Klinik Apollo – Keputihan merupakan hal yang normal pada perempuan karena membantu menjaga vagina tetap lembap dan terlindungi.

Namun, keputihan putih susu menggumpal dengan tekstur seperti ampas tahu atau keju, terutama jika di sertai gatal dan rasa perih, perlu di perhatikan. Salah satu penyebab yang paling sering adalah infeksi jamur vagina (kandidiasis vulvovaginal).

Meski demikian, perubahan warna, tekstur, jumlah, atau bau keputihan tidak selalu berarti infeksi jamur.

Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebab secara lebih akurat.

Apa Arti Keputihan Putih Susu Menggumpal?

Keputihan yang berwarna putih atau bening dapat menjadi bagian dari kondisi normal, terutama jika tidak menimbulkan bau menyengat, gatal, nyeri, atau iritasi. Tekstur keputihan juga dapat berubah sepanjang siklus menstruasi.

Namun, keputihan putih menggumpal seperti susu basi atau keju yang di sertai gatal dan kemerahan lebih khas mengarah pada kandidiasis vagina. Infeksi ini di sebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur Candida, yang sebenarnya dapat hidup secara normal dalam tubuh tanpa menimbulkan masalah.

Gangguan keseimbangan mikroorganisme di vagina dapat membuat Candida berkembang berlebihan dan menimbulkan gejala.

Catatan penting: keputihan putih menggumpal tidak dapat di gunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan seseorang mengalami infeksi jamur.

Ciri-Ciri Keputihan Putih Susu Menggumpal karena Infeksi Jamur

Beberapa gejala yang sering muncul bersamaan antara lain:

  • Keputihan putih dan menggumpal seperti keju.
  • Gatal pada vagina atau vulva.
  • Rasa terbakar atau perih.
  • Kemerahan dan pembengkakan di sekitar vulva.
  • Perih saat kencing.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman ketika berhubungan seksual.
  • Keputihan biasanya tidak memiliki bau menyengat.

Dan karena itu, apabila Anda mengalami keputihan putih susu menggumpal dan gatal, infeksi jamur menjadi salah satu kemungkinan yang perlu di pertimbangkan.

Penyebab Keputihan Putih Susu Menggumpal

Berikut penyebabnya:

1. Infeksi Jamur Candida

Kandidiasis vulvovaginal merupakan salah satu penyebab paling umum keputihan putih yang menggumpal.

Jamur Candida biasanya hidup dalam tubuh dalam jumlah kecil.

Dan ketika keseimbangan lingkungan vagina berubah, jamur tersebut dapat berkembang berlebihan dan menyebabkan infeksi.

2. Penggunaan Antibiotik

Terutamanya penggunaan antibiotik tertentu dapat mengubah keseimbangan bakteri normal sehingga memberikan kesempatan bagi Candida untuk berkembang lebih banyak.

Karena itu, keputihan setelah minum antibiotik tidak boleh langsung di anggap sebagai penyakit menular seksual.

3. Kehamilan dan Perubahan Hormon

Perubahan hormon selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur.

Terutamanya keputihan normal selama kehamilan biasanya berwarna bening atau putih susu dan tidak berbau tidak sedap.

Namun, keputihan putih menggumpal yang di sertai gatal dapat mengarah pada thrush atau kandidiasis.

4. Diabetes yang Tidak Terkontrol

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko infeksi Candida berulang (kambuh).

Faktor ini menjadi salah satu hal yang dapat di pertimbangkan dokter ahli terutama jika infeksi sering kambuh.

5. Kondisi yang Menurunkan Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang melemah juga dapat meningkatkan risiko kandidiasis atau membuat infeksi lebih sulit di tangani.

6. Area Genital Terlalu Lembap

Candida lebih mudah berkembang dalam kondisi yang hangat dan lembap.

Penggunaan pakaian dalam terlalu ketat atau bahan yang kurang menyerap keringat dapat memperburuk kelembapan di area genital.

