Klinik Apollo – Keputihan bau bawang dapat membuat wanita merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap kesehatan organ intimnya.

Bau tersebut bisa muncul akibat perubahan aroma cairan vagina, keringat di area genital, atau kondisi tertentu yang memengaruhi keseimbangan mikroorganisme di vagina.

Pada dasarnya, keputihan merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga kelembapan dan kebersihan vagina. Namun, jika aroma keputihan berubah menjadi menyengat, di sertai gatal, rasa perih, atau perubahan warna, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.

Lantas, apa penyebab keputihan berbau bawang dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut untuk memahami kemungkinan penyebab, mengenali tanda yang perlu di periksa, serta mengetahui penanganan yang tepat.

Apakah Keputihan Bau Bawang Normal?

Keputihan normal umumnya berwarna bening atau putih, tidak berbau menyengat, dan memiliki tekstur yang dapat berubah mengikuti siklus menstruasi.

Jumlahnya juga bisa meningkat saat ovulasi, kehamilan, atau ketika menggunakan kontrasepsi tertentu.

Aroma vagina dapat sedikit berbeda pada setiap wanita.

Namun, keputihan dengan bau bawang yang kuat, menetap, atau di sertai keluhan lain sebaiknya tidak di abaikan.

Bau bawang tidak secara khusus menunjukkan satu penyakit tertentu.

Dokter ahli perlu mempertimbangkan karakteristik cairan vagina, gejala penyerta, riwayat kesehatan, dan kemungkinan infeksi sebelum menentukan penyebabnya.

Penyebab Keputihan Bau Bawang

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan aroma tidak biasa pada area kewanitaan.

Berikut penjelasannya.

1. Perubahan keseimbangan bakteri vagina

Vagina memiliki mikroorganisme alami yang membantu menjaga keseimbangan lingkungan vagina.

Ketika keseimbangan tersebut berubah, bakteri tertentu dapat berkembang secara berlebihan dan menimbulkan keluhan.

Salah satu kondisi yang perlu di pertimbangkan adalah bacterial vaginosis (BV).

Kondisi ini dapat menyebabkan keputihan tipis berwarna putih atau abu-abu dengan bau amis yang lebih terasa setelah berhubungan seksual.

Meski demikian, bau bawang bukan tanda khas BV sehingga pemeriksaan di perlukan untuk membedakannya dari penyebab lain.

2. Keringat dan kelembapan di area genital

Area genital memiliki kelenjar keringat dan dapat mengalami kelembapan, terutama setelah beraktivitas, memakai pakaian ketat, atau berada di lingkungan panas.

Keringat yang bercampur dengan bakteri pada permukaan kulit dapat mengubah aroma area kewanitaan.

Kondisi ini tidak selalu berarti cairan yang keluar dari vagina mengalami infeksi.

Untuk membedakannya, perhatikan apakah aroma terutama berasal dari kulit luar atau benar-benar dari cairan keputihan.

3. Trikomoniasis atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya

Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Infeksi ini dapat menimbulkan keputihan berwarna kuning kehijauan, berbusa, berbau tidak sedap, serta rasa gatal atau perih.

Selain itu, infeksi pada leher rahim, seperti gonore (kencing nanah) atau klamidia, juga dapat menyebabkan cairan vagina abnormal (tidak normal), nyeri saat kencing, atau perdarahan di luar menstruasi.

Namun, aroma bawang saja tidak cukup untuk memastikan adanya infeksi menular seksual (IMS).

Pemeriksaan dan tes laboratorium dapat membantu menentukan penyebabnya.

4. Penggunaan sabun kewanitaan atau produk berpewangi

Sabun berpewangi, semprotan kewanitaan, tisu beraroma, dan cairan pembersih vagina dapat mengiritasi area genital atau mengganggu keseimbangan alami vagina.

Akibatnya, wanita dapat mengalami rasa perih, kemerahan, atau perubahan kenyamanan dan aroma di area intim.

Sebaiknya, bersihkan bagian luar vagina dengan lembut menggunakan air dan hindari memasukkan produk pembersih ke dalam vagina.

5. Perubahan aroma akibat makanan atau kebiasaan sehari-hari

Sebagian orang menyadari perubahan aroma tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu, termasuk bawang putih dan bawang merah.

Namun, bukti bahwa konsumsi bawang secara langsung menyebabkan keputihan berbau bawang masih terbatas.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa makanan merupakan penyebabnya, terutama jika bau menetap atau di sertai keluhan lain.

Gejala Keputihan Bau Bawang yang Perlu Diwaspadai

Selain perubahan aroma, perhatikan gejala lain yang muncul bersamaan.

Informasi ini dapat membantu dokter menentukan pemeriksaan yang di perlukan.

Beberapa tanda yang perlu di perhatikan meliputi:

  • Keputihan berwarna kuning atau kehijauan: dapat berkaitan dengan infeksi tertentu, termasuk trikomoniasis.
  • Keputihan berwarna putih kental: dapat di temukan pada kandidiasis, terutama jika di sertai rasa gatal.
  • Bau amis atau menyengat: dapat di temukan pada BV atau kondisi lain yang memengaruhi vagina.
  • Gatal, perih, atau kemerahan: dapat terjadi akibat infeksi maupun iritasi.
  • Nyeri saat kencing atau berhubungan seksual: perlu di evaluasi untuk mengetahui kemungkinan infeksi atau peradangan.
  • Nyeri panggul atau perdarahan di luar menstruasi: memerlukan pemeriksaan medis, terutama jika muncul bersama keputihan abnormal (tidak normal).

Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit yang sama.

Bahkan, beberapa infeksi dapat terjadi tanpa gejala yang jelas.

