Klinik Apollo – Keputihan merupakan kondisi yang cukup umum dialami perempuan.

Namun, ketika keputihan di sertai rasa gatal tetapi tidak berbau, kondisi tersebut tetap perlu di perhatikan, terutama jika jumlah, warna, atau teksturnya berubah.

Salah satu penyebab yang sering adalah infeksi jamur Candida (kandidiasis vagina). Meski demikian, gatal pada vagina juga dapat di sebabkan iritasi, perubahan keseimbangan vagina, atau infeksi lainnya.

Karena gejalanya dapat saling menyerupai, pemeriksaan di perlukan untuk mengetahui penyebab yang tepat.

Apakah Keputihan Gatal Tapi Tidak Bau Normal?

Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih, tidak menimbulkan bau menyengat, dan tidak di sertai gatal, nyeri, atau rasa terbakar.

Sebaliknya, keputihan yang terasa gatal meskipun tidak berbau dapat menunjukkan adanya gangguan pada vagina.

Salah satu kemungkinan yang perlu di pertimbangkan adalah kandidiasis vulvovaginal.

Menurut CDC, gejala kandidiasis vagina dapat berupa gatal atau nyeri pada vagina, rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, rasa perih ketika kencing, serta keputihan yang tidak normal (abnormal).

Penyebab Keputihan Gatal tapi Tidak Bau

Berikut penyebabnya:

1. Infeksi Jamur Candida

Infeksi jamur vagina merupakan salah satu penyebab yang sering menimbulkan gatal tanpa bau menyengat.

Candida sebenarnya dapat hidup secara alami di dalam tubuh.

Masalah muncul ketika jamur tersebut berkembang secara berlebihan dan menyebabkan infeksi.

Keputihan akibat kandidiasis dapat berwarna putih dan bertekstur lebih kental atau menggumpal seperti susu basi.

Keluhan lain dapat berupa:

  • Gatal pada vagina atau vulva.
  • Kemerahan dan pembengkakan.
  • Rasa perih.
  • Nyeri saat kencing.
  • Tidak nyaman saat berhubungan seksual.

CDC mencatat bahwa sekitar 75% perempuan mengalami setidaknya satu episode kandidiasis vulvovaginal selama hidupnya, sedangkan sekitar 40 hingga 45% mengalami 2 episode atau lebih.

2. Iritasi pada Area Vagina

Gatal tidak selalu di sebabkan infeksi.

Produk yang bersentuhan dengan area genital juga dapat menyebabkan iritasi.

Contohnya:

  • Sabun atau pembersih kewanitaan tertentu.
  • Pewangi atau pembalut beraroma.
  • Deterjen yang tertinggal pada pakaian dalam.
  • Pelumas tertentu.
  • Penggunaan produk vagina secara berlebihan.

Karena itu, hindari penggunaan produk pewangi atau pembersih vagina tanpa kebutuhan medis.

3. Perubahan Keseimbangan Vagina

Keseimbangan mikroorganisme vagina dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk penggunaan antibiotik dan perubahan hormonal.

Antibiotik, misalnya, dapat mengubah keseimbangan mikroorganisme sehingga Candida lebih mudah berkembang pada sebagian perempuan.

CDC juga mencatat bahwa kehamilan dan perubahan hormonal dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS) Tertentu

Beberapa infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menyebabkan perubahan keputihan, rasa gatal, atau iritasi.

Namun, tidak adanya bau tidak dapat di gunakan untuk memastikan bahwa keluhan bukan IMS (infeksi menular seksual).

Karena itu, apabila keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) dapat di pertimbangkan.

CDC menjelaskan bahwa riwayat keluhan saja tidak cukup untuk menentukan penyebab vaginitis secara akurat.

Pemeriksaan dan, bila di perlukan, pemeriksaan laboratorium membantu menentukan penyebabnya.

Ciri Keputihan karena Jamur

Keputihan yang berkaitan dengan kandidiasis biasanya memiliki beberapa karakteristik, seperti:

  • Berwarna putih.
  • Teksturnya kental atau menggumpal.
  • Di sertai gatal yang cukup mengganggu.
  • Area vulva dapat menjadi warna merah atau bengkak.
  • Dapat terasa perih saat kencing.
  • Biasanya tidak menjadi keluhan utama berupa bau menyengat.

Namun, gejala tersebut tidak secara khusus membuktikan infeksi Candida.

