Klinik Apollo – Keputihan merupakan bagian normal dari sistem reproduksi wanita. Cairan vagina membantu menjaga kelembapan dan kebersihan vagina. Normalnya, cairan tersebut dapat terlihat bening atau warna putih, licin atau agak encer, serta tidak memiliki bau menyengat.

Jumlah dan teksturnya juga dapat berubah sepanjang siklus menstruasi, termasuk menjadi lebih bening dan basah saat ovulasi.

Namun, keputihan cair seperti air dan berbau perlu mendapat perhatian, terutama jika jumlahnya lebih banyak dari biasanya atau di sertai gatal, rasa terbakar, nyeri saat kencing, nyeri saat berhubungan seksual, atau perubahan warna.

Perubahan bau dan karakter keputihan dapat menjadi tanda bacterial vaginosis (BV), trikomoniasis, vaginitis, infeksi menular seksual (IMS), atau kondisi lainnya. Karena beberapa penyakit memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan medis di perlukan untuk memastikan penyebabnya.

Apakah Keputihan Cair Seperti Air Itu Normal?

Keputihan yang encer seperti air belum tentu abnormal (tidak normal0.

Pada kondisi tertentu, cairan vagina memang dapat menjadi lebih encer dan licin, terutama menjelang atau ketika ovulasi.

Keputihan yang cenderung normal biasanya:

  • Berwarna bening atau warna putih.
  • Teksturnya licin, basah, atau sedikit encer.
  • Tidak memiliki bau amis atau menyengat.
  • Tidak menyebabkan gatal.
  • Tidak menimbulkan rasa terbakar atau nyeri.

Jadi, tekstur cair saja tidak cukup untuk menentukan adanya penyakit.

Yang lebih penting adalah apakah terjadi perubahan dari kondisi normal Anda, terutama perubahan bau, warna, jumlah, dan munculnya gejala lain.

Penyebab Keputihan Cair Seperti Air dan Berbau

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan cairan vagina menjadi encer sekaligus menimbulkan bau tidak sedap.

1. Bacterial Vaginosis (BV)

Salah satu penyebab yang cukup sering adalah bacterial vaginosis (BV) atau vaginosis bakterialis.

BV terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina berubah sehingga bakteri tertentu berkembang secara berlebihan.

Kondisi ini dapat menyebabkan keputihan menjadi tipis, encer, berwarna putih atau keabu-abuan, serta memiliki bau amis yang kuat, terutama setelah berhubungan seksual.

Menariknya, BV tidak selalu menyebabkan gatal. Karena itu, seseorang bisa mengalami perubahan bau dan cairan tanpa merasakan keluhan lain.

CDC menyebutkan bahwa BV merupakan kondisi vagina yang umum dan dapat terjadi bahkan tanpa aktivitas seksual.

Namun, douching serta pasangan seksual baru atau multipel dapat meningkatkan risikonya.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Pada wanita, infeksi ini dapat menyebabkan keputihan yang:

  • Lebih banyak dari biasanya.
  • Encer atau tipis.
  • Berwarna bening, putih, kekuningan, atau kehijauan.
  • Memiliki bau amis.
  • Di sertai gatal, rasa terbakar, atau kemerahan pada area genital.

Namun, sebagian besar orang dengan trikomoniasis hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak memiliki gejala.

CDC memperkirakan sekitar 70 hingga 85% orang yang terinfeksi mengalami gejala minimal atau tidak bergejala.

Karena itu, keputihan yang terus berubah setelah aktivitas seksual sebaiknya tidak langsung di anggap sebagai masalah kebersihan biasa.

3. Infeksi Menular Seksual (IMS) Lainnya

Selain trikomoniasis, beberapa IMS (infeksi menular seksual) seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia juga dapat menyebabkan perubahan cairan vagina, khususnya jika terjadi peradangan pada leher rahim.

Keputihan akibat infeksi tertentu dapat di sertai:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat kencing.
  • Nyeri panggul.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Bau yang tidak biasa.

NHS mencatat bahwa keputihan yang di sertai nyeri panggul atau perdarahan dapat berkaitan dengan klamidia atau gonore (kencing nanah).

4. Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang dapat menyebabkan perubahan bau, warna, maupun tekstur cairan.

Selain keputihan, vaginitis dapat menyebabkan:

  • Gatal.
  • Rasa perih atau terbakar.
  • Kemerahan.
  • Nyeri saat kencing.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Perdarahan ringan atau spotting.

Penyebabnya beragam sehingga pengobatannya tidak boleh di samaratakan.

5. Iritasi atau Penggunaan Produk Kewanitaan

Tidak semua keputihan abnormal di sebabkan oleh infeksi.

Penggunaan sabun berpewangi, vaginal wash, deodorant vagina, antiseptik, atau douching dapat mengganggu lingkungan alami vagina dan menyebabkan iritasi.

Karena itu, hindari memasukkan cairan pembersih ke dalam vagina.

Vagina memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri.

NHS juga menyarankan menghindari sabun atau produk berpewangi pada area tersebut.

Apakah Keputihan Cair dan Bau Berarti Penyakit Menular Seksual (PMS)?

Belum tentu.

Bacterial vaginosis (BV), misalnya, bukan di klasifikasikan sebagai IMS (infeksi menular seksual) meskipun aktivitas seksual dapat memengaruhi risikonya.

Sebaliknya, trikomoniasis merupakan IMS (infeksi menular seksual) dan dapat menular melalui hubungan seksual.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa pasangan seksual tidak setia hanya berdasarkan perubahan keputihan.

