Klinik Apollo – Keputihan merupakan keluhan yang umum dialami wanita. Namun, tidak semua keputihan menandakan penyakit.

Cairan vagina yang bening atau putih, tidak berbau menyengat, dan tidak di sertai gatal maupun nyeri dapat menjadi bagian dari kondisi normal.

Sebaliknya, perubahan warna, bau, jumlah, atau tekstur keputihan, terutama jika di sertai gatal, perih, nyeri saat kencing, atau nyeri panggul, perlu mendapat perhatian.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan infeksi vagina maupun infeksi menular seksual (IMS). Karena penyebabnya beragam, memilih dokter untuk keputihan yang tepat dapat membantu menentukan diagnosis dan pengobatan sesuai penyebabnya.

Dokter Apa yang Menangani Keputihan?

Wanita dengan keluhan keputihan dapat berkonsultasi dengan dokter ahli atau spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG).

Dokter ahli ini menangani berbagai masalah pada sistem reproduksi wanita.

Pada kondisi tertentu, terutama jika keputihan di curigai berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), pemeriksaan juga dapat di lakukan oleh dokter ahli yang menangani penyakit kulit dan kelamin atau venereologi.

Yang terpenting, dokter ahli tidak hanya melihat warna keputihan.

Dokter ahli perlu mempertimbangkan gejala lain, riwayat kesehatan, aktivitas seksual, siklus menstruasi, penggunaan obat-obatan, serta hasil pemeriksaan jika di perlukan.

CDC menyebutkan bahwa riwayat gejala saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebab vaginitis.

Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dapat di perlukan untuk menentukan penyebab secara lebih akurat.

Kapan Harus ke Dokter untuk Keputihan?

Tidak semua keputihan membutuhkan pemeriksaan segera.

Namun, sebaiknya konsultasikan kepada dokter ahli apabila terjadi perubahan yang tidak biasa.

1. Keputihan Berubah Warna

Keputihan yang berubah menjadi warna kuning, hijau, abu-abu, atau bercampur darah perlu di periksa, terutama jika perubahan tersebut menetap atau di sertai keluhan lain.

Perubahan warna dapat terjadi karena berbagai penyebab sehingga warna saja tidak cukup untuk menentukan jenis infeksinya.

2. Keputihan Berbau Menyengat

Bau amis atau bau yang jauh lebih kuat dari biasanya dapat di temukan pada bacterial vaginosis (BV).

Pada BV, cairan vagina umumnya lebih tipis dan homogen, sedangkan pemeriksaan dapat menunjukkan pH vagina lebih dari 4,5.

Keputihan berbau juga dapat terjadi pada kondisi lain.

Karena itu, sebaiknya jangan langsung menggunakan obat-obatan berdasarkan bau saja.

3. Keputihan Disertai Gatal dan Perih

Rasa gatal, kemerahan, bengkak, atau perih pada vulva dapat di temukan pada kandidiasis vagina.

CDC menjelaskan bahwa kandidiasis vulvovagina umumnya di sebabkan oleh Candida albicans.

Gejalanya dapat berupa gatal, nyeri atau kemerahan pada vulva, rasa perih saat kencing, serta cairan vagina yang abnormal (tidak normal).

Namun, gejala tersebut tidak spesifik untuk kandidiasis.

Karena itu, pemeriksaan tetap penting sebelum menentukan obat-obatan.

4. Keputihan Disertai Nyeri Saat Kencing

Jika keputihan muncul bersamaan dengan rasa terbakar saat kencing, dokter ahli dapat mempertimbangkan beberapa kemungkinan, termasuk infeksi vagina, infeksi saluran kemih, servisitis, atau IMS (infeksi menular seksual).

Pemeriksaan akan membantu menentukan apakah keluhan berasal dari vagina, leher rahim, atau saluran kemih.

5. Keputihan Disertai Nyeri Perut Bawah atau Panggul

Nyeri panggul atau perut bagian bawah bersama keputihan perlu mendapat perhatian lebih serius.