Apakah Keputihan Putih Menggumpal Selalu karena Jamur?

Tidak selalu. Keputihan dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi. Misalnya, bacterial vaginosis (BV) cenderung menyebabkan cairan yang lebih tipis berwarna putih atau abu-abu dengan bau amis.

Sementara itu, trikomoniasis dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning atau hijau dan terkadang berbusa.

Infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore (kencing nanah) juga dapat menyebabkan perubahan keputihan, terutama jika di sertai nyeri panggul atau perdarahan.

Oleh sebab itu, jangan langsung menggunakan obat-obatan antijamur hanya berdasarkan bentuk keputihan apabila Anda belum pernah mengalami kondisi tersebut atau gejalanya berbeda dari biasanya.

Cara Mengatasi Keputihan Putih Susu Menggumpal

Penanganan bergantung pada penyebabnya.

Jika dokter ahli memastikan kandidiasis vagina, pengobatan biasanya menggunakan obat-obatan antijamur yang sesuai dengan kondisi pasien.

Terapi dapat berupa obat-obatan yang di gunakan di vagina atau obat tertentu yang diminum.

Jangan memilih obat-obatan secara sembarangan karena gejala kandidiasis dapat menyerupai kondisi vagina lainnya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah

Selain mendapatkan pengobatan yang sesuai, Anda dapat membantu menjaga kesehatan area genital dengan cara:

  • Bersihkan area luar vagina secara lembut.
  • Hindari sabun atau produk pewangi pada area genital.
  • Jangan melakukan douching atau mencuci bagian dalam vagina.
  • Keringkan area genital setelah mandi atau kencing.
  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Hindari pakaian yang terlalu ketat.
  • Segera ganti pakaian dalam jika sudah lembap.
  • Jangan menggunakan obat-obatan vagina tanpa mengetahui penyebab keluhan.

Bolehkah Menggunakan Obat Antijamur Sendiri?

Pengobatan mandiri dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu, terutama bagi seseorang yang sebelumnya sudah mendapatkan diagnosis kandidiasis dan mengalami gejala yang sama.

Namun, jika ini merupakan pertama kalinya Anda mengalami keputihan menggumpal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli terlebih dahulu.

Dan pemeriksaan di perlukan untuk memastikan apakah penyebabnya benar-benar Candida atau kondisi lain.

Untuk penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai dapat membuat gejala tidak membaik dan menunda penanganan penyebab sebenarnya.

Keputihan Putih Menggumpal Saat Hamil, Apakah Berbahaya?

Keputihan memang cenderung meningkat selama kehamilan. Keputihan normal biasanya tipis, bening atau putih susu, serta tidak berbau tidak sedap.

Namun, keputihan menggumpal seperti keju di sertai gatal atau iritasi dapat menjadi tanda kandidiasis.

Jika sedang hamil, jangan sembarangan mengonsumsi obat-obatan antijamur.

NHS menyarankan ibu hamil berkonsultasi dengan dokter ahli atau bidan sebelum menggunakan pengobatan untuk thrush karena beberapa obat-obatan tidak cocok di gunakan selama kehamilan.

Apakah Keputihan karena Jamur Termasuk Penyakit Menular Seksual?

Kandidiasis vagina bukan di kategorikan sebagai infeksi menular seksual (IMS). Candida merupakan jamur yang secara alami dapat berada di dalam tubuh.

Namun, aktivitas seksual terkadang dapat menjadi salah satu pemicu munculnya gejala.

Meskipun demikian, apabila keputihan muncul setelah hubungan seksual tanpa kondom (pengaman atau pelindung), terutama jika di sertai bau menyengat, nyeri, luka, perdarahan, atau perubahan warna menjadi kuning atau hijau, pemeriksaan IMS (infeksi menular seksual) mungkin di perlukan.