Sebaliknya, apabila terdapat kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual), pemeriksaan merupakan langkah yang lebih tepat daripada mencoba menebak penyebab berdasarkan bau atau warna cairan saja.

Bagaimana Dokter Ahli Menentukan Penyebabnya?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan:

  • Kapan perubahan keputihan mulai terjadi.
  • Warna dan konsistensi cairan.
  • Bau yang muncul.
  • Apakah terdapat gatal atau nyeri.
  • Keluhan saat kencing.
  • Riwayat menstruasi.
  • Riwayat aktivitas seksual.
  • Penggunaan sabun atau produk kewanitaan.
  • Pengobatan yang pernah di gunakan.

Jika di perlukan, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan vagina dan mengambil sampel cairan vagina untuk pemeriksaan lebih lanjut.

CDC menjelaskan bahwa riwayat gejala saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebab vaginitis.

Pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium dapat membantu membedakan BV, trikomoniasis, kandidiasis, servisitis, maupun penyebab non infeksi.

Pada BV, misalnya, dokter ahli dapat menggunakan pemeriksaan klinis, pengukuran pH, pemeriksaan mikroskopis, atau metode laboratorium tertentu.

Cara Mengatasi Keputihan Cair Seperti Air dan Berbau

Penanganannya bergantung pada penyebab.

1. Jika disebabkan oleh bacterial vaginosis (BV)

Dokter ahli dapat memberikan antibiotik sesuai diagnosis.

Jangan menggunakan antibiotik sendiri karena jenis dan dosis obat harus di sesuaikan dengan kondisi pasien.

2. Jika disebabkan oleh trikomoniasis

Trikomoniasis membutuhkan terapi khusus.

Pasangan seksual juga perlu mendapatkan evaluasi dan penanganan sesuai anjuran dokter ahli untuk membantu mencegah infeksi berulang (kambuh).

3. Jika disebabkan oleh jamur

Pengobatannya berbeda dengan BV maupun trikomoniasis.

Karena itu, menggunakan obat antijamur ketika sebenarnya penyebabnya adalah bakteri dapat membuat keluhan tidak tertangani dengan tepat.

Jangan membeli obat keputihan secara sembarangan hanya berdasarkan warna atau bau cairan.

Kebiasaan yang Dapat Membantu Menjaga Kesehatan Vagina

Sambil menunggu pemeriksaan, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi iritasi:

  • Bersihkan area genital bagian luar dengan lembut.
  • Hindari douching atau mencuci bagian dalam vagina.
  • Hindari sabun dan produk kewanitaan berpewangi.
  • Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat.
  • Ganti pakaian dalam jika sudah lembap.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten jika berisiko terkena IMS (infeksi menular seksual).
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan antibiotik tanpa resep dokter ahli.

Kebiasaan tersebut tidak menggantikan pengobatan apabila memang terdapat infeksi.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila keputihan cair seperti air dan berbau di sertai:

  • Bau amis atau busuk yang kuat.
  • Warna kuning, hijau, atau abu-abu.
  • Gatal atau rasa terbakar.
  • Nyeri ketika kencing.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Nyeri perut bagian bawah atau panggul.
  • Perdarahan di luar menstruasi.
  • Keputihan terus berulang meskipun sudah menjaga kebersihan.

Jika Anda sedang hamil, perubahan keputihan yang di sertai bau tidak sedap, warna kuning atau hijau, gatal, atau nyeri saat kencing juga sebaiknya segera di konsultasikan.

NHS menyebutkan bahwa perubahan tersebut dapat menjadi tanda infeksi selama kehamilan.

Penanganan Keputihan di Klinik Apollo Jakarta

Keputihan yang encer dan berbau dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi sehingga pemeriksaan menjadi langkah penting sebelum menentukan pengobatan.

Di Klinik Apollo Jakarta, pasien dapat berkonsultasi mengenai keluhan keputihan dan mendapatkan evaluasi medis untuk membantu mengetahui penyebabnya.

Pemeriksaan yang tepat memungkinkan dokter ahli menentukan penanganan sesuai kondisi, termasuk bila di perlukan pemeriksaan penunjang.

Klinik Apollo Jakarta juga menangani berbagai keluhan terkait kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual (IMS) dengan mengutamakan privasi dan kerahasiaan pasien.

Kesimpulan

Keputihan cair seperti air dan berbau tidak selalu berarti penyakit tertentu. Cairan vagina yang encer dapat menjadi normal pada waktu tertentu dalam siklus menstruasi. Namun, apabila muncul bau amis atau menyengat, perubahan warna, gatal, nyeri, atau keluhan lainnya, kondisi tersebut perlu di periksa.

Bacterial vaginosis (BV), trikomoniasis, vaginitis, serta beberapa infeksi menular seksual (IMS) dapat menyebabkan perubahan pada keputihan. Karena gejalanya dapat menyerupai satu sama lain, hindari mendiagnosis atau mengobati diri sendiri hanya berdasarkan warna dan bau keputihan.

Pemeriksaan dokter ahli dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan terapi yang sesuai. Jika Anda mengalami keputihan cair seperti air dan berbau yang terus berulang atau di sertai keluhan lain, jangan menunda pemeriksaan.

Konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, pemeriksaan yang sesuai, penanganan berdasarkan penyebab, serta layanan yang menjaga privasi sehingga Anda dapat memperoleh solusi kesehatan yang lebih tepat dan nyaman.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.