Klinik Apollo – Keputihan merupakan salah satu keluhan yang sering membuat wanita bertanya-tanya apakah kondisi tersebut normal atau justru menunjukkan masalah kesehatan. Padahal, keputihan tidak selalu berarti penyakit.

Cairan yang keluar dari vagina merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh untuk menjaga kelembapan, membersihkan sel-sel mati, dan membantu mempertahankan keseimbangan mikroorganisme di area vagina.

Namun, perubahan warna, tekstur, jumlah, atau aroma keputihan dapat menjadi tanda adanya gangguan. Karena itu, penting untuk memahami apa itu keputihan, ciri keputihan normal, keputihan abnormal (tidak normal), penyebabnya, serta kapan kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan medis.

Catatan medis: Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter ahli. Karakteristik cairan saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebabnya.

Apa Itu Keputihan?

Ini adalah cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Cairan ini sebagian besar terdiri dari air dan mengandung mikroorganisme yang secara alami hidup di vagina.

Dalam kondisi normal, vagina memiliki ekosistem mikroorganisme yang membantu mempertahankan kesehatan area genital. Cairan vagina juga membantu membawa keluar sel-sel yang sudah mati sehingga vagina tetap bersih.

Jumlah dan karakternya dapat berubah sepanjang siklus menstruasi. Misalnya, cairan dapat menjadi lebih bening, licin, atau lebih banyak pada sekitar masa ovulasi.

Selain itu juga dapat meningkat selama kehamilan akibat perubahan hormonal. Jadi, mengalami keputihan tidak otomatis berarti mengalami infeksi atau penyakit menular seksual (IMS).

Apakah Keputihan Itu Normal?

Ya. Keputihan normal merupakan bagian dari kesehatan reproduksi wanita.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keputihan yang normal umumnya berwarna bening hingga putih dan tidak memiliki bau yang menyengat.

Konsistensinya dapat berubah sesuai siklus menstruasi.

Beberapa kondisi yang dapat membuat jumlah keputihan meningkat antara lain:

  • Masa ovulasi;
  • Menjelang menstruasi;
  • Kehamilan;
  • Penggunaan kontrasepsi hormonal;
  • Rangsangan seksual; dan
  • Perubahan hormonal.

Dengan demikian, keputihan bening atau putih tanpa bau menyengat dan tanpa keluhan lain biasanya tidak perlu di khawatirkan.

Ciri-ciri Keputihan Normal

Untuk membedakan fisiologis dan  abnormal (tidak normal), perhatikan beberapa karakteristik berikut.

1. Berwarna bening atau putih

Yang normal biasanya berwarna bening, putih, atau putih susu ringan.

Warnanya dapat sedikit berubah sepanjang siklus menstruasi.

2. Tidak memiliki bau menyengat

Vagina secara alami memiliki aroma khas.

Namun, yang normal umumnya tidak menghasilkan bau yang kuat atau tidak sedap.

Jika aroma berubah menjadi sangat amis atau menyengat, kondisi tersebut perlu di perhatikan karena dapat berkaitan dengan infeksi tertentu.

3. Tekstur dapat berubah

Konsistensi tidak selalu sama.

Cairan dapat terasa lebih encer, licin, atau sedikit kental tergantung perubahan hormon dalam siklus menstruasi.

4. Tidak disertai gatal atau rasa terbakar

Dan yang fisiologis biasanya tidak menyebabkan gatal, rasa terbakar, nyeri, atau iritasi pada vulva.

Jika kondisi ini di sertai keluhan tersebut, dokter ahli mungkin perlu mengevaluasi kemungkinan vaginitis atau infeksi lainnya.

Apa Itu Keputihan Abnormal?

Keputihan abnormal adalah perubahan cairan vagina yang berbeda dari kondisi normal seseorang, terutama jika perubahan tersebut terjadi bersamaan dengan gejala lain.

