Klinik Apollo – Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara.
Sayangnya, banyak orang belum memahami bagaimana penyakit ini dapat terjadi sehingga risiko penularan masih cukup tinggi.
Memahami penyebab sifilis menjadi langkah penting agar Anda dapat melindungi diri sendiri maupun pasangan seksual.
Selain itu, pengetahuan yang benar juga membantu mengurangi kesalahpahaman mengenai cara penularan penyakit ini.
Apa Penyebab Sifilis?
Penyebab sifilis adalah infeksi bakteri Treponema pallidum, yaitu bakteri berbentuk spiral (spirochete) yang menyerang tubuh melalui luka kecil pada kulit atau selaput lendir.
Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah dan sistem limfatik.
Apabila tidak segera di tangani, infeksi dapat berkembang dari tahap awal hingga menyebabkan gangguan pada berbagai organ, termasuk otak, mata, jantung, dan sistem saraf.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sifilis merupakan penyakit yang dapat di sembuhkan apabila di diagnosis dan di tangani sejak dini menggunakan terapi antibiotik yang sesuai.
Bagaimana Bakteri Penyebab Sifilis Masuk ke Dalam Tubuh?
Bakteri Treponema pallidum tidak dapat menembus kulit yang sehat.
Sebaliknya, bakteri masuk melalui:
- Luka kecil yang tidak terlihat pada kulit.
- Selaput lendir di area genital.
- Mulut.
- Anus.
Setelah itu, bakteri mulai berkembang biak dan memicu infeksi.
Pada tahap awal, penderita sering kali tidak merasakan gejala yang berarti sehingga penyakit dapat terus berkembang tanpa di sadari.
Cara Penularan Sifilis yang Perlu Diketahui
Memahami cara penularan membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang tepat.
1. Hubungan Seksual Tanpa Pengaman (Kondom atau Pelindung)
Ini merupakan penyebab penularan yang paling sering terjadi.
Penularan dapat terjadi melalui:
- Hubungan seksual vaginal.
- Hubungan seksual anal.
- Hubungan seksual oral.
Risiko meningkat apabila terdapat luka sifilis (chancre) yang bersentuhan langsung dengan pasangan seksual.
2. Kontak Langsung dengan Luka Sifilis
Seseorang dapat tertular ketika terjadi kontak langsung dengan luka sifilis yang mengandung bakteri.
Luka tersebut biasanya muncul pada:
- Penis.
- Vagina.
- Serviks.
- Bibir.
- Mulut.
- Anus.
- Rektum.
Karena luka sering kali tidak terasa nyeri, banyak penderita tidak menyadari bahwa dirinya sedang menularkan infeksi.
3. Penularan dari Ibu ke Janin
Wanita hamil yang terinfeksi sifilis dapat menularkan bakteri kepada janinnya melalui plasenta.
Kondisi ini di kenal sebagai sifilis kongenital, yang dapat menyebabkan:
- Kelahiran prematur.
- Berat badan lahir rendah.
- Gangguan perkembangan.
- Kematian janin atau bayi.
Oleh karena itu, skrining sifilis selama kehamilan sangat di anjurkan.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Peluang Terkena Sifilis
Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama.
Beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.
1. Memiliki Lebih dari 1 Pasangan Seksual
Semakin banyak pasangan seksual, semakin besar kemungkinan terpapar bakteri penyebab sifilis.
2. Tidak Menggunakan Kondom Secara Konsisten
Meskipun kondom (pengaman atau pelindung) dapat membantu menurunkan risiko penularan, perlindungan tidak bersifat 100% apabila luka berada di area yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).
3. Memiliki Riwayat Infeksi Menular Seksual (IMS)
Orang yang pernah mengalami gonore (kencing nanah), klamidia, HIV, atau IMS (infeksi menular seksual) lainnya cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami sifilis.
4. Pasangan Terdiagnosis Sifilis
Jika pasangan seksual di diagnosis sifilis, Anda juga perlu menjalani pemeriksaan meskipun belum mengalami gejala.
