tidak teratur atau Anda menggunakan kontrasepsi hormonal.

Apakah Keputihan Saat Ovulasi Menandakan Masa Subur?

Ya, keputihan yang bening, licin, dan elastis dapat menjadi salah satu tanda bahwa Anda sedang mendekati masa subur.

Pada periode ini, perubahan lendir serviks membantu menciptakan lingkungan yang mendukung pergerakan sperma.

Peluang kehamilan pun meningkat apabila hubungan seksual terjadi dalam jendela masa subur.

ACOG menjelaskan bahwa jendela subur berlangsung sekitar 6 hari dalam 1 siklus, yaitu 5 hari sebelum ovulasi hingga sekitar 1 hari setelahnya.

Hal ini berkaitan dengan kemampuan sperma bertahan hidup hingga sekitar 5 hari dalam saluran reproduksi dan masa hidup sel telur sekitar 12 hingga 24 jam setelah di lepaskan.

Namun, keputihan saja tidak dapat memastikan bahwa ovulasi benar-benar terjadi.

Anda dapat menggabungkan pengamatan lendir serviks dengan pencatatan siklus menstruasi atau alat prediksi ovulasi jika ingin memperkirakan masa subur.

Perlu di ingat, jika Anda belum ingin hamil, jangan mengandalkan keputihan sebagai satu-satunya metode kontrasepsi.

Perbedaan Keputihan Saat Ovulasi dan Keputihan Tidak Normal (Abnormal)

Meskipun keputihan merupakan bagian dari fungsi alami vagina, perubahan tertentu dapat menjadi tanda infeksi.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan warna, bau, tekstur, dan keluhan yang menyertainya.

Ciri-ciri tersebut tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Beberapa infeksi menular seksual (IMS) bahkan dapat menimbulkan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali.

Menurut ACOG, dokter dapat menilai gejala, melakukan pemeriksaan panggul jika di perlukan, dan mengambil sampel cairan vagina untuk membantu menentukan penyebabnya.

Jika Anda mengalami keputihan yang berbeda dari biasanya, hindari mendiagnosis diri sendiri atau langsung menggunakan obat-obatan tanpa mengetahui penyebabnya.

Penyebab Keputihan yang Tidak Normal Saat Masa Ovulasi

Jika cairan vagina berubah secara mencolok ketika mendekati masa subur, beberapa kondisi berikut perlu di pertimbangkan.

1. Infeksi jamur vagina

Infeksi jamur, yang sering di sebabkan oleh Candida, dapat membuat keputihan menjadi putih kental dan menggumpal.

Kondisi ini biasanya di sertai rasa gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar di sekitar vagina.

2. Vaginosis bakterialis (BV)

Vaginosis bakterialis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri di vagina berubah.

Kondisi ini dapat menimbulkan cairan encer berwarna putih keabu-abuan dengan bau amis yang lebih terasa setelah berhubungan seksual.

3. Infeksi menular seksual (IMS)

Infeksi seperti trikomoniasis, gonore (kencing nanah), atau klamidia dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.

Gejala yang mungkin muncul meliputi keputihan tidak biasa, nyeri ketika kencing, perdarahan di luar menstruasi, atau nyeri panggul.

Akan tetapi, gejala setiap infeksi dapat berbeda.

Pemeriksaan medis di perlukan untuk menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai.

4. Perubahan hormon

Selain ovulasi, perubahan hormon akibat kontrasepsi, kehamilan, atau kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi jumlah dan tekstur keputihan.

Jika perubahan berlangsung terus-menerus atau di sertai keluhan lain, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter ahli.

Cara Menjaga Kesehatan Vagina Saat Ovulasi

Anda dapat menjaga kesehatan organ intim dengan melakukan beberapa langkah sederhana berikut.

  • Bersihkan area luar vagina dengan lembut. Gunakan air dan, jika di perlukan, sabun lembut tanpa pewangi.
  • Hindari membersihkan bagian dalam vagina. Douching dapat mengganggu keseimbangan alami mikroorganisme vagina.
  • Hindari produk pewangi intim. Spray, tisu berpewangi, dan produk tertentu dapat memicu iritasi.
  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman. Ganti pakaian dalam jika lembap atau basah untuk menjaga kenyamanan.
  • Amati perubahan keputihan. Perhatikan warna, bau, tekstur, jumlah, dan keluhan yang muncul.
  • Jangan menggunakan antibiotik atau obat-obatan antijamur sembarangan. Pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.

Kebiasaan tersebut membantu menjaga kenyamanan area intim, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan apabila muncul tanda infeksi.

Kapan Harus Memeriksakan Keputihan ke Dokter Ahli?

Keputihan saat ovulasi umumnya tidak memerlukan pengobatan jika memiliki ciri normal dan tidak menimbulkan keluhan.

Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli apabila mengalami:

  • Keputihan dengan bau amis atau menyengat.
  • Cairan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu yang tidak biasa.
  • Keputihan putih menggumpal di sertai rasa gatal.
  • Nyeri atau sensasi terbakar ketika kencing.
  • Nyeri panggul, perdarahan di luar menstruasi, atau perdarahan setelah berhubungan seksual.

Segera cari pertolongan medis jika nyeri panggul terasa berat atau muncul bersama demam, pingsan, atau perdarahan banyak.

Jika Anda sedang hamil dan mengalami perdarahan, segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan penilaian.

Dokter ahli akan menilai gejala dan riwayat kesehatan Anda.

Jika di perlukan, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan cairan vagina, atau tes infeksi menular seksual (IMS) untuk menentukan penanganan yang tepat.

Konsultasi Keputihan di Klinik Apollo

Keputihan saat ovulasi merupakan bagian normal dari siklus menstruasi dan dapat membantu Anda mengenali masa subur. Cairan yang bening, licin, elastis, serta tidak di sertai bau menyengat atau keluhan lain umumnya tidak perlu di khawatirkan.

Namun, jika keputihan berubah warna, berbau tidak sedap, di sertai gatal, atau menimbulkan nyeri, jangan mengabaikannya. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab keluhan dan mencegah masalah kesehatan berkembang lebih lanjut.

Jangan biarkan keluhan keputihan mengganggu kenyamanan Anda. Segera konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo untuk mendapatkan evaluasi oleh tenaga medis, informasi mengenai pemeriksaan yang sesuai, serta pilihan pengobatan berdasarkan penyebab keluhan.

Dengan layanan yang mengutamakan privasi pasien, Anda dapat memperoleh penjelasan medis yang lebih jelas, penanganan yang tepat, dan panduan menjaga kesehatan organ intim secara lebih aman.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.