Perubahan yang perlu di perhatikan meliputi:

  • Warna menjadi kuning, hijau, abu-abu, atau warna lain yang tidak biasa;
  • Bau amis atau sangat menyengat;
  • Tekstur menjadi sangat kental atau berbusa;
  • Jumlah meningkat secara signifikan;
  • Muncul rasa gatal atau terbakar;
  • Nyeri ketika kencing;
  • Nyeri saat berhubungan seksual;
  • Perdarahan di luar menstruasi; atau
  • Nyeri pada panggul.

ACOG menjelaskan bahwa perubahan warna, bau, jumlah, atau konsistensi dari kondisi yang biasanya di alami seseorang dapat menjadi tanda adanya masalah pada vagina.

Jika Anda mengalami kondisi tersebut, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya hanya berdasarkan warna cairan.

Pemeriksaan dapat membantu menentukan diagnosis dengan lebih akurat.

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna dan Teksturnya

Warna dan tekstur dapat memberikan petunjuk awal, tetapi tidak dapat di gunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis.

1. Keputihan Berwarna Putih dan Menggumpal

Keputihan berwarna putih yang sangat kental atau menggumpal, terutama jika di sertai gatal, kemerahan, dan rasa terbakar, dapat mengarah pada kandidiasis vulvovaginal atau infeksi jamur.

Kandidiasis terjadi ketika pertumbuhan jamur Candida menjadi berlebihan dan mengganggu keseimbangan normal vagina.

2. Keputihan Abu-abu atau Berbau Amis

Keputihan berwarna putih keabu-abuan yang disertai bau amis sering di kaitkan dengan bacterial vaginosis (BV), yaitu kondisi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina berubah.

BV bukan sekadar masalah kebersihan.

Kondisi ini berkaitan dengan perubahan komposisi mikroorganisme di vagina.

3. Keputihan Kuning atau Hijau

Keputihan berwarna kuning atau hijau, terutama jika di sertai bau, iritasi, atau nyeri, dapat berkaitan dengan infeksi tertentu, termasuk trikomoniasis atau infeksi menular seksual lainnya.

Namun, warna hijau atau kuning saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

4. Keputihan Berbusa

Cairan vagina yang tampak berbusa, terutama jika berwarna kuning atau kehijauan dan di sertai aroma tidak sedap, dapat di temukan pada trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

5. Keputihan Disertai Nyeri Panggul atau Perdarahan

Keputihan yang muncul bersama nyeri panggul, perdarahan di luar menstruasi, atau perdarahan setelah berhubungan seksual perlu di periksa.

Beberapa infeksi, termasuk klamidia dan gonore (kencing nanah), dapat menyebabkan perubahan cairan vagina pada wanita.

Apa Penyebab Keputihan?

Keputihan dapat terjadi karena faktor fisiologis maupun kondisi medis.

Berikut beberapa penyebab yang paling umum.

1. Perubahan Hormon

Perubahan hormon selama siklus menstruasi dapat memengaruhi jumlah dan tekstur cairan vagina.

Karena itu, keputihan yang lebih banyak pada waktu tertentu dalam siklus belum tentu menunjukkan penyakit.

2. Infeksi Jamur

Kandidiasis vulvovaginal dapat menyebabkan keputihan berwarna putih yang lebih kental atau menggumpal.

Keluhan biasanya di sertai gatal, kemerahan, iritasi, atau rasa terbakar.

3. Bacterial Vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri di vagina berubah.

Salah satu cirinya adalah cairan yang lebih encer dan dapat di sertai bau amis, terutama pada kondisi tertentu.

4. Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan infeksi yang di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Kondisi ini dapat menyebabkan keputihan yang berubah warna atau tekstur serta menimbulkan iritasi pada sebagian penderita.

5. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa IMS (infeksi menular seksual), termasuk gonore (kencing nanah) dan klamidia, dapat menyebabkan cairan vagina yang tidak normal (abnormal).

Keluhan lain dapat berupa nyeri saat kencing, perdarahan di luar menstruasi, atau nyeri panggul.