5. Berhubungan Seksual dengan Pasangan yang Status Kesehatannya Tidak Diketahui
Kurangnya informasi mengenai riwayat kesehatan seksual pasangan dapat meningkatkan risiko paparan infeksi.
Mitos Tentang Penyebab Sifilis
Masih banyak informasi yang kurang tepat mengenai penyakit ini.
Berikut beberapa mitos yang perlu di luruskan.
1. Mitos: Sifilis Menular Melalui Toilet Umum
Fakta: Bakteri Treponema pallidum tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia sehingga tidak menular melalui dudukan toilet.
2. Mitos: Sifilis Menular Lewat Berjabat Tangan
Fakta: Berjabat tangan, berpelukan, atau berbagi alat makan tidak menyebabkan penularan sifilis.
3. Mitos: Semua Penderita Sifilis Memiliki Luka yang Terlihat
Fakta: Tidak selalu. Luka dapat berada di dalam vagina, anus, atau mulut sehingga sering tidak di sadari.
Cara Mencegah Sifilis
Meskipun sifilis dapat di obati, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik.
Beberapa upaya yang dapat di lakukan meliputi:
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten.
- Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala.
- Menjalani skrining sebelum merencanakan kehamilan.
- Segera memeriksakan diri jika pasangan seksual di diagnosis IMS (infeksi menular seksual).
- Menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran dokter ahli apabila terdiagnosis sifilis.
Pencegahan yang di lakukan sejak dini terbukti mampu mengurangi penyebaran infeksi di masyarakat.
Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan?
Segera berkonsultasi dengan dokter ahli apabila Anda:
- Memiliki luka pada area genital, anus, atau mulut.
- Mengalami ruam tanpa penyebab yang jelas.
- Berhubungan seksual dengan pasangan seksual yang di diagnosis sifilis.
- Memiliki pasangan seksual baru.
- Sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil.
- Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS).
Pemeriksaan sejak dini memungkinkan pengobatan di berikan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
Kesimpulan
Penyebab sifilis adalah infeksi bakteri Treponema pallidum yang umumnya di tularkan melalui kontak seksual langsung atau dari ibu hamil kepada janin. Memahami cara penularan, mengenali faktor risiko, serta menerapkan langkah pencegahan merupakan cara terbaik untuk mengurangi risiko infeksi.
Selain itu, pemeriksaan dini berperan penting dalam mencegah komplikasi dan menghentikan penyebaran penyakit. Apabila Anda memiliki faktor risiko, mengalami keluhan yang mengarah pada sifilis, atau ingin melakukan skrining IMS (infeksi menular seksual) secara menyeluruh, segera konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter ahli berpengalaman akan melakukan pemeriksaan secara profesional dan menjaga kerahasiaan pasien.
Dengan diagnosis yang akurat, Anda akan memperoleh penanganan yang sesuai, edukasi mengenai pencegahan penularan, serta rencana terapi yang mengikuti pedoman medis terkini sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal.
FAQ
Apakah penyebab sifilis adalah virus?
Tidak.
Penyebab sifilis adalah bakteri Treponema pallidum, bukan virus.
Apakah sifilis dapat menular melalui ciuman?
Penularan dapat terjadi apabila terdapat luka sifilis aktif di area mulut atau bibir yang bersentuhan langsung.
Apakah sifilis selalu terjadi setelah hubungan seksual?
Mayoritas kasus terjadi melalui kontak seksual.
Namun, sifilis juga dapat di tularkan dari ibu hamil kepada janinnya selama kehamilan.
Apakah seseorang dapat terkena sifilis lebih dari sekali?
Ya.
Seseorang yang telah sembuh tetap dapat terinfeksi kembali (kambuh) apabila terpapar bakteri Treponema pallidum.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
JAM OPERASIONAL
| Senin – Minggu | 09.00 – 19.00 |