WHO merekomendasikan evaluasi medis pada wanita dengan keluhan keputihan, termasuk pemeriksaan untuk menilai kemungkinan infeksi, radang panggul, kondisi terkait kehamilan, maupun penyebab lainnya.

6. Keputihan Muncul Setelah Hubungan Seksual Berisiko

Jika keputihan muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung) atau setelah berganti pasangan seksual, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) dapat di pertimbangkan.

Beberapa IMS (infeksi menular seksual), termasuk gonore (kencing nanah) dan klamidia, dapat menyebabkan keluhan pada saluran reproduksi wanita.

Bahkan, sebagian infeksi dapat berlangsung dengan sedikit gejala atau tanpa gejala.

WHO juga menekankan bahwa banyak IMS (infeksi menular seksual) dapat bersifat asimtomatik sehingga seseorang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya.

Apa Saja Penyebab Keputihan yang Perlu Diperiksa Dokter Ahli?

Dokter ahli akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan.

1. Bacterial Vaginosis (BV)

BV terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina berubah.

Keputihan biasanya lebih tipis dan dapat di sertai bau amis.

Diagnosis dapat di lakukan menggunakan kriteria klinis seperti Amsel atau pemeriksaan laboratorium tertentu.

2. Kandidiasis Vagina

Infeksi jamur vagina dapat menyebabkan gatal, kemerahan, rasa perih, dan cairan warna putih yang lebih kental.

Pemeriksaan sampel cairan vagina dapat membantu memastikan apakah Candida menjadi penyebab keluhan.

3. Trikomoniasis

Trikomoniasis di sebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis dan termasuk IMS (infeksi menular seksual).

Keluhannya dapat berupa keputihan, iritasi, rasa tidak nyaman saat kencing, dan perubahan bau atau warna cairan vagina.

Karena gejala beberapa infeksi dapat saling menyerupai, pemeriksaan membantu menentukan terapi yang tepat.

Gonore dan Klamidia

Gonore (kencing nanah) dan klamidia merupakan IMS (infeksi menular seksual) yang dapat menginfeksi leher rahim dan menyebabkan keluarnya cairan vagina yang tidak normal (abnormal).

Pada wanita, infeksi ini juga dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Oleh karena itu, jika terdapat faktor risiko atau keluhan yang mencurigakan, dokter ahli dapat merekomendasikan pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual).

Pemeriksaan Apa yang Dilakukan Dokter Ahli untuk Keputihan?

Pemeriksaan akan di sesuaikan dengan keluhan dan kondisi pasien.

Beberapa pemeriksaan yang mungkin di lakukan antara lain:

1. Anamnesis

Dokter ahli akan menanyakan:

  • Kapan keputihan mulai terjadi.
  • Warna dan teksturnya.
  • Apakah terdapat bau.
  • Apakah muncul gatal atau perih.
  • Apakah terasa nyeri saat kencing.
  • Apakah terdapat nyeri perut bawah atau panggul.
  • Riwayat menstruasi.
  • Obat-obatan yang sedang di gunakan.
  • Riwayat hubungan seksual dan kemungkinan paparan IMS (infeksi menular seksual).

Informasi tersebut membantu dokter ahli menentukan pemeriksaan berikutnya.

2. Pemeriksaan Area Genital

Dokter ahli dapat memeriksa kondisi vulva dan vagina untuk melihat adanya kemerahan, iritasi, luka, pembengkakan, atau cairan yang tidak normal (abnormal).

3. Pemeriksaan Cairan Vagina

Sampel keputihan dapat di periksa untuk membantu menemukan penyebabnya.

CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan seperti pH vagina, KOH, dan pemeriksaan mikroskopis dapat membantu membedakan beberapa penyebab vaginitis.

Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat merekomendasikan pemeriksaan laboratorium lain, termasuk tes molekuler atau kultur.

Mengapa Sebaiknya Tidak Mengobati Keputihan Sembarangan?