Oleh karena itu, wanita yang mengalami keputihan abnormal (tidak normal) setelah hubungan seksual berisiko sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual).

6. Iritasi Pada Area Genital

Penggunaan produk berpewangi, vaginal wash tertentu, deodorant genital, atau douching dapat mengiritasi area genital dan mengganggu keseimbangan alami vagina.

ACOG dan NHS sama-sama tidak merekomendasikan penggunaan produk pewangi atau mencuci bagian dalam vagina.

Apakah Keputihan Saat Hamil Normal?

Keputihan dapat meningkat selama kehamilan. Peningkatan tersebut dapat terjadi akibat perubahan hormon dan peningkatan aliran darah pada area vagina.

Namun, keputihan saat hamil tetap perlu di perhatikan jika mengalami perubahan yang tidak biasa.

Segera konsultasikan dengan dokter ahli apabila cairan vagina berubah menjadi berbau menyengat, berwarna tidak biasa, di sertai gatal atau nyeri, atau muncul perdarahan.

Infeksi vagina juga dapat lebih sering terjadi selama kehamilan sehingga diagnosis dan pengobatan yang tepat menjadi penting.

Bagaimana Cara Menjaga Agar Keputihan Tetap Normal?

Anda tidak perlu melakukan pembersihan berlebihan untuk menjaga vagina tetap sehat.

Justru, penggunaan produk tertentu secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan alami vagina.

Beberapa kebiasaan yang dapat di lakukan antara lain:

  • Bersihkan bagian luar vagina dengan lembut. Gunakan air dan, jika di perlukan, sabun ringan tanpa pewangi.
  • Hindari vaginal douching. Jangan memasukkan cairan pembersih ke dalam vagina.
  • Hindari produk berpewangi seperti deodorant genital, sabun beraroma, atau tisu khusus yang dapat menyebabkan iritasi.
  • Ganti pakaian dalam secara teratur, terutama ketika lembap atau setelah berkeringat.
  • Jangan menggunakan obat-obatan keputihan sembarangan. Penyebab keputihan dapat berbeda sehingga pengobatannya juga berbeda.
  • Jika terdapat risiko IMS (infeksi menular seksual), lakukan pemeriksaan medis dan gunakan perlindungan saat berhubungan seksual.

NHS juga menyarankan untuk membersihkan kulit di sekitar vagina secara lembut serta menghindari sabun berpewangi dan douching.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyebab Keputihan?

Dokter ahli tidak hanya melihat warna cairan untuk menentukan penyebabnya.

Saat konsultasi, dokter ahli dapat menanyakan:

  • Kapan keputihan mulai terjadi;
  • Perubahan warna dan tekstur;
  • Apakah terdapat bau;
  • Apakah muncul gatal atau rasa terbakar;
  • Apakah terdapat nyeri saat kencing;
  • Apakah terdapat nyeri panggul;
  • Riwayat menstruasi;
  • Penggunaan obat-obatan tertentu; dan
  • Riwayat hubungan seksual serta kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual).

Bila di perlukan, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan mengambil sampel cairan vagina untuk pemeriksaan laboratorium.

CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan seperti pengukuran pH, tes KOH, dan pemeriksaan mikroskopis dapat membantu menentukan penyebab keluhan vagina.

Pemeriksaan laboratorium dapat mengidentifikasi penyebab pada sebagian besar wanita dengan gejala vagina.

Dengan demikian, jangan menentukan sendiri obat-obatan berdasarkan warna keputihan. Keputihan putih, kuning, atau hijau dapat memiliki beberapa kemungkinan penyebab sehingga terapi harus di sesuaikan dengan diagnosis.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Pertimbangkan konsultasi medis jika Anda mengalami:

  • Keputihan yang berubah warna secara signifikan;
  • Bau amis atau bau menyengat;
  • Keputihan jauh lebih banyak daripada biasanya;
  • Gatal atau rasa terbakar;
  • Nyeri saat kencing;
  • Nyeri saat berhubungan seksual;
  • Nyeri panggul;
  • Perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual;
  • Luka atau lepuhan di area genital; atau
  • Keluhan yang terus berulang (kambuh) meskipun sudah melakukan perawatan mandiri.