Untuk informasi terkait keluhan lain yang dapat muncul setelah aktivitas seksual, Anda juga dapat membaca artikel ciri-ciri infeksi menular seksual (IMS) pada wanita.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila:

  • Keputihan menggumpal baru pertama kali terjadi.
  • Keluhan semakin berat.
  • Gatal atau rasa terbakar sangat mengganggu.
  • Muncul nyeri ketika kencing.
  • Terjadi nyeri saat berhubungan seksual.
  • Keputihan berbau amis atau sangat menyengat.
  • Warna berubah menjadi kuning, hijau, atau abu-abu.
  • Terdapat perdarahan di luar menstruasi.
  • Muncul nyeri panggul.
  • Keluhan terus berulang (kambuh).
  • Pengobatan sebelumnya tidak memberikan hasil.

NHS juga menyarankan pemeriksaan jika keputihan mengalami perubahan warna, bau, tekstur, atau jumlah, terlebih bila di sertai gatal, nyeri, perdarahan, atau nyeri panggul.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Penyebab Keputihan?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan gejala, lama keluhan, riwayat infeksi sebelumnya, penggunaan antibiotik, aktivitas seksual, kehamilan, serta kondisi kesehatan tertentu.

Jika di perlukan, dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan area genital dan mengambil sampel cairan vagina menggunakan swab untuk membantu mengetahui penyebab keputihan.

Pemeriksaan tersebut juga dapat membantu membedakan kandidiasis dari infeksi lain yang memiliki gejala serupa.

Pendekatan tersebut penting karena pengobatan harus di sesuaikan dengan penyebab, bukan hanya berdasarkan warna atau tekstur cairan vagina.

Cara Mencegah Keputihan Menggumpal agar Tidak Mudah Kambuh

Tidak semua kasus dapat di cegah sepenuhnya.

Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga keseimbangan area genital:

  • Jaga area genital tetap bersih dan kering.
  • Hindari sabun berpewangi pada area genital.
  • Jangan melakukan vaginal douching.
  • Gunakan celana dalam berbahan nyaman dan menyerap keringat.
  • Hindari pakaian yang terlalu ketat.
  • Ganti pakaian dalam ketika lembap.
  • Dan gunakan antibiotik hanya sesuai anjuran dokter ahli.
  • Jika memiliki diabetes (kencing manis), jaga kadar gula darah sesuai target yang di berikan dokter ahli.
  • Periksakan keputihan yang sering kambuh untuk mencari faktor penyebabnya.

Kesimpulan

Seperti yang sudah dijelaskan keputihan putih susu menggumpal terutama yang menyerupai keju dan di sertai gatal, kemerahan, atau rasa perih sering berkaitan dengan infeksi jamur Candida.

Namun, bentuk keputihan saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis karena beberapa infeksi vagina dan infeksi menular seksual dapat menimbulkan keluhan yang mirip.

Dengan pemikiran ini karena itu, hindari asal menggunakan obat-obatan.

Jika keputihan menggumpal terus berulang (kambuh), terasa gatal atau perih, berbau tidak normal (abnormal), atau di sertai nyeri dan perdarahan, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo Jakarta agar mendapatkan pemeriksaan yang tepat, mengetahui penyebab keluhan, memperoleh rekomendasi pengobatan sesuai diagnosis, serta mendapatkan layanan yang mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Bagikan

Senin – Minggu 09.00 – 19.00

VISI & MISI

Mengedepankan sisi profesionalisme dalam bekerja serta mengedepankan kode etik kedokteran dan pengobatan penyakit kelamin untuk kesembuhan pasien secara menyeluruh.

Menjadi klinik spesialis kelamin dengan pelayanan kesehatan terbaik yang mengedepankan profesionalisme, keilmuan serta orientasi pasien sehingga dapat tercapai kesehatan yang berkualitas.

Butuh Bantuan Kami?

Segera konsultasikan penyakit kelamin Anda di Klinik Apollo.