Oleh karena itu, hindari mendiagnosis diri hanya berdasarkan warna atau aroma cairan vagina.

Cara Mengatasi Keputihan Bau Bawang

Cara mengatasi keputihan berbau bawang bergantung pada penyebabnya.

Berikut beberapa langkah yang dapat di lakukan.

1. Menjaga kebersihan organ intim dengan benar

Bersihkan bagian luar organ intim menggunakan air dan hindari sabun berpewangi atau produk yang dapat menyebabkan iritasi.

Setelah kencing, bersihkan dari arah depan ke arah belakang untuk membantu mengurangi perpindahan bakteri dari area anus ke vagina.

Hindari membersihkan bagian dalam vagina dengan cairan khusus atau melakukan douching, karena tindakan tersebut dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme vagina.

2. Menggunakan pakaian dalam yang nyaman

Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.

Ganti pakaian dalam setelah berkeringat atau ketika lembap agar area genital tetap nyaman.

Langkah ini dapat membantu mengurangi kelembapan dan bau yang berasal dari kulit luar.

Namun, kebiasaan tersebut tidak dapat menggantikan pengobatan apabila penyebabnya adalah infeksi.

3. Menjalani pemeriksaan dokter ahli

Jika keputihan bau bawang menetap, berulang (kambuh), atau di sertai gatal, perih, dan perubahan warna, konsultasikan keluhan kepada dokter ahli.

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan area genital dan, bila di perlukan, mengambil sampel cairan vagina untuk menilai pH, memeriksa sampel di bawah mikroskop, atau melakukan tes laboratorium lainnya.

Pemeriksaan tersebut membantu membedakan BV, kandidiasis, trikomoniasis, dan penyebab keputihan abnormal (tidak normal) lainnya.

Riwayat keluhan saja sering kali tidak cukup untuk menentukan diagnosis secara akurat.

4. Menggunakan obat-obatan sesuai penyebabnya

Jika dokter ahli memastikan adanya infeksi, pengobatan akan di sesuaikan dengan jenis penyebabnya.

Sebagai contoh, BV dapat di tangani dengan antibiotik yang di resepkan dokter ahli, sedangkan kandidiasis memerlukan obat-obatan antijamur.

Trikomoniasis juga memerlukan obat-obatan antiparasit tertentu dan penanganan pasangan seksual sesuai arahan tenaga medis.

Jangan menggunakan antibiotik, obat-obatan antijamur, atau obat-obatan keputihan secara sembarangan.

Obat-obatan yang tidak sesuai dapat menunda penanganan penyebab sebenarnya.

Kapan Keputihan Bau Bawang Harus Diperiksa Dokter Ahli?

Segera jadwalkan pemeriksaan jika aroma keputihan berubah secara signifikan, keluhan terus berulang (kambuh), atau muncul gejala lain seperti gatal, nyeri saat kencing, dan keputihan berwarna tidak biasa.

Jika Anda mengalami demam, nyeri panggul berat, atau perdarahan yang tidak biasa di sertai nyeri, segera cari pertolongan medis.

Apabila Anda sedang hamil dan mengalami keputihan berbau tidak sedap, hubungi dokter ahli atau tenaga kesehatan yang menangani kehamilan Anda.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab keluhan dan mengurangi risiko komplikasi akibat infeksi yang tidak tertangani.

FAQ Seputar Keputihan Bau Bawang

Apakah keputihan bau bawang tanda penyakit kelamin?

Tidak selalu.

Bau bawang dapat berkaitan dengan perubahan aroma tubuh, iritasi, atau kondisi vagina tertentu.

Namun, infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menyebabkan perubahan keputihan sehingga pemeriksaan di perlukan jika ada faktor risiko atau gejala penyerta.

Apakah keputihan bau bawang bisa hilang sendiri?

Jika aroma berasal dari keringat atau faktor sementara, keluhan mungkin membaik setelah menjaga kebersihan area luar dan mengganti pakaian yang lembap.

Namun, keputihan berbau menetap atau di sertai gejala lain sebaiknya di periksa karena infeksi mungkin memerlukan pengobatan.

Apakah keputihan bau bawang harus diobati dengan antibiotik?

Tidak semua kasus membutuhkan antibiotik.

Dokter ahli perlu memastikan penyebabnya terlebih dahulu karena keluhan dapat di sebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, parasit, atau faktor non infeksi.

Bagaimana cara mencegah keputihan berbau tidak sedap?

Jaga kebersihan area genital bagian luar, hindari produk berpewangi yang mengiritasi, jangan melakukan douching, dan gunakan perlindungan saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko IMS (infeksi menular seksual).

Kesimpulan

Keputihan bau bawang dapat berkaitan dengan perubahan aroma tubuh, kelembapan area genital, iritasi, atau kondisi medis yang memengaruhi keseimbangan vagina. Namun, aroma tersebut bukan tanda khusus dari satu penyakit sehingga penyebabnya tidak dapat di pastikan hanya berdasarkan bau.

Jika keputihan berbau menyengat, berlangsung terus-menerus, atau di sertai gatal, perih, perubahan warna, dan nyeri panggul, jangan menunda pemeriksaan. Diagnosis yang tepat membantu Anda memperoleh pengobatan sesuai penyebab dan menghindari penggunaan obat-obatan yang tidak di perlukan.

Jangan biarkan keluhan keputihan mengganggu kenyamanan dan kesehatan organ intim Anda. Konsultasikan keluhan kepada dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, arahan pemeriksaan yang sesuai, serta penanganan berdasarkan penyebabnya.

Dengan konsultasi yang tepat, Anda dapat memahami kondisi kesehatan intim secara lebih jelas dan memperoleh rencana pengobatan yang sesuai kebutuhan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.