Keputihan dapat di sebabkan oleh jamur, bakteri, parasit, maupun infeksi pada leher rahim, sehingga obat-obatan yang tepat tidak selalu sama.

Misalnya, obat-obatan antijamur di gunakan untuk kandidiasis, sedangkan BV membutuhkan terapi yang berbeda.

CDC bahkan menyarankan pemeriksaan sebelum memulai pengobatan kandidiasis secara mandiri karena gejalanya dapat menyerupai kondisi lain.

Menggunakan obat-obatan yang tidak sesuai dapat menyebabkan keluhan tidak membaik dan membuat diagnosis berikutnya menjadi lebih sulit.

Karena itu, jika keputihan berulang (kambuh), semakin banyak, berbau, berubah warna, atau di sertai nyeri, lebih baik mencari penyebabnya daripada terus mengganti obat-obatan sendiri.

Apakah Keputihan Selalu Berarti Penyakit?

Tidak.

Keputihan merupakan bagian dari mekanisme alami vagina.

Jumlah dan konsistensinya dapat berubah mengikuti kondisi hormonal dan siklus menstruasi.

Keputihan cenderung tidak mengkhawatirkan jika:

  • Berwarna bening atau putih.
  • Tidak berbau menyengat.
  • Tidak menyebabkan gatal.
  • Tidak menimbulkan rasa terbakar.
  • Tidak di sertai nyeri panggul.

Sebaliknya, perubahan yang menetap atau disertai gejala lain sebaiknya di periksa.

Kapan Harus Segera Mendapatkan Pemeriksaan?

Selain membuat janji konsultasi, segera mencari pertolongan medis jika keputihan di sertai:

  • Nyeri panggul atau perut bawah yang berat.
  • Demam.
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa.
  • Nyeri hebat saat berhubungan seksual.
  • Muntah atau merasa sangat sakit.
  • Kehamilan di sertai nyeri atau perdarahan.

Gejala tersebut membutuhkan evaluasi untuk memastikan tidak ada kondisi yang memerlukan penanganan segera.

Dokter Ahli untuk Keputihan di Klinik Apollo

Jika Anda mencari dokter untuk keputihan, Klinik Apollo menyediakan layanan konsultasi untuk berbagai keluhan ginekologi dan infeksi pada area genital wanita.

Pemeriksaan dapat membantu mengevaluasi keputihan abnormal (tidak normal), infeksi vagina, kandidiasis, bacterial vaginosis (BV), trikomoniasis, serta kemungkinan IMS (infeksi menular seksual) sesuai indikasi.

Klinik Apollo juga mencantumkan layanan konsultasi untuk keluhan keputihan dan masalah kesehatan genital wanita.

Salah satu manfaat melakukan pemeriksaan adalah Anda dapat mengetahui kemungkinan penyebab keluhan terlebih dahulu sehingga terapi dapat di sesuaikan dengan diagnosis, bukan sekadar berdasarkan warna atau bau keputihan.

Selain itu, pemeriksaan oleh tenaga medis membantu membedakan keputihan normal dengan kondisi yang membutuhkan pengobatan.

Kesimpulan

Dokter untuk keputihan dapat membantu menentukan apakah cairan vagina yang Anda alami masih normal atau berkaitan dengan infeksi. Konsultasi semakin penting jika keputihan berubah warna, berbau menyengat, terasa gatal atau perih, muncul setelah hubungan seksual berisiko, atau di sertai nyeri panggul dan keluhan lainnya.

Tidak semua keputihan di sebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS). Namun, karena beberapa kondisi memiliki gejala yang hampir sama, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal (abnormal), berulang (kambuh), berbau, gatal, atau di sertai nyeri, jangan menunda pemeriksaan.

Konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo untuk mendapatkan evaluasi dokter ahli, pemeriksaan sesuai indikasi, diagnosis yang lebih jelas, serta penanganan medis berdasarkan penyebabnya dengan tetap mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.