NHS secara khusus menyarankan pemeriksaan apabila keputihan berubah warna, bau, atau tekstur, jumlahnya meningkat, atau di sertai gatal, nyeri saat kencing, perdarahan, maupun nyeri panggul.

Jangan Langsung Menganggap Semua sebagai Penyakit

Memahami apa itu keputihan membantu wanita membedakan perubahan fisiologis dari tanda yang membutuhkan pemeriksaan.

Keputihan bening atau berwarna putih tanpa bau menyengat dan tanpa gejala lain umumnya merupakan bagian normal dari fungsi vagina.

Sebaliknya, perubahan warna, aroma, tekstur, atau jumlah yang di sertai gatal, nyeri, iritasi, maupun keluhan lainnya perlu di evaluasi.

Hal terpenting adalah tidak melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan warna cairan. Beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip sehingga pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebab secara lebih tepat.

Konsultasi Keputihan di Klinik Apollo Jakarta

Jika Anda mengalami keputihan abnormal (tidak normal), keputihan berbau, keputihan gatal, keputihan berwarna kuning atau hijau, atau keluhan yang berulang (kambuh), pemeriksaan dokter ahli dapat membantu mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan ginekologi dan konsultasi masalah kesehatan reproduksi wanita, termasuk keluhan yang berkaitan dengan infeksi vagina dan penyakit menular seksual (PMS). Informasi layanan dan konsultasi dapat di lihat di Klinik Apollo Jakarta.

Klinik Apollo juga menyediakan konsultasi online melalui WhatsApp dan reservasi untuk pemeriksaan langsung. Informasi kontak, alamat, serta jam pelayanan tersedia pada halaman kontak Klinik Apollo Jakarta. Jangan abaikan perubahan keputihan yang tidak biasa.

Konsultasikan keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta agar penyebabnya dapat di evaluasi dengan tepat dan Anda mendapatkan arahan pemeriksaan serta penanganan yang sesuai, sehingga kesehatan dan kenyamanan area reproduksi dapat lebih terjaga.

FAQ: Apa Itu Keputihan?

Apakah keputihan itu normal?

Ya.

Keputihan merupakan cairan alami yang membantu menjaga vagina tetap bersih dan sehat.

Keputihan normal biasanya bening hingga berwarna putih dan tidak memiliki bau menyengat.

Apa ciri keputihan yang tidak normal (abnormal)?

Keputihan perlu di periksa jika mengalami perubahan warna, bau, tekstur, atau jumlah, terutama jika di sertai gatal, rasa terbakar, nyeri, atau perdarahan.

Keputihan putih apakah selalu berbahaya?

Tidak.

Keputihan berwarna putih dapat merupakan kondisi normal.

Namun, jika cairannya sangat kental atau menggumpal dan di sertai gatal serta iritasi, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah infeksi jamur.

Keputihan berbau amis tanda apa?

Bau amis pada keputihan dapat berkaitan dengan bacterial vaginosis (BV), terutama jika cairannya juga mengalami perubahan.

Namun, pemeriksaan di perlukan untuk memastikan penyebabnya.

Apakah keputihan bisa menjadi tanda IMS?

Bisa.

Beberapa IMS (infeksi menular seksual), seperti gonore (kencing nanah), klamidia, dan trikomoniasis, dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.

Namun, tidak semua keputihan di sebabkan oleh IMS (infeksi menular seksual).

Apakah boleh menggunakan pembersih kewanitaan untuk mengatasi keputihan?

Sebaiknya hindari penggunaan produk berpewangi atau mencuci bagian dalam vagina.

Vagina memiliki mekanisme alami untuk menjaga kebersihan dan keseimbangannya, sedangkan produk tertentu justru dapat menyebabkan iritasi.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.