CDC menegaskan bahwa gejala kandidiasis dapat menyerupai kondisi vagina lainnya.

Kenapa Keputihan Tidak Bau tetapi Terasa Gatal?

Bau dan gatal merupakan dua gejala yang berbeda.

Tidak semua infeksi vagina menghasilkan bau yang kuat.

Pada kandidiasis, misalnya, keluhan yang lebih menonjol justru dapat berupa gatal, kemerahan, rasa perih, dan perubahan tekstur keputihan.

Jadi, jangan menggunakan ada atau tidaknya bau sebagai satu-satunya patokan untuk menentukan apakah keputihan normal.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan pada area genital dan menanyakan beberapa hal, seperti:

  • Kapan keluhan mulai muncul.
  • Warna dan tekstur keputihan.
  • Intensitas rasa gatal.
  • Apakah terdapat nyeri atau rasa terbakar.
  • Riwayat penggunaan antibiotik.
  • Penggunaan produk kewanitaan.
  • Riwayat hubungan seksual.
  • Apakah keluhan pernah berulang (kambuh).

Jika di perlukan, dokter ahli dapat mengambil sampel cairan vagina untuk di periksa.

CDC menyebutkan bahwa kandidiasis vagina umumnya dapat di diagnosis dengan memeriksa sampel keputihan menggunakan mikroskop atau pemeriksaan kultur jamur.

Pemeriksaan ini penting karena pengobatan akan berbeda tergantung penyebabnya.

Cara Mengatasi Keputihan Gatal tapi Tidak Bau

Penanganan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.

1. Jika disebabkan infeksi jamur

Dokter ahli dapat memberikan obat-obatan antijamur, baik dalam bentuk obat-obatan yang di gunakan pada vagina maupun obat-obatan oral sesuai kondisi pasien.

Jenis obat-obatan, dosis, dan lama terapi bergantung pada tingkat keparahan serta kondisi kesehatan pasien.

2. Jika disebabkan iritasi

Dokter ahli dapat menyarankan menghentikan produk yang menjadi pemicu dan menjaga area genital tetap bersih serta kering.

3. Jika disebabkan infeksi lain

Dokter ahli akan memberikan pengobatan berdasarkan hasil pemeriksaan dan jenis infeksi yang di temukan.

Hindari membeli obat-obatan keputihan secara sembarangan.

Pengobatan yang tidak sesuai dapat membuat keluhan tidak membaik dan menyebabkan penyebab sebenarnya terlambat di ketahui.

Apakah Keputihan Gatal tapi Tidak Bau Harus ke Dokter Ahli?

Sebaiknya lakukan pemeriksaan jika:

  • Gatal terasa semakin berat.
  • Keputihan berubah warna atau tekstur.
  • Keluhan berulang (kambuh).
  • Muncul luka atau lecet pada area genital.
  • Terasa nyeri saat kencing.
  • Hubungan seksual terasa sakit.
  • Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko.
  • Pengobatan sebelumnya tidak membuat keluhan membaik.

Terlebih lagi, apabila penyebabnya belum di ketahui, pemeriksaan dapat membantu mencegah penggunaan obat-obatan yang tidak tepat.

CDC merekomendasikan evaluasi klinis dan pemeriksaan yang sesuai untuk menentukan penyebab keluhan vagina.

Tips Mencegah Keputihan dan Gatal pada Vagina

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan area genital:

  • Bersihkan area genital dengan lembut dan hindari produk pewangi.
  • Jaga area genital tetap kering.
  • Ganti pakaian dalam secara teratur.
  • Hindari penggunaan antibiotik tanpa resep dokter ahli.
  • Jangan melakukan douching atau membersihkan bagian dalam vagina.
  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
  • Jika memiliki risiko IMS (infeksi menular seksual), lakukan pemeriksaan sesuai anjuran tenaga medis.

Kesimpulan

Keputihan gatal tapi tidak bau bukan berarti selalu normal. Salah satu penyebab yang sering adalah infeksi jamur Candida, tetapi iritasi dan infeksi lainnya juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

Karena itu, jangan menentukan penyebab hanya berdasarkan warna, bau, atau tekstur keputihan.

Jika keputihan di sertai gatal yang menetap, berulang (kambuh), atau muncul bersama keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo.

Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda dapat mengetahui penyebab keluhan, memperoleh terapi yang sesuai, serta mendapatkan layanan medis